Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Alasan Burger Dianggap Tak Sehat Meski Ada Sayur, Roti, dan Daging

Alasan Burger Dianggap Tak Sehat Meski Ada Sayur, Roti, dan Daging

Pernah berpikir kenapa makan burger dianggap tidak sehat, padahal terdiri sayuran, roti, dan daging? Simak jawaban di bawah ini untuk mencerahkan pertanyaan Anda!

Siapa yang tak tahu burger? Makanan cepat saji yang dijual di restoran mahal sampai level gerobakan ini sudah terkenal di banyak negara, tak terkecuali Indonesia.

Sayangnya, meski sangat populer dan lezat, ada anggapan bahwa burger tidak sehat dan tak baik bila dikonsumsi terlalu sering. Kenapa, ya, anggapan itu sampai ada?

Burger Tidak Sehat Karena Faktor-Faktor Ini

Burger terdiri atas roti (bun), daging olahan, sayur, dan beberapa jenis saus. Cara makan yang simpel dan rasanya yang gurih, bikin makanan satu ini sangat sulit untuk ditolak.

Kendati demikian, Anda memang disarankan untuk tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sering mengonsumsi burger karena beberapa faktor.

Menurut dr. Arina Heidyana burger memang memiliki komponen nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh, antara lain karbohidrat, protein, dan serat. Namun, kebaikan dari nutrien tersebut akhirnya “kalah” oleh kandungan bahan lainnya (merusak kebaikan).

“Burger memiliki kalori, lemak jenuh, natrium yang sangat tinggi. Jadi, walaupun makanan khas Amerika ini mengandung sayuran seperti lembaran selada dan beberapa pickled cucumbers (acar timun), tetapi kandungan lainnya lebih merugikan,” jelasnya.

Jumlah sayuran dalam burger pun kadang tak seberapa jika dibandingkan tebalnya lapisan daging, keju, mayones. Jadi, ya, bagaimana mau dikatakan sebagai makanan sehat?

Artikel Lainnya: Sering Makan Fast Food, Ini 6 Efeknya pada Tumbuh Kembang Anak

1 dari 3 halaman

Bahan Tambahan Lain yang Bikin Burger Dianggap Tak Sehat

Perlu Anda ketahui juga, bahan yang kerap digunakan untuk membuat patty burger bukanlah daging berkualitas tinggi.

Daging cincang biasanya berasal dari berbagai bagian sapi yang tidak terpakai lalu diolah menjadi satu, misalnya tulang rawan, jaringan ikat sapi, dan lain sebagainya. Persentase “daging sungguhan” dengan daging campuran lainnya juga berkisar 50:50.

Untuk lebih lengkapnya, hal-hal di bawah inilah yang pada bisa merusak kebaikan dari burger itu sendiri:

  • Agar campuran dagingnya lebih oke, sebanyak 3.000 - 4.000 mg natrium ditambahkan. Padahal, BPOM di Amerika Serikat merekomendasikan batasan maksimal natrium hanya 1.500 - 2.300 mg per harinya. Kandungan tambahannya sangat berlebihan, bukan?
  • Perusahaan makanan umumnya menggunakan berbagai zat aditif, seperti natrium fosfat serta nitrat untuk mengawetkan dan memberi tekstur pada daging.

Meskipun zat tersebut aman, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang bisa menimbulkan berbagai penyakit.

  • Amonia kerap ditambahkan ke adonan daging giling untuk membunuh bakteri. Meskipun beberapa perusahaan makanan cepat saji akhirnya tidak memakai itu lagi, tetapi tak menutup kemungkinan bahwa zat tersebut masih dipakai di daging olahan, lalu termakan oleh kita.

Artikel Lainnya: Buncit Gara-gara Fast Food, Kok Bisa?

  • Burger umumnya mengandung lebih dari 1.000 kalori ( dan masih ditambah dari saus-saus yang dipakai). Jika mengonsumsi sebanyak itu, sama saja dengan menggabungkan jumlah kalori makan siang dan menu makan malam dalam sekali makan!

Jika dikonsumsi berlebihan, bahaya burger yang akan timbul adalah obesitas beserta risiko penyakit kronis lainnya.

  • Bahaya burger selanjutnya datang dari rotinya. Ya, roti burger tak selalu sehat. Dilansir Everyday Health, banyak roti burger berisi lebih dari 20 bahan yang tidak biasa.

Contohnya, menggunakan amonium klorida yang ada di dalam bahan peledak, lalu mengandung amonium sulfat yang biasa ada di dalam pupuk.

Bahkan, roti burger ditemukan menggunakan zat azodikarbonamida sebagai bahan pembuat alas yoga!

Artikel Lainnya: Cara Efektif Menghilangkan Kecanduan Fast Food

2 dari 3 halaman

Ubah Burger Tidak Sehat Menjadi Lebih Sehat

Apa yang dibuat sendiri di rumah umumnya lebih sehat. Jadi, anggapan yang mengatakan “burger makanan tidak sehat” bisa kita ubah menjadi lebih sehat versi kita sendiri. Antara lain, dengan beberapa cara berikut ini:

  • “Ganti daging sapi dengan daging ikan. Ini bisa membantu mengurangi kandungan lemak,” saran dr. Arina.
  • Masih ingin pakai daging sapi? Tak masalah, coba pilih daging sapi organik dari peternak lokal yang bebas dari zat aditif dan hormon tambahan. Jika masih susah, minimal pilih yang rendah lemak.
  • Jika ingin memanggang patty burger, gunakan mentega secukupnya saja.
  • Tak cuma selembar selada atau dua potong mentimun atau zukini, tambahkan juga sayuran seperti bawang bombay, parutan wortel, kol, dan tomat.
  • Ketimbang memakai banyak saus dan mayones, coba gunakan saus salsa atau saus mustard.
  • Buat bun roti sendiri. Anda dapat dengan mudah mendapatkan resepnya di media sosial atau bahkan di buku panduan masak. Bikin roti sendiri rasanya lebih fresh plus tanpa mengandung bahan kimia yang tak perlu!

Kini, Anda sudah tahu, kan, kenapa burger tidak sehat? Jadi, konsumsi makanan itu sesekali dan secukupnya saja, ya.

Apabila masih ada pertanyaan seputar pola makan sehat dan keluhan medis lainnya, konsultasikan langsung pada dokter kami lewat fitur Live Chat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar