Sukses

Dampak Poligami terhadap Hubungan Ayah dan Anak

Poligami tak hanya berefek pada istri yang dimadu. Hubungan ayah dan anak juga bisa ikut terganggu. Jadi, apa saja dampak poligami ke anak?

Poligami masih menjadi pro dan kontra di Indonesia. Meski tidak memiliki data pasti, situasi permaduan tidak bisa dikatakan sedikit. Bahkan, ada pria yang terang-terangan mengekspos kehidupan poligaminya.

Kondisi ini tentu berpotensi meninggalkan sejumlah masalah, baik sosial, ekonomi, hingga psikis. Ya, faktanya, tak hanya pada istri yang dimadu, hubungan ayah dan anak juga bisa ikut terganggu akibat poligami. Jadi, apa saja dampak poligami ke anak?

1 dari 3 halaman

Poligami dan Hubungan Ayah-Anak

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M. Psi., dampak poligami ke anak sebenarnya bermacam-macam. 

Pertama, anak bisa saja merasakan kurangnya kasih sayang dari ayah. Alhasil mereka akan mencari perhatian dalam bentuk lain, seperti perilaku berisiko. Misalnya, anak menjadi malas belajar atau melampiaskannya dalam perilaku-perilaku nakal di sekolah. 

Dalam jurnal Family Studies (2015), anak dari keluarga poligami cenderung memiliki pemahaman akademik yang lebih rendah daripada anak keluarga monogami.

Di sisi lain, anak juga bisa memiliki trust issue atau masalah kepercayaan dengan sang ayah serta sosok dewasa lainnya. Akibatnya, hubungan ayah dan anak yang tadinya dekat bisa menjadi renggang, kaku, tidak saling terbuka, dan lain sebagainya. 

Artikel lainnya: Manfaat Poligami untuk Kesehatan

Tidak hanya sampai di situ, poligami juga bisa memberikan dampak jangka panjang pada anak.  

“Jika ayahnya ini adalah role model-nya, maka si anak bisa meniru ayahnya. Si anak pun merasa berpoligami sah-sah saja dilakukan,” jelas Ikhsan.  

Hal yang lebih mengkhawatirkan akan terjadi saat ayah tidak berlaku adil kepada ibu anak. Sebab, anak akan menganggap itu merupakan hal yang wajar.

Di sisi lain, anak dari keluarga poligami akan mengalami efek melemahnya kemampuan interpersonal. Maksudnya, anak akan menjadi takut terlibat dalam sebuah komitmen, termasuk pernikahan. 

Muncul perasaan malu atau ragu pada pasangan karena pengalaman terlibat dalam keluarga poligami yang telah dialami anak sebelumnya. Hasilnya bisa muncul ketidakinginan anak untuk percaya dan berbagi kepercayaan pada pasangan mereka. 

Artikel lainnya: Pertanyaan yang Sering Diajukan Anak Saat Ortunya Bercerai

2 dari 3 halaman

Ayah, Begini Cara Menyikapinya

Dampak poligami ke anak pada dasarnya akan selalu ada dan jarang bisa dihindari sama sekali. Sebab, biasanya anak akan cenderung menolak saat orang tua mereka memutuskan untuk poligami. 

Oleh karena itu, para ayah perlu melakukan beberapa hal supaya dampak poligami bisa diminimalkan. 

Psikolog Ikhsan menyebut, sebaiknya anak tumbuh di lingkungan yang sehat. Dalam artian, sang ayah tetap menunjukkan perhatian dan kasih sayang ke istri dan anaknya.

“Jika memang terpaksa poligami, jelaskan bahwa poligami dilakukan ada alasannya. Ini dilakukan agar anak bisa memahaminya dan tidak mengartikannya dengan salah,” saran Ikhsan. 

Dalam beberapa literatur psikologi disebutkan, anak dikatakan memiliki hubungan dekat dengan orang tua jika terjadi suatu hubungan yang memiliki kejujuran serta penghargaan.

Hubungan yang baik,  antara ayah dan anak, terjadi bila di dalamnya terdapat komunikasi yang baik.

Itu sebabnya, jangan batasi komunikasi Anda dengan anak. Berikan waktu dan dengarkan isi hati mereka dengan saksama. Dengan cara-cara di atas, bukan tidak mungkin dampak poligami pada hubungan ayah dan anak bisa diminimalkan.

Jika Anda masih ingin bertanya seputar cara mengatasi masalah poligami yang dialami? Jangan segan untuk bertanya langsung kepada psikolog melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar