Kesehatan Anak

Apakah Anak Perlu Tes COVID-19 Sebelum Divaksin?

Aditya Prasanda, 21 Jan 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Tidak sedikit ayah dan bunda yang penasaran soal urgensi anak menjalani tes COVID sebelum divaksin. Ketahui faktanya lewat ulasan berikut.

Apakah Anak Perlu Tes COVID-19 Sebelum Divaksin?

Muncul informasi simpang siur yang menyebutkan vaksinasi pada anak positif COVID-19 tanpa gejala (OTG) dapat memicu respons imun berlebih. Hal ini disebut-sebut bisa menimbulkan gangguan kesehatan berat.

Kabar tidak sedap ini membuat banyak orangtua cemas. Tidak sedikit yang penasaran, apakah setiap anak perlu melakukan tes COVID sebelum vaksin?

Berikut fakta soal skrining virus corona dan vaksin COVID untuk anak yang perlu Anda tahu.

Perlukah Anak Tes COVID Sebelum Divaksin?

Disampaikan dr. Devia Irine Putri, hingga saat ini belum ada laporan soal efek samping vaksin pada pasien positif COVID-19 tanpa gejala, termasuk anak.

Karena itu, anak tidak perlu melakukan tes COVID sebelum divaksin. Skrining coronavirus hanya perlu dilakukan apabila anak memiliki gejala ataupun menjalin kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

Artikel Lainnya: Golongan Orang yang Jadi Prioritas Vaksin Booster COVID-19

Mengutip Healthy Children, anak-anak yang berkontak erat dengan pasien positif virus corona wajib menjalani pemeriksaan dengan antigen ataupun PCR. Mereka juga harus dikarantina, bahkan jika tidak memiliki gejala sama sekali.

Nantinya, bila hasil tes COVID anak negatif, pemeriksaan akan dilakukan kembali dalam 5-7 hari setelah kontak terakhir dengan pasien terjangkit SARS-CoV-2.

Skrining dapat dilakukan sesegera mungkin, apabila dalam rentang waktu tersebut anak menunjukkan gejala terinfeksi coronavirus.

Ketentuan ini juga berlaku bagi anak yang telah mendapatkan vaksin dua dosis dan tidak memiliki gejala, namun melakukan kontak erat dengan penderita COVID-19.

Syarat Vaksin COVID untuk Anak Lainnya

Syarat vaksin COVID untuk anak lainnya, yaitu vaksinasi bagi anak dengan penyakit bawaan (komorbid) hanya bisa dilakukan setelah memperoleh rekomendasi dari dokter yang merawat.

Artikel Lainnya: Daftar Orang yang Tidak Dapat Menerima Vaksin Booster

Bagi anak yang tidak memiliki komorbid namun mengalami demam atau sakit, imunisasi COVID dapat ditunda. Ketika anak sudah sehat, vaksinasi sebaiknya segera dilakukan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, vaksinasi tetap menjadi cara paling ampuh dan efektif untuk melindungi anak dari penularan virus corona.

Apabila suatu saat anak yang telah divaksinasi terinfeksi SARS-CoV-2, gejala yang ditimbulkannya pun bersifat lebih ringan. Hal ini dibandingkan dengan anak yang tidak divaksin.

Vaksin COVID juga bermanfaat meminimalkan penularan coronavirus dari anak ke orang lain. Karena itu, segera lakukan vaksinasi pada anak Anda. Sebab, manfaat yang didapatkan dari vaksin COVID-19 jauh lebih besar dibanding risiko yang ditimbulkannya.

Masih menukil CDC, vaksinasi COVID untuk anak sebagian besar hanya menimbulkan efek samping bersifat ringan, Efek samping yang dimaksud seperti rasa nyeri di area bekas suntikan, sakit kepala, nyeri otot, dan demam ringan. Efek samping tersebut dapat hilang dengan sendirinya dalam hitungan hari.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar vaksinasi COVID-19 untuk anak, konsultasi lebih cepat lewat Live Chat dokter anak di aplikasi KlikDokter.

(FR/JKT)

Referensi:

Pandemic Talks. Diakses 2022. Apakah Anak Perlu Melakukan Tes COVID-19 Sebelum Divaksin.

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses 2022. 10 Things to Know About the COVID-19 Vaccine for Children.

Healthy Children – American Academy of Pediatrics. Diakses 2022. COVID-19 Testing and Kids: What you Should Know.

Ditinjau oleh dr. Devia Irine Putri

virus corona
Kesehatan Anak
swab test