Covid-19

5 Fakta Vaksin COVID Pfizer untuk Balita dan Anak 5-11 Tahun

Siti Putri Nurmayani, 28 Des 2022

Ditinjau oleh dr. Dyah Novita

Balita dan anak usia 5-11 tahun sudah boleh mendapatkan vaksin COVID-19 Pfizer. Ini 5 fakta vaksin Pfizer untuk balita dan anak yang perlu diketahui.

5 Fakta Vaksin COVID Pfizer untuk Balita dan Anak 5-11 Tahun

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memberi izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Comirnaty Children untuk anak usia 6 bulan hingga 4 tahun serta anak berusia 5-11 tahun. Vaksin Cominarty Children dikembangkan oleh perusahaan farmasi, Pfizer-BioNtech.

Disampaikan dr. Dyah Novita Anggraini, pemberian vaksin COVID-19 pada balita dan anak 5-11 tahun dapat melindungi si kecil dari paparan infeksi SARS-CoV-2.

“Jika pun anak terpapar virus corona, gejala yang dialami tidak separah anak yang belum divaksinasi,” katanya.

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menjelaskan bahwa vaksin Comirnaty Children memiliki formulasi dan kekuatan yang berbeda dengan vaksin Pfizer untuk remaja dan dewasa. Karenanya, vaksin ini tidak dapat diberikan kepada anak usia 12 tahun ke atas.

Di bawah ini sederet fakta mengenai vaksin Pfizer untuk balita dan anak usia 5-11 tahun yang perlu Mama-Papa ketahui:

1. Vaksin Pfizer Mengandung mRNA

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, vaksin COVID Pfizer untuk anak usia 6 bulan hingga 11 tahun mengandung messenger ribonucleic acid (mRNA).

Molekul mRNA sintetis ini berperan membawa potongan protein lonjakan yang berasal dari permukaan virus SARS-CoV-2. Coronavirus menggunakan protein lonjakan untuk memasuki sel tubuh manusia dan membuatnya lebih menular.

Nantinya, protein lonjakan yang dibawa mRNA memicu sistem kekebalan tubuh anak menghasilkan antibodi (pelindung). Dengan begitu, anak Mama-Papa berisiko lebih kecil terkena maupun mengalami gejala parah akibat infeksi COVID-19.

2. Kandungannya Beda dengan Vaksin COVID Pfizer Dewasa

Vaksin Pfizer untuk anak di bawah 5 tahun hingga 11 tahun mengandung penstabil gula dan asam. Penstabil gula dan asam bekerja untuk membantu menjaga kestabilan molekul vaksin hingga siap diberikan kepada anak.

Penstabil gula dan asam mengandung dibasic sodium phosphate dihydratemonobasic potassium phosphate, kalium klorida, natrium klorida, dan sukrosa.

Komponen vaksin Comirnarty Children tersebut berbeda dengan vaksin Pfizer dewasa. Untuk menstabilkan molekul vaksin, Pfizer dewasa menggunakan perpaduan garam dan gula yang terdiri dari sukrosa, tromethamine, dan trometamin hidroklorida.

3. Tiga Dosis untuk Balita

Tiga Dosis untuk Balita

Vaksin Pfizer untuk anak usia 6 bulan hingga 4 tahun diberikan sebanyak tiga dosis. Setiap dosisnya sebesar 3 mcg/0,2 mL.

Jarak pemberian vaksin Pfizer dosis pertama dengan kedua, yaitu tiga minggu. Lalu, delapan pekan setelah pemberian dosis kedua, balita Mama-Papa baru bisa memperoleh dosis ketiga vaksin Comirnarty Children.

Sementara itu, untuk anak usia 5-11 tahun, vaksin Comirnarty Children diberikan sebanyak dua dosis. Setiap dosisnya sebesar 10 mcg/0,2 mL. Vaksin Pfizer dosis kedua diberikan tiga pekan setelah anak menerima dosis pertama.

4. Telah Teruji Aman dan Efektif

BPOM telah melakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat, dan mutu dari vaksin Comirnaty Children. Berdasarkan hasil penelitian, vaksin Pfizer aman digunakan untuk balita dan anak berusia 5-11 tahun.

Menurut Food and Drug Administration, (FDA), AS, tiga dosis vaksin Pfizer untuk balita bisa menghasilkan tingkat antibodi serupa orang dewasa muda yang telah divaksinasi Pfizer.

Vaksin Comirnarty Children diperkirakan 51 persen efektif dalam mencegah COVID-19 pada bayi usia 6-23 bulan. Sedangkan pada anak usia 2-5 tahun, efektivitas vaksin berkisar 37 persen dalam mencegah infeksi COVID-19.

5. Timbulkan Efek Samping Ringan hingga Sedang

Anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun dilaporkan mengalami efek samping bergejala ringan hingga sedang setelah menerima vaksin Pfizer. Sebanyak 0,2 persen anak usia 6 bulan hingga kurang dari 2 tahun mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi serupa dialami 0,1 persen anak berusia 2-4 tahun.

Bayi usia 6 bulan hingga 3 tahun juga bisa mengalami efek samping, seperti mengantuk, kehilangan nafsu makan, dan menangis. Efek samping umumnya muncul dua hari setelah anak divaksinasi.

Artikel Lainnya: Apakah Anak Perlu Tes COVID-19 Sebelum Divaksin?

Vaksin Pfizer untuk balita dan anak usia 5-11 tahun bisa mencegah dan mengurangi tingkat keparahan infeksi COVID-19. Segera vaksinasi anak Mama-Papa ketika program vaksinasi untuk kelompok usia tersebut resmi diselenggarakan pemerintah, ya!

#JagaSehatmu dan keluarga dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Bila Mama-Papa punya pertanyaan seputar pemberian vaksin COVID-19 untuk anak, konsultasikan lewat fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. Unduh aplikasinya untuk memperoleh informasi seputar kesehatan anak lainnya.

(ADT/JKT)

coronavirus

Konsultasi Dokter Terkait