Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Efek Samping Vaksin COVID-19 Pfizer, Sakit Kepala hingga Mabuk

Efek Samping Vaksin COVID-19 Pfizer, Sakit Kepala hingga Mabuk

Suntik vaksin Pfizer di Inggris memicu reaksi alergi terhadap dua orang. Mengapa reaksi vaksin virus corona ini bisa terjadi? Berikut jawaban dokter.

Inggris telah memulai vaksinasi COVID-19 dengan vaksin yang dikembangkan Pfizer/BioNTech, Selasa (8/12). Vaksin Pfizer pertama kali diberikan pada seorang lansia 91 tahun, Margaret Keenan.

Di samping itu, Ratu Elizabeth II (94) beserta suaminya Pangeran Philip (99) dikabarkan juga akan menerima vaksinasi. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mendorong masyarakat setempat untuk melakukan vaksinasi. 

Meski begitu, baru-baru ini kabar tidak sedap datang. Diketahui, dua relawan mengalami reaksi alergi usai mendapatkan vaksin Pfizer.

1 dari 3 halaman

Efek Samping Vaksin COVID-19 Pfizer

Dilansir Reuters, regulator Pengobatan Inggris melarang warganya yang memiliki riwayat alergi serius atau signifikan untuk disuntik vaksin Pfizer. Perintah itu muncul ketika terdapat dua orang yang menunjukkan reaksi alergi setelah divaksin. 

Dua orang yang diketahui merupakan staf Layanan Kesehatan Nasional itu nyatanya memiliki riwayat alergi yang parah. Dengan menimbang kondisi tersebut, larangan langsung diberikan pada warga yang memiliki kondisi serupa. 

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab timbulnya reaksi alergi tersebut. Pihak Pfizer sendiri mengatakan orang dengan riwayat alergi parah terhadap vaksin atau bahan calon vaksin telah dikeluarkan dalam uji klinis terakhir. 

Reaksi alergi disebut kemungkinan disebabkan oleh komponen vaksin Pfizer bernama  polietilena glikol (PEG) yang membantu menstabilkan suntikan. PEG diketahui tidak terdapat pada jenis vaksin lainnya. 

Artikel lainnya: Membandingkan Efek Samping Vaksin Virus Corona yang Tengah Diuji

“Sementara ini disarankan orang dengan riwayat reaksi alergi berat untuk tidak diberikan vaksin ini, atau dikenal dengan reaksi anafilaksis,”  dr. Alvin Nursalim, Sp. PD. menanggapi. 

Anafilaksis adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh yang bisa saja mengancam jiwa. Sementara menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, anafilaksis dapat menyebabkan tenggorokan bengkak, kesulitan bernapas, dan kesulitan menelan.  

“Seiring dengan pemantauan berlanjut, tidak menutup kemungkinan ada imbauan lanjutan. Semua tergantung dari temuan di lapangan,” imbuhnya. 

Temuan reaksi ini memengaruhi kebijakan beberapa negara. Otoritas Amerika Serikat, misalnya, diminta mempertimbangkan ulang rencana vaksinasi menggunakan produk Pfizer.

Moncef Slaoui, pelopor pengembangan vaksin pemerintah AS, berharap reaksi alergi di Inggris bisa dipertimbangkan dalam proses otorisasi di AS.

Untuk sementara, orang dengan reaksi alergi parah tidak boleh menerima vaksin Pfizer sampai ditemukan solusi efek sampingnya.

Artikel lainnya: Wajib Tahu, Ini 5 Vaksin yang Ditanggung BPJS Kesehatan!

2 dari 3 halaman

Alasan Timbulnya Efek Samping yang Berbeda-beda dari Vaksin Pfizer

Vaksin virus corona Pfizer selama ini tergolong unggul karena memiliki efektivitas sampai 95 persen. Vaksin ini menggunakan teknologi baru yang belum pernah digunakan dalam vaksinasi manusia sebelumnya, yakni messenger-RNA (mRNA). 

Dalam tahapan uji, beberapa relawan mengaku mengalami beberapa efek samping. Sebagai contoh, Glenn Deshield (44) relawan asal Texas yang merasakan efek samping seperti mabuk berat setelah disuntik vaksin. 

Ada Carrie (45), asal Missouri, yang mengklaim menderita sakit kepala, demam, dan nyeri tubuh setelah suntikan pertama. Efek samping yang dirasakan justru memburuk selepas suntikan kedua. 

“Setiap orang memiliki respons terhadap vaksin yang berbeda-beda. Layaknya reaksi alergi bisa ada yang ada, bisa ada yang tidak mengalami,” tutur dr. Alvin.

“Perbedaan sistem imun seseorang sangat bervariasi karena itu responsnya juga bisa berbeda,” dia menambahkan. 

Vaksinasi memang salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran corona. Namun, sebelum mendapatkan vaksin dan dipastikan aman, tetaplah memakai masker, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan.

Yuk, dapatkan informasi ter-update mengenai vaksin virus corona di Indonesia dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar