Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Suka Merebut Mainan Orang Lain, Ini Penjelasan Psikolog

Anak Suka Merebut Mainan Orang Lain, Ini Penjelasan Psikolog

Orangtua kerap khawatir ketika anak punya perilaku suka merebut mainan temannya. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Agar kemampuan bersosialisasinya semakin baik, orangtua kerap mengajak si kecil untuk bermain atau playdate bersama anak lainnya. Tetapi, kok, si kecil terlihat punya kebiasaan suka merebut mainan temannya, ya? Apa perilaku ini wajar?

Merebut mainan teman merupakan masalah perkembangan perilaku anak yang umum terjadi. Sebetulnya orangtua tak perlu khawatir. Anda hanya perlu mengetahui alasan anak merebut mainan teman dan cara mengatasinya lewat penjelasan psikolog berikut ini. 

 

1 dari 3 halaman

Kenapa Anak Suka Merebut Mainan Orang Lain?

Dijelaskan oleh Gracia Ivonika MPsi., Psikolog, perilaku anak yang suka merebut mainan temannya terjadi ketika si kecil memasuki masa prasekolah, yaitu usia 4-5 tahun. Di masa-masa ini, anak sedang mengenal dunia baru dan bertemu dengan banyak teman. 

Kendati begitu, di usia ini anak juga cenderung memusatkan perhatian ke dirinya sendiri dan belum sepenuhnya berperilaku matang. Perilaku matang yang dimaksud adalah menaati aturan sosial atau berempati. 

Ketika merebut mainan milik temannya, anak umumnya belum mengerti penuh tentang apa yang ia lakukan. Lalu, si kecil mungkin belum mendapatkan pengarahan yang tepat dari orangtua atas sikapnya tersebut.

Tak hanya itu, menurut beberapa sumber, merebut mainan teman juga bisa disebabkan karena anak tak tahu bagaimana cara mengungkapkan keinginannya. 

Di usia prasekolah, umumnya anak sudah dianggap mampu untuk memahami tentang konsep kepemilikan dan berbagi

“Pada masa ini, justru anak terus butuh pendampingan dan pengarahan yang tepat dalam hal keterampilan sosial,” ungkap psikolog Gracia.

Maka, penting bagi orangtua dan guru untuk secara konsisten mengenalkan konsep kepemilikan dan berbagi, serta mempraktikkan perilaku tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel Lainnya: Manfaat Mainan untuk Perkembangan Otak Anak

2 dari 3 halaman

Cara Menghadapi Anak yang Suka Merebut Mainan

Saat melihat anak merebut mainan temannya, orangtua perlu mengambil tindakan yang tegas. Beritahu dan tunjukkan bahwa perilaku tersebut bukanlah sikap yang baik.

Tidak perlu memarahi anak, karena mengomel akan membuat anak menjadi takut untuk bermain dengan orang lain. Orangtua juga perlu mengajarkan anak cara meminjam barang dari orang lain. 

Pertama, Anda dapat meminta si kecil untuk mengembalikan mainan yang direbutnya terlebih dahulu. Setelah itu, arahkan dan beri contoh bagaimana cara meminjam yang benar. Hal ini bertujuan agar anak membiasakan untuk meminta sebelum meminjam barang orang lain.

“Ajarkan pula anak untuk inisiatif berbagi kepada orang lain. Misalnya, saat mengundang teman-temannya ke rumah, arahkan ia untuk menawarkan makanan kepada temannya. Jangan lupa apresiasi setiap perilaku positif yang sudah anak lakukan,” ucap psikolog Gracia.

Artikel Lainnya: Perlukah Mainan Anak Laki-laki dan Perempuan Dibedakan?

Apabila perilaku anak merebut mainan teman terus berulang, orangtua dapat mengambil langkah berikut ini. 

  1. Mengajak Anak Bicara Secara Serius 

Bicara serius bukan untuk memarahi atau menyalahkan anak, melainkan untuk menyampaikan dengan tegas perilakunya. 

“Gunakan contoh kejadian sebelumnya. Misalnya, ‘Dek, kemarin mama lihat kamu ambil mainannya A dan dia marah. A marah karena mainannya diambil tanpa minta izin atau say please (gunakan bahasa yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak),” kata Gracia mencontohkan.

  1.  Ajarkan Anak untuk Meminta Maaf

Orangtua perlu mengajari perilaku meminta maaf bila melakukan kesalahan.

“Apresiasi usahanya untuk meminta maaf, dan arahkan mereka main bersama dengan pendampingan,” kata Gracia.

Artikel Lainnya: Manfaat Merakit Mainan bagi Tumbuh Kembang Anak

  1.  Konsisten 

“Perlu diingat, anak banyak belajar dari apa yang mereka amati di lingkungannya. Maka, pastikan bahwa sikap ini dicontohkan dengan tepat dan konsisten oleh lingkungan anak,” kata psikolog Gracia.

Orangtua dapat menjadi contoh untuk anak di rumah. Misalnya, saat ingin meminta makanan anak, orangtua dapat memberikan contoh sopan seperti, ‘Dek, papa boleh minta biskuitnya?’, setelah itu jangan lupa sampaikan terima kasih kepada si kecil. 

Ajak pula pengasuh dan guru untuk bekerja sama menerapkan perilaku tersebut agar anak tidak mengulanginya lagi.

  1. Beri Tahu Hal Baik/Buruk dan Latih Keterampilan Sosialnya

Mengajarkan hal ini akan membentuk sifat anak untuk saling menghargai sesama teman. Karakternya juga akan membentuk kepribadian yang baik. 

“Arahkan dengan menggunakan berbagai media maupun aktivitas. Misalnya, mengarahkan anak untuk terus bersosialisasi, mengajak bermain dengan aturan berbagi dan aturan sosial lainnya, menonton video atau film dan membahas nilai moralnya.”

Itu dia alasan dan cara mengatasi sikap anak yang suka merebut mainan temannya. Punya pertanyaan tentang tips parenting lainnya? Baca terus artikel di aplikasi Klikdokter atau Anda bisa memanfaatkan layanan Live Chat untuk bisa berkonsultasi langsung dengan psikolog dan dokter anak.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar