Sukses

Sikap Orang Tua yang Bikin Anak Membangkang

Kesal kini ini anak jadi ogah dengar nasihat Anda dan membangkang? Sebelum salahkan dia, coba yuk introspeksi dulu sikap orang tua terhadap anak.

Saat anak tak mau dengar ucapan ayah atau ibunya, hal tersebut benar-benar menguji kesabaran. Rasanya pasti seperti tidak dihormati dan dihargai.

Dengar pengalaman dari sesama orang dewasa, sepertinya hanya anak sendiri yang segitu cueknya.

Jangan-jangan, selama ini ada yang salah dari sikap orang tua terhadap anak?

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Anak Tidak Mau Mendengar Orang Tua

Berikut ini beberapa kebiasaan atau sikap orang tua terhadap anak yang bikin mereka enggan mendengarkan:

1. Berbicara Terlalu Panjang

Hal yang paling membosankan buat anak adalah ketika mereka harus mendengarkan ocehan panjang lebar dari orangtuanya.

Bukannya dipahami, hal tersebut justru akan masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri.

Jangan memakai sindiran atau kode-kode yang mengetes anak. Sampaikan maksud Anda secara deklaratif dalam 10 detik.

2. Terlalu Sering Mengulang

Meski tidak panjang, hati-hati juga dengan kalimat pendek yang diulang-ulang. Di awal, si anak mungkin akan mendengarkan dan mematuhinya.

Tapi, karena terlalu sering diulang, Anda justru dinilai cerewet oleh anak. Alhasil, kalimat tersebut berubah menjadi ‘angin lalu’.

Artikel Lainnya: Orang Tua Wajib Tahu, Ini 5 Penyebab Anak Menjadi Nakal

3. Terlalu Sering Menggunakan Kata “Jangan”

Larangan-larangan biasanya diawali dengan kata “jangan”. Pokoknya, “jangan” ini atau ”jangan” itu, sampai anak tak tahu lagi mana yang boleh dan mana yang tidak.

Ditambah lagi, Anda tidak menjelaskan alasannya terlebih dulu. Lama-kelamaan, kata “jangan” tak akan ampuh lagi.

Daripada langsung mengatakan “jangan”, lebih baik tanyakan dulu alasan kenapa si kecil melakukan hal-hal yang tidak Anda sukai. Dari situ, Anda jadi tahu sudut pandangnya dan bisa memberikan nasihat yang lebih masuk akal.

4. Terlalu Sering Berteriak

Sesekali mengeluarkan suara tinggi untuk menegaskan maksud Anda memang bikin anak jadi lebih fokus dalam mendengarkan.

Tapi, kalau setiap saat Anda memakai nada tinggi bahkan berteriak, anak-anak justru jadi tertekan dan menutup kupingnya. Bukannya memperhatikan, mereka justru akan menghindari Anda.

5. Langsung Bicara Tanpa Mengajak

Kadang karena takut lupa dan buru-buru, Anda langsung berbicara tanpa mendapat perhatian anak terlebih dulu.

Di satu sisi, mereka sedang sibuk dengan urusannya, entah belajar, bermain game, dan lain-lain. Tentu saja, omongan Anda pada akhirnya tidak didengarkan.

Guna menghindari kondisi tersebut, lebih baik panggil dulu namanya dan beritahukan bahwa ibu atau ayahnya ingin berbicara.

Artikel Lainnya: Benarkah Anak Kedua Lebih Bandel Dari Anak Pertama? Ini kata Ahli

6. Tidak Pernah Beri Konsekuensi

Sudah menyampaikan maksud Anda dengan cara yang baik? Itu berarti, penyebab anak tidak mau mendengar orang tua murni ada di perilakunya.

Ada kalanya anak “mencoba” nakal dan tak mau patuh. Agar dia tahu bahwa sikapnya kurang tepat, berikan konsekuensi yang mendidik, misalnya Anda akan menyita gawainya ketika anak sengaja tak mau dengar.

7. Orang Tua Juga Tidak Pernah Mendengarkan

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Jika si anak jarang mendengarkan ucapan Anda, bisa jadi itulah yang dia rasakan selama ini.

Entah karena sibuk atau merasa kurang penting, Anda jarang menatap mata dan memberi respons atas ucapan si kecil. Akhirnya, di momen tertentu, ia balik melakukan hal tersebut kepada orangtuanya.

Pola komunikasi yang buruk antara orang tua dan anak menjadi faktor yang tak boleh dilupakan, menurut Gracia Ivonika, M. Psi., Psikolog.

“Jika di keluarga Anda terbiasa saling mendengarkan, terbuka, berdiskusi, umumnya anak akan selalu mendengar,” kata Gracia.

8. Relasi dengan Anak Memang Tidak Baik

Penyebab anak tidak mau mendengar orang tua juga berkaitan dengan masalah personal. Jika dari awal relasinya tidak baik, maka anak enggan mendengarkan dan mengiyakan ucapan orang tua.

“Biasanya, kondisi yang seperti ini terjadi pada orangtua yang menerapkan pola asuh otoritatif. Di sini, orang tua bersikap sangat keras, kaku, dan punya pola komunikasi satu arah,” ucap Gracia.

“Kalau semacam itu diterapkan pada anak usia sekolah, apalagi remaja, mereka sudah berani menunjukkan respons negatif, salah satunya cuek dan membangkang,” tegasnya.

Artikel Lainnya: Bunda, Lakukan Ini Saat si Kecil Membantah

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Anak Tidak Mau Mendengar Orang Tua

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah Anda harus menyadari bahwa mungkin ada hal yang perlu ditingkatkan oleh orang tua dari permasalahan ini.

“Selain itu, untuk mengatasi masalah komunikasi, perlu juga kerja sama dari pihak orangtua. Sekalipun dibantu oleh terapis, hasilnya tak akan maksimal bila orangtua tak mau bekerja sama,” tutur Gracia.

Setelah orangtua dan anak mau bekerja sama untuk mengatasi masalah komunikasi yang terjadi, beberapa solusi yang direkomendasikan psikolog adalah sebagai berikut:

  • Ambil Perhatian Anak sebelum Bicara

Sebelum menyampaikan sesuatu, sita dulu perhatian si kecil. Hal ini wajib diterapkan pada anak usia prasekolah.

Membicarakan sesuatu ketika mereka sedang sibuk sendiri hanya akan membuang-buang waktu.

  • Cara Penyampaian Harus Sesuai Usia

Sampaikan maksud sesuai dengan usia anak. Mereka tidak akan mengerti jika Anda membicarakan hal yang terlalu serius dan kompleks, apalagi dengan kata-kata yang jarang didengar.

Kalau tidak mengerti, pasti lama-kelamaan mereka akan mengabaikan Anda, bukan?

  • Jadi Role Model

Selain memperhatikan intonasi dan usia, Anda juga harus bisa menjadi contoh yang baik untuk anak.

Contohkanlah pola komunikasi dua arah yang menyenangkan, saling mendengar, tidak cepat memotong pembicaran, dan tak menghakimi. Dengan begitu, anak jadi punya panduan untuk bersikap sebagaimana mestinya.

  • Tidak Meremehkan Pikiran Anak

“Kadang orang tua sering meremehkan pola pikir anak. Alhasil, mereka dapat merasa asing dan tidak dengar,” saran Gracia.

“Cobalah untuk menghargai pola pikirnya. Dengan begitu, sekalipun si anak lagi sibuk, ia akan memprioritaskan orangtuanya yang sedang berbicara,” sambungnya.

  • Jangan Lupa Apresiasi

Akhiri percakapan dengan apresiasi, misalnya “terima kasih kamu mau mendengarkan atau mengerti,” atau “pinter, ya, anak mama,” dan lain-lain.

Memberi apresiasi sama saja dengan mengelola segala perilaku positif si kecil. Hal tersebut akan menjadikannya pribadi yang baik saat dewasa nanti.

Kini Anda sudah tahu apa saja sikap orang tua terhadap anak yang bisa bikin mereka ogah mendengarkan. Jika Anda terkendala mengenai hal tersebut, atau memiliki pertanyaan tentang pola asuh, tak perlu segan untuk berkonsultasi kepada dokter atau psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

1 Komentar

  • Asep Zaenudin Jaen

    anak saya baru2 semnggu ini berobat ke dokter.krna panas,udh smbuh ada 1 mngguan..tp kok pnas lagi itu gejala apa ya dok..