Sukses

Makan Kepala Udang, Amankah untuk Kesehatan Tubuh?

Kepala udang menjadi bagian yang nikmat untuk disantap. Tapi, sebenarnya, boleh atau tidak dimakan bagian itu?

Menyantap udang yang diolah dengan cara dibakar, dijadikan udang balado, atau bahkan sekadar ditumis dengan sayuran, rasanya memang nikmat sekali. Saking enaknya, semua bagian tubuh udang termasuk kepalanya pun akan disantap.

Namun, apa boleh makan kepala udang? Bukannya kotor, ya? Daripada menerka-nerka, simak penjelasan dokter soal makan kepala udang berikut ini. 

1 dari 3 halaman

Benarkah Kepala Udang Tak Boleh Dimakan?

Soal ini, dr. Devia Irine Putri mengatakan tidak ada larangan untuk makan kepala udang. Bahkan bagian tubuh udang tersebut bisa digunakan untuk membuat masakan jadi lebih sehat dan lezat. 

"Boleh, kok, kalau dikonsumsi. Justru kepala udang mengandung banyak nutrisi, kaya akan protein dan lemak. Jadi, tidak heran sering dimanfaatkan jadi kaldu," ungkap dr. Devia Irine.

Meski lezat dan bernutrisi, namun jangan sampai mengonsumsi terlalu banyak juga. Sebab ada risiko kesehatan yang mengintai. 

"Tapi pastinya juga kita bijak dalam mengonsumsi kepala udang. Karena kepala termasuk bagian udang yang jika dikonsumsi berlebihan tidak baik. Ini dapat meningkatkan kolesterol tubuh juga. Jadi, meski bermanfaat sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsinya," saran dr. Devia Irine.

Artikel Lainnya: Pusing Usai Makan Udang, Alergi atau Kolesterol?

Di lain sisi, organisasi kesehatan The Spanish Food & Safety Agency asal Spanyol justru menyarankan hal berbeda. Organisasi ini menyarankan untuk tidak makan kepala udang karena berpotensi terpapar kadmium.

Kadmium adalah logam putih perak yang dapat mencemari kepala hewan laut serta menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal, paru-paru, dan tulang.

Organisasi tersebut memperingatkan masyarakat agar berhati-hati saat mengonsumsi kepala hewan laut, termasuk udang. 

Disarankan untuk tidak mengonsumsi kepala udang terlalu banyak agar risiko keracunan logam ringan yang menyebabkan diare parah atau sakit perut tidak terjadi. 

Artikel Lainnya: Minum Jeruk Setelah Makan Udang Sebabkan Kematian?

2 dari 3 halaman

Bahaya Konsumsi Udang Berlebihan

Selain keracunan logam, ada bahaya lain yang bisa terjadi saat mengonsumsi kepala udang terlalu banyak. 

Seperti kata dr. Devia di atas, udang mengandung tinggi kolesterol. Dalam satu porsi udang sebanyak 3 ons (85 gram) saja, sudah mengandung 166 mg kolesterol.

Jumlah ini 85 persen lebih banyak daripada jumlah kolesterol pada jenis makanan laut lain,misalnya ikan tuna.

Banyak penelitian mengatakan tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko untuk terkena penyakit jantung.

Selain kolesterol, udang juga bisa menyebabkan masalah alergi bagi beberapa orang. Alergi udang ini seringkali disebabkan karena adanya protein tropomyosin yang dianggap alergen oleh sistem imun tubuh. 

Gejala alergi udang bervariasi, antara lain seperti  "kesemutan" di mulut, masalah pencernaan, hidung tersumbat, atau bahkan gatal-gatal di kulit. 

Beberapa orang dengan alergi udang juga berisiko mengalami reaksi anafilaksis. Reaksi ini sifatnya bisa tiba-tiba dan berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Jika Anda punya alergi tersebut, sebaiknya hindari makan udang agar risiko di atas bisa dicegah. 

Apabila masih ada pertanyaan lebih lanjut tentang makan kepala udang, jangan ragu ajukan pertanyaan ke dokter. Untuk lebih praktisnya, konsultasi online lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar