Sukses

Hasil Tes IQ Rendah Belum Tentu Anak Tidak Cerdas

Hasil tes menunjukkan IQ anak rendah? Ayah dan Bunda tak boleh langsung memarahi anak, ya. Lebih baik lakukan hal-hal ini jika hal tersebut terjadi pada si buah hati.

Tes IQ (Intelligence quotient) memang masih dijadikan standar dari beberapa instansi untuk mengukur kecerdasan anak, terutama bila ia hendak masuk ke jenjang pendidikan tertentu.

Makin tinggi angkanya, si anak akan dianggap jenius. Sedangkan jika angkanya rendah, si anak akan dianggap bodoh.

Saat kedapatan IQ anak rendah, orang tua sebaiknya tidak langsung kecewa, mencela, apalagi memarahi si kecil. Apalagi, jika kondisi si buah hati tergolong sehat dan normal.

Hasil Tes IQ Anak Rendah Bukan Patokan Utama

Faktanya, hasil tes IQ bukanlah patokan kecerdasan anak. Para ahli psikologi ternyata meyakini bahwa ada banyak komponen yang membuat seseorang pintar alias tak mesti terpaku pada hasil tes IQ anak.

Tes IQ bahkan dianggap kurang maksimal dan tak adil untuk orang-orang atau anak yang mengedepankan kreativitas, empati, kemampuan sosial, kecerdasan spiritual, serta karakter.

Kecerdasan anak sangat kompleks dan mudah berkembang. Karena itulah, Ikhsan Bella Persada, M.Psi.,Psikolog juga menyetujui bahwa hasil tes IQ bukanlah penentu utama kecerdasan seseorang.

Hasil tes IQ umumnya juga bisa berubah-ubah. Dan memang ada aspek lain yang lebih menonjol dari diri seorang anak, sehingga hal tersebutlah yang pada akhirnya membawa dia untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Artikel Lainnya: Benarkan Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ibu?

1 dari 3 halaman

Alasan Orang Tua Tak Perlu Marah saat Hasil IQ Anak Rendah

Memarahi anak untuk hasil yang tidak sesuai ekspektasi itu sebenarnya berdampak tidak baik untuk perkembangannya ke depan.

Menurut Psikolog Ikhsan, ketika Anda memarahi anak dengan hasil tes IQ yang buruk, itu sama saja tidak menghargai usaha mereka sama sekali.

“Sekali lagi, IQ anak rendah itu bukan patokan utama. Jika anak dalam keadaan normal dan sehat tetapi hasil IQ-nya mengecewakan, bukan berarti dia bodoh dan pemalas. Karena setiap anak punya kecerdasan dan kemampuannya masing-masing,” jelas Ikhsan.

“Saat orang tua memarahi anak karena malu dengan hasil IQ miliknya yang lebih jelek daripada teman-teman sebayanya, kepercayaan diri si anak justru akan sangat menurun. Si anak akan memandang dirinya sendiri sebagai seseorang yang tidak bisa apa-apa atau tidak cerdas,” sambungnya.

Akibat dari hal tersebut, masa kecil atau masa muda yang harusnya dipenuhi dengan rasa percaya diri dan rasa berani untuk mengeksplorasi segala bidang bisa saja terhambat.

“Itu semua karena orang tuanya sendiri tidak memahami dan tidak mendukungnya. Si anak bisa menjadi kehilangan arah dan merasa tidak berguna,” tutur Ikhsan.

Tahukah Anda, faktor kecerdasan anak juga dipengaruhi oleh kondisi genetik? Jadi, saat hasil tes IQ anak rendah, bisa saja dulu Anda juga seperti itu. Hanya saja, Anda lupa karena sudah terlalu lama.

Kalau memang kenyataanya dulu hasil tes Anda kurang baik, namun sekarang bisa bekerja dan sukses-sukses saja karena ketekunan maupun kerja keras, maka tak ada alasan untuk malu dan kecewa berlebihan terhadap tes IQ anak rendah, bukan?

Lingkungan pun membentuk kecerdasan seseorang, lho. Sehingga, Ayah dan Bunda sebaiknya tidak menumpahkan kesalahan dan kekesalan hanya pada buah hati. Introspeksi bersama sangat diperlukan dalam kondisi ini demi perkembangan si anak.

Artikel Lainnya: Anak Cerdas vs Anak Pintar, Mana Lebih Baik?

2 dari 3 halaman

Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua saat Hasil Tes IQ Anak Rendah

Jika hasil tes IQ anak rendah akibat adanya gangguan metabolik, hipotiroidisme, sindrom down, sindrom Fragile-X, sindrom Prader-Willi, dan masalah genetik lainnya, orang tua perlu membawa si Kecil untuk periksa lebih lanjut ke dokter.

Namun, apabila anak dalam keadaan normal, tidak memiliki spektrum atau gangguan apa pun dan hasil tes IQ miliknya tidak tinggi, beberapa hal yang disarankan oleh Psikolog Ikhsan sebagai cara solusinya adalah sebagai berikut:

  • Pahami Kemampuan Anak

Pahami dan cari tahu kesulitan maupun kemampuan si anak.

“Setelah tahu kekuatan dan kelemahan anak di bidang apa, orang tua perlu fokus di kekuatannya dan mencari kegiatan yang dapat meningkatkan kelemahannya itu,” saran Ikhsan.

  • Cari Tahu Gaya Belajar Anak

“Dengan tahu gaya belajar anak, itu bisa memudahkan orang tua dan si anak itu sendiri dalam memahami hal yang dipelajarinya. Entah anak itu kinestetik, visual, atau auditori,” ujar Ikhsan.

  • Tetap Berikan Dukungan Positif

Tetap beri dukungan dan kasih sayang penuh ke anak. Tidak perlu memarahi berlebihan.

Anak-anak masih dalam proses belajar dan perlu butuh waktu lebih lama untuk memahami pelajaran yang ada. Ingat, hasil tes IQ bisa saja berubah.

Siapa tahu skor anak bisa melonjak tinggi di tes berikutnya, dan kemampuannya yang lain ikut bertambah berkat dukungan serta kasih sayang orang tua kepada anak.

Jangan memarahi saat mendapati tes IQ anak rendah, karena justru bisa membuat situasi semakin buruk dan membuat anak merasa terpuruk. Lebih baik lakukan cara-cara yang telah disebutkan di atas untuk mengatasi IQ anak rendah.

Jika terkendala atau ingin tahu lebih lanjut mengenai cara mengatasi IQ anak rendah, jangan sungkan untuk bertanya kepada dokter atau psikolog melalui LiveChat 24 jam dan dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar