Sukses

Waspada Penularan Virus Corona di Pengungsian Banjir

Tingginya curah hujan membuat beberapa daerah berpotensi terdampak banjir. Tempat pengungsian menjadi sorotan, karena rawan menjadi klaster baru penularan virus corona.

Baru-baru ini hujan lebat menyebabkan banjir di Jakarta dan Jawa Barat. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat juga telah menetapkan status darurat banjir selama 14 hari.

Hujan lebat terkini berkaitan dengan La Nina, sebuah fenomena cuaca yang ditandai dengan meningkatnya curah hujan. Diperkirakan, curah hujan kali ini 40 persen lebih tinggi daripada biasanya sehingga rawan menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan terdampak La Nina setidaknya sampai akhir Februari 2021. Oleh karena itu, beberapa daerah telah dan sedang mempersiapkan tempat pengungsian untuk mengantisipasi dampak banjir.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam keterangan persnya mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama di pengungsian. Sebab tempat pengungsian banjir dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran virus corona jika tidak diantisipasi dengan baik.

Artikel Lainnya: Bisakah Virus Corona Menyebar Melalui Air Banjir?

1 dari 3 halaman

Mengapa Tempat Pengungsian Banjir Rentan Penularan Virus Corona?

dr. Devia Irine Putri menjelaskan, tempat pengungsian banjir memang sangat rawan menjadi lokasi penularan virus corona.

“Mengingat jaraknya terlalu dekat antara pengungsi saat di tenda pengungsian,” kata dr. Devia.

Berada di lokasi pengungsian banjir membuat siapa pun sulit menerapkan protokol kesehatan. Sebab, di sana akan banyak warga yang mengungsi dan menggunakan fasilitas bersama-sama.

Selain itu, Wiku menjelaskan beberapa kondisi lain yang membuat seseorang di pengungsian banjir lebih rentan tertular COVID-19. Misalnya, saat kebersihan dan sirkulasi udara di lokasi pengungsian tidak terjaga dengan baik.

Akibatnya, tempat tersebut tidak cukup melindungi masyarakat dari berbagai penyakit umum di musim hujan, seperti diaredemam berdarahtifuskusta, serta penyakit kulit. Semua penyakit itu dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga pengungsi lebih rentan terjangkit virus corona.

Artikel Lainnya: 5 Penyakit yang Sering Muncul Usai Banjir

2 dari 3 halaman

Tips Tetap Sehat di Pengungsian Banjir selama Pandemi Virus Corona

Meski tempat pengungsian rawan menjadi klaster COVID-19, setidaknya masih ada beberapa cara untuk menurunkan risiko tertular virus mematikan tersebut.

Berikut merupakan tips dari dr. Devia agar tetap sehat selama di tempat pengungsian banjir:

1. Jaga Jarak dengan Pengungsi Lain

Warga biasanya akan berjejal satu sama lain di tempat pengungsian, karena keterbatasan lahan yang tersedia. Namun, mengingat penularan COVID-19 di Indonesia masih tinggi, perlu ada strategi khusus supaya warga bisa tetap menjaga jarak satu sama lain.

Selain itu, para pengungsi juga sebisa mungkin tidak berkerumun. Usahakan untuk tidak berkomunikasi dalam kelompok.

2. Gunakan Masker dengan Benar

Menurut dr. Devia, para pengungsi disarankan untuk memakai masker kain tiga lapis, dan masker medis bagi yang sedang sakit.

Penting juga diingat untuk menggunakan masker dengan benar, seperti, menutupi hidung, dagu, dan sampingnya. Pengungsi juga tidak diperkenankan untuk memakai masker di dagu.

Ukuran masker pun perlu diperhatikan. Sebaiknya tidak mengenakan masker yang kebesaran atau terlalu sempit.

3. Jaga Kebersihan Diri

Beberapa jenis penyakit bisa muncul saat banjir. Umumnya akibat bakteri, virus, dan mikroorganisme lain yang berkembang biak di genangan banjir.

Oleh karena itu, penting bagi para pengungsi untuk menjaga kebersihan diri supaya terhindar dari ragam penyakit khas banjir. Salah satu caranya adalah rajin mencuci tangan dengan sabun.

4. Bertanggung Jawab Menggunakan Fasilitas Umum

Fasilitas umum yang tersedia di lokasi pengungsian biasanya sangat terbatas. Alhasil, banyak warga silih berganti menggunakan fasilitas yang itu-itu saja.

Dengan demikian, penting bagi setiap pengungsi banjir untuk bertanggung jawab menjaga kebersihan fasilitas umum setelah digunakan.

“Gunakan fasilitas umum, misalnya kamar mandi dan dapur dengan bertanggung jawab. Jika perlu, buat jadwal pembersihan atau disinfeksi secara berkala,” ungkap dr. Devia

5. Terapkan Pola Makan Sehat

Pengungsi harus berupaya mengonsumsi makanan dengan teratur dan memenuhi kebutuhan gizi setiap hari, agar tubuh tetap fit. Jika perlu, konsumsilah vitamin tambahan, semisal vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, penularan virus corona di tempat pengungsian banjir dapat diminimalkan.

Anda bisa menggunakan layanan LiveChat 24 jam jika butuh bantuan dokter untuk mendeteksi ada/tidaknya gejala virus corona. Anda juga bisa mengunduh aplikasi KlikDokter untuk bisa tahu tentang fakta medis lainnya.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar