Sukses

Sering Menangis, Hati-hati Bayi Alami Stres!

Apa bayi Anda sering menangis di luar kebiasaan dan pola tidurnya berubah? Jangan dibiarkan, mungkin si kecil sedang mengalami stres!

Siapa sangka, bayi yang lucu dan menggemaskan ternyata bisa juga mengalami stres. Hal ini biasanya disebabkan oleh berbagai faktor yang harus diketahui para orang tua.

Stres pada bayi tidak boleh Anda biarkan, karena bisa berpengaruh pada perkembangan otaknya. 

Untuk itu, kenali berbagai tanda bayi stres beserta penyebab dan cara menanganinya berikut ini agar si kecil tumbuh sehat dan ceria!

1 dari 4 halaman

Tanda-Tanda Bayi Alami Stres

Inilah beberapa gejala yang dapat menandakan bayi sedang stres. Coba perhatikan, apakah tanda-tanda berikut kerap dialami bayi Anda?

  1. Menangis Lebih Sering

Frekuensi menangis yang meningkat adalah salah satu tanda utama yang paling umum bila bayi sedang stres. 

Reaksi ini bisa menjadi sinyal kalau bayi sedang tidak enak badan, tidak nyaman, atau membutuhkan sesuatu.

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A, ketika bayi menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan maka bisa jadi pertanda stres. Anda perlu segera mencari tahu penyebabnya.

  1. Perubahan Pola Tidur

Stres yang dialami bayi bisa mengubah pola tidurnya. Bayi mungkin bisa tetap terbangun lebih lama dari biasanya dan menangis.

  1. Tidak Ada Kontak Mata

Bila biasanya bayi sering menatap Anda dan melakukan kontak mata lalu tiba-tiba menghindar, mungkin ia sedang mengalami stres. 

Dalam beberapa kasus, kurangnya kontak mata dapat menandakan gangguan spektrum autisme atau kerusakan penglihatan.

Artikel Lainnya: Kenali 4 Gangguan pada Bayi Jika Ibu Mengalami Trauma Saat Hamil

  1. Kebiasaan Makan Berubah

Selain mengganggu pola tidur, stres juga bisa mengubah perilaku bayi ketika makan. Ada yang jadi suka makan terlalu banyak, namun ada yang justru tidak nafsu makan.

Stres pun dapat menyebabkan masalah perut dan umumnya muncul juga gejala gangguan pencernaan. 

Ketika bayi tidak mau makan, Anda tetap perlu mencari tahu juga apa ada penyakit tertentu atau konstipasi

Lalu, saat bayi mulai memasuki tahapan makan makanan padat setelah ASI, ia mungkin bisa saja menolak asupan baru tersebut karena masih ingin menyusu.

  1. Kurang Ekspresi Wajah

Ketika stres, bayi bisa terlihat kurang ekspresif. Anda dapat merasakan kurangnya emosi yang ditunjukkan pada wajah bayi.

“Bayi yang stres bisa bersikap apatis, misalnya diajak bermain namun bayi tidak merespons,” ujar dr. Reza. 

Artikel Lainnya: 7 Dampak Stres pada Ibu Hamil

2 dari 4 halaman

Apa Penyebab Bayi Bisa Stres?

Segala hal yang bayi lihat, dengar, dan rasakan memainkan peranan penting dalam respons yang ditunjukkannya. 

Umumnya, stres pada bayi berkaitan dengan emosi negatif di sekitarnya atau penyakit. Berikut ini beberapa hal yang bisa jadi penyebab bayi sedang stres.

  1. Rasa sakit: hal ini membuat bayi stres dan tidak nyaman secara fisik. Terdapat berbagai keluhan yang bisa dialami, mulai dari masalah pencernaan hingga penyakit yang serius.
  2. Kurang perhatian: bonding (ikatan) yang kurang dengan orang tua atau caregiver bisa membuat bayi berpotensi alami stres. Ia akan menangis bila merasa diabaikan.
  3. Pemberian makan tidak teratur: dr. Reza menjelaskan, kalau bayi lapar atau haus namun tidak kunjung diberikan, ia akan menangis. Tangisan itu biasanya jadi tanda kalau bayi sudah ngambek dan nantinya bisa stres.
  4. Lingkungan baru: bila bayi ada di lingkungan baru tanpa kehadiran orang terdekatnya, ia bisa stres. 

Selain itu, pertengkaran dalam keluarga di sekitar bayi juga bisa memicu stres padanya, misalnya terlihat dari tangisannya saat kejadian.

“Lalu, sesuatu yang mengganggu bayi, misalnya suara bising, situasi tidak nyaman, dan dimarahi pun bisa bikin ia stres,” kata dr. Reza.

  1. Ibu sedang stres: bila ibu yang merawatnya sedang stres, bayi bisa merasakan emosi yang muncul tersebut. Dampaknya, bayi pun mungkin bisa ikut stres.

Menurut studi Stress impairs cognitive flexibility in infants, selain faktor genetik, nutrisi, dan penyakit tertentu, interaksi atau pengalaman bayi bersama orang-orang di sekitarnya dapat memengaruhi perkembangan otaknya.

Bila tidak ada faktor psikologis namun bayi tetap menangis dan rewel terus-menerus, lebih baik periksakan ke dokter anak untuk diketahui penyebab pastinya. 

Artikel Lainnya: 5 Kondisi yang Membuat Anak Stres di Rumah

3 dari 4 halaman

Tips Menangani Bayi yang Stres

Jangan panik, ada beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menangani dan menenangkan si kecil yang sedang stres. Menurut American Academy of Pediatrics, Amerika Serikat, ini dia cara-caranya:

  • Selimuti bayi dengan kain atau selimut yang lembut, agar bayi merasa aman dan nyaman.
  • Gendong bayi sambil berjalan-jalan kecil. Usap perlahan punggungnya. Bila bayi tertidur, baringkan dengan posisi telentang.
  • Mainkan musik yang bernada lembut dan menenangkan.
  • Ganti popoknya bila kotor atau basah.
  • Coba beri bayi makanannya, tapi jangan memberi terlalu banyak.

Untuk menghindari stres pada bayi, berikan perhatian dan kasih sayang. Sentuhlah bayi dengan lembut dan biarkan ia dekat dengan Anda. Lalu, jangan abaikan tangisannya.

“Cegah stres pada bayi dengan menghindari berbagai penyebab tadi. Lakukan pemberian nutrisi dengan benar dan ketahui tanda bayi lapar. Jangan tunggu hingga bayi menangis,” saran dr. Reza.

“Rawatlah bayi dengan penuh kasih sayang, ajak tersenyum, bercanda, dan berikan dukungan emosional. Ungkapkanlah kata maaf pada bayi, ia sebenarnya bisa merasakannya.”

Dokter Reza menyarankan, usahakan jangan sampai bayi trauma. Berikan yang terbaik untuk anak, mulai dari lingkungannya, nutrisi, kebersihan, dan lainnya.

Ketika bayi menangis, jangan panik atau marah. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan sampai Anda cukup tenang, baru tangani bayi.

Yuk, buat si kecil tumbuh optimal dengan menghindari paparan stres di rumah. Kalau Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut seputar perawatan bayi, jangan ragu chat dokter lewat LiveChat dari Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar