Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Suka Memainkan Makanan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak Suka Memainkan Makanan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kadang suka “gemas” dan kesal saat anak memainkan makanannya. Kenapa, ya, mereka senang begitu? Apa sebagai orang tua kita hanya bisa memakluminya?

Bicara soal anak dan makanan, tak melulu soal susah makan atau picky eater. Ada juga anak yang tetap buka mulut, tetapi sebagian makanannya dibuat menjadi mainan dan eksperimen yang bikin geleng-geleng kepala!

Sebagai orang tua, rasanya kesal dan lelah melihat anak memainkan makanan yang sudah dibuat dengan susah payah. Apa, sih, yang menyebabkan anak suka memainkan makanannya?

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Anak Memainkan Makanannya

Tentunya Anda ingin mengetahui apa penyebab kebiasaan tersebut. Adapun beberapa faktor penyebab anak suka sekali main-main dengan makanan mereka, antara lain:

  • Memang Proses Belajar dan Bermain Mereka

Gracia Ivonika, M. Psi., Psikolog mengatakan, “Sampai usia kanak-kanak awal, yaitu 5-6 tahun, itu merupakan masa-masa penting untuk perkembangan sensorinya. Pada masa ini, anak melakukan eksplorasi dengan mengembangkan kemampuan panca indra mereka. Salah satunya adalah eksplorasi rasa dan sentuhan, merasakan, dan membedakan berbagai tekstur melalui makanan.”

  • Tanda Anak Anda Pintar!

Menurut sebuah studi dari University of Iowa di Amerika Serikat, anak yang suka main-main dengan makanannya sebenarnya adalah hal bagus. Tandanya, anak sedang belajar sambil bermain dengan makanannya.

Bahkan, anak-anak yang makan dengan berantakan berpotensi menjadi pembelajar yang lebih baik dan lebih cepat di masa mendatang!

Jurnal Developmental Science mengamati 72 balita yang diberikan oatmeal, saus apel, dan susu. Anak-anak yang mengotori tangan mereka dengan ketiga makanan tersebut ternyata mampu mempelajari kata-kata dengan lebih cepat daripada yang makannya rapi!

Artikel Lainnya: Resep dan Manfaat Banana Bread Sebagai Camilan untuk Bayi

  • Tidak Suka dengan Makanan yang Anda Buat

Makanan yang dirasa sudah cukup enak oleh orang dewasa, belum tentu berlaku sama untuk anak-anak. Ketika si anak lebih banyak meremas dan melempar makanannya ketimbang memasukkannya ke dalam mulut, itu bisa saja menandakan ia dia kurang berselera dengan makanan yang Anda buat.

  • Takut dengan Makanan Baru

Coba perhatikan lagi kebiasaan si kecil. Apakah hal tersebut hanya terjadi ketika Anda sedang menyajikan makanan baru? Jika iya, ada kemungkinan dia takut untuk mencoba makanan itu!

Mengenalkan anak pada makanan baru merupakan cara agar mereka bisa menyukai berbagai macam hal. Ketika anak tidak menyukai atau takut pada makanannya, itu adalah hal yang wajar.

  • Memang Sedang Tidak Lapar

Meski sudah jam makannya, ada kalanya anak masih merasa kenyang, apalagi jika sebelumnya sempat minum susu atau ngemil yang manis-manis. Memberikannya makanan lain kepada mereka akhirnya dianggap sebagai menawarkan sebuah mainan.

Artikel Lainnya: 10 Tips Menghadapi Anak Sulit Makan

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Atasi Anak yang Suka Main-Main dengan Makanannya?

Meski beberapa faktor di atas termasuk alasan yang positif, bukan berarti orang tua terus-menerus memaklumi dan membiarkannya, lho.

Apalagi jika perilaku main yang dimaksud sudah berlebihan, misalnya melempar makanan ke orang lain hingga melemparkannya ke dinding. Orang tua tetap harus mengajarkan langkah-langkah baik agar perilaku tersebut tidak awet sampai mereka besar.

“Lagi pula, ketika anak sudah berada di usia 5 tahun ke atas, sebenarnya anak sudah bisa dilatih untuk lebih konsisten makan pakai sendok dan memasukkan ke mulut,” kata Psikolog Gracia.

Artikel Lainnya: Makanan yang Dilarang dan Dianjurkan untuk Anak ADHD

Adapun beberapa cara agar kebiasaan anak memainkan makanannya bisa berkurang, yaitu:

  • Sama-sama makan di meja makan, bukan tempat lain seperti kamar tidur atau ruang televisi. Bantu anak memahami perilaku yang tepat saat makan.
  • Anak main-main dengan makanannya karena ingin melatih stimulasi sensorinya. Untuk mengatasi hal itu, orang tua perlu menyediakan fasilitas (benda-benda lain yang aman dan waktu bermain khusus), agar dia tak hanya fokus kepada makanannya.
  • Selera anak dan kesediaannya untuk mencoba makanan yang berbeda terus berubah. Jadi, tetap tawarkan makanan yang sama beberapa kali.

Agar tidak bosan, cobalah dibuat jadi bentuk dan ukuran yang lain. Metode memasak yang lain juga bisa dieksplorasi, dari yang tadinya hanya direbus, kini bisa dipanggang.

  • Selipkan atau olah sedemikian rupa makanan yang tidak si kecil suka ke dalam makanan favoritnya, apalagi jika itu berhubungan dengan sayur dan buah.
  • Sebelum dilempar atau dibuang-buang secara berlebihan, Anda bisa segera mengambil dan menyimpannya di tempat yang tidak bisa dia lihat. Dengan begitu, anak jadi menyadari bahwa perilakunya tidak baik dan menyebabkan makanannya hilang sehingga bikin lapar.

Kini Anda sudah tahu beragam penyebab kebiasaan anak memainkan makanan dan cara mengatasinya. Bila masih ada pertanyaan seputar perkembangan, pola asuh, serta kesehatan anak, konsultasi dengan psikolog dan dokter kami lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar