Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak yang Terlalu Pintar Cenderung Punya Gangguan Psikologis!

Anak yang Terlalu Pintar Cenderung Punya Gangguan Psikologis!

Selalu jadi juara kelas dan bintang sekolah, anak yang terlalu pintar ternyata cenderung punya gangguan psikologis, lho.

Orang tua mana yang tidak bangga jika anaknya punya “otak encer” dan selalu menjadi juara kelas? Terlebih, jika kepintaran anak sudah sering menorehkan prestasi dan diketahui oleh banyak orang. 

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa anak yang terlalu pintar juga terkadang punya rasa frustasi yang berpengaruh kepada kondisi psikologisnya? 

Bahkan menurut penelitian, anak yang jenius atau terlalu pintar cenderung memiliki gangguan psikologis tertentu.

1 dari 3 halaman

Anak Jenius Dilahirkan, Bukan Diciptakan

Beberapa orang berpikir bahwa anak yang sangat pintar atau jenius, pasti dididik sejak dini oleh orang tuanya agar lebih berprestasi dari anak yang lain.

Namun, menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, tingkat kecerdasan anak tidak hanya tercipta dari proses belajar di sekolah atau di rumah, tapi juga diturunkan dari gen, terutama dari gen sang Ibu. 

“Tingkat kecerdasan serta aspek kognitif seseorang banyak 'tercetak' dalam kromosom X, dan dari ibu membawa dua kromosom X. Selain itu, ada faktor lain juga yang bisa mendukung anak jadi jenius atau berbakat, yaitu faktor lingkungannya,” jelas psikolog Ikhsan. 

“Kalau dasarnya si anak pintar, tapi kurang dapat stimulus atau kurang informasi dari lingkungan sekitar, maka kemampuan yang ia miliki tidak bisa digunakan secara optimal, sehingga pengetahuannya pun akan tetap terbatas,” sambungnya. 

Artikel Lainnya: Hasil Tes IQ Rendah Belum Tentu Anak Tidak Cerdas

2 dari 3 halaman

Anak yang Terlalu Pintar Cenderung Punya Gangguan Psikologis

Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa anak-anak yang memiliki kepintaran berlebih dicurigai memiliki beberapa gangguan psikologis. 

Untuk membuktikan hal tersebut, ilmuwan meneliti 3.175 anak yang masuk ke dalam American Mensa Society, yakni organisasi bagi orang-orang yang ingin mendapatkan IQ tinggi.

Survei dilakukan guna memeriksa prevalensi gangguan psikologis yang dialami oleh anak-anak dengan kecerdasan tinggi. 

Dalam penelitian tersebut, peneliti menanyakan berbagai hal kepada peserta untuk mendiagnosis gangguan mood dan kecemasan. 

Gangguan mood yang dicurigai berupa attention deficit hyperactivity (ADHD), gangguan spektrum autisme, dan beberapa penyakit seperti alergi makanan, asma, dan penyakit autoimun.

Hasil penelitian menunjukan, orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata cenderung memiliki gangguan spektrum autisme. 

Lalu, 80 persen peserta lainnya lebih mungkin didiagnosis ADHD, dan 83 persen peserta cenderung mengalami gejala kecemasan. Tak hanya itu, 182 persen peserta lain lebih mungkin untuk mengalami gangguan mood.

Artikel Lainnya: Anak Cerdas vs Anak Pintar, Mana Lebih Baik?

Menanggapi penelitian tersebut, psikolog Ikhsan Bella mengatakan tidak semua orang yang sangat pintar pasti memiliki gangguan psikologis. 

Hanya saja, anak yang jenius memang sering frustasi dengan lingkungannya karena mereka memiliki pemikiran yang berbeda dengan teman sebayanya. 

“Anak jenius itu, kan, biasanya pemikiran mereka lebih maju daripada anak seusianya. Terkadang hal ini buat mereka frustasi karena pemikiran mereka seolah berbeda dari umumnya, padahal sebenarnya pemikiran mereka lebih maju. Kalau memang menimbulkan masalah sama lingkungannya, ini berarti ada masalah dalam pengasuhan dan lingkungan sekitarnya,” jelas Ikhsan. 

“Contoh, mereka akan mengalami frustasi atau stres ketika si anak jenius ini memiliki pemikiran out of the box dalam menyelesaikan tugas sekolahnya. Namun, anak anak lainnya cenderung mengikuti aturan atau yang sudah diajarkan oleh gurunya di sekolah. Padahal ternyata hasil dari pemikiran si anak jenius dan anak umumnya adalah sama. Hanya saja cara mengerjakan soalnya lebih simpel menurut si anak jenius,” tambahnya. 

Perlu diingat juga, meski tingkat kecerdasan otak bisa diturunkan dari gen, ini bukan berarti Anda sebagai orang tua bisa bersantai tanpa mengajarkan anak. 

Si kecil tetap perlu dididik, dibimbing, dan diasuh dengan baik agar kecerdasannya terasah.

Itu dia beberapa fakta menarik megenai kondisi psikologis anak yang terlalu pintar. Untuk tahu informasi unik mengenai kesehatan atau psikologis lainnya, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar