Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Jarang Diketahui, Ini Bahaya Singkong bagi Kesehatan Anda

Jarang Diketahui, Ini Bahaya Singkong bagi Kesehatan Anda

Sering dijadikan sebagai pengganti karbohidrat, singkong ternyata tidak melulu mendatangkan manfaat sehat. Jenis umbi-umbian ini juga punya efek samping merugikan, lho!

Hampir setiap orang Indonesia sudah tidak asing dengan singkong. Jenis umbi-umbian ini sering dijadikan camilan kala menikmati senja, atau dimanfaatkan sebagai asupan pengganti karbohidrat oleh orang-orang yang sedang menurunkan berat badan.

Memang, singkong dapat memberikan manfaat yang sangat beragam. Sayangnya, manfaat tersebut bisa datang bersama dengan bahaya singkong yang sangat merugikan kesehatan, khususnya jika Anda mengonsumsinya secara sembarangan.

 

1 dari 3 halaman

Bahaya Singkong yang Mesti Diwaspadai

Perlu Anda ketahui, singkong adalah umbi akar yang berasal dari Amerika Selatan. Tumbuhan ini memiliki kandungan kalori dan karbohidrat yang tinggi dengan sedikit protein dan lemak apabila diolah dengan cara merebusnya.

Di balik segala kenikmatan yang ditawarkan, singkong ternyata menyimpan bahaya bagi kesehatan Anda.

Risiko Anda untuk merasakan bahaya singkong bisa meningkat berlipat ganda, khususnya jika tidak mengolahnya dengan tepat. Adapun beberapa bahaya singkong yang mesti Anda waspadai, yaitu berikut ini.

1. Obesitas atau Berat Badan Berlebih

Salah satu bahaya singkong yang paling nyata adalah bisa meningkatkan risiko obesitas atau berat badan berlebih. Hal ini terjadi karena singkong memiliki jumlah kalori yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan umbi-umbian sejenis.

Seperti yang Anda tahu, obesitas atau berat badan berlebih adalah salah satu faktor risiko terjadinya penyakit-penyakit berbahaya, seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

2. Keracunan Makanan

Singkong yang tidak diolah dengan tepat dapat atau dikonsumsi terlalu banyak dapat memicu pelepasan senyawa berbahaya di dalam tubuh.

“Singkong mengandung zat glikosida sianogen yang nantinya bisa melepas sianida di dalam tubuh,” ujar dr. Devia Irine Putri.

Atas dasar itu, apabila Anda tidak mengolah singkong dengan tepat atau mengonsumsinya dalam jumlah yang sangat banyak, risiko terjadinya keracunan makanan bisa meningkat berkali-kali lipat.

Artikel Lainnya: Bosan Makan Nasi? Ganti dengan Karbohidrat Ini

3. Reaksi Alergi

Singkong bisa saja menyebabkan munculnya reaksi alergi bagi beberapa orang dengan kondisi tertentu, khususnya jika umbi tersebut tidak diolah dengan tepat. Menurut dr. Devia, keadaan ini bisa terjadi karena singkong juga memiliki getah.

“Pada beberapa orang, getah yang dimiliki singkong dapat menimbulkan reaksi alergi,” kata dr. Devia.

4. Gangguan Saraf dan Tiroid

Anda diingatkan untuk tidak mengonsumsi singkong yang masih mentah, apa pun alasannya. Hal ini karena singkong dapat melepas senyawa sianida di dalam tubuh.

“Singkong mengandung sianida, yang jika masuk ke tubuh secara berlebih dapat menyebabkan gangguan fungsi saraf,” kata dr. Arina Heidyana.

Melengkapi penjelasan, dr. Devia berujar bahwa singkong yang dikonsumsi berlebihan bisa menurunkan efektivitas kerja hormon tiroid dan mengurangi kadar yodium di dalam tubuh.

“Singkong bisa menurunkan kerja hormon tiroid dan mengurangi kadar yodium tubuh, karena memiliki kandungan antinutrien seperti phylate dan tanin,” sambung dr. Devia.

5. Kelumpuhan dan Malnutrisi

Anak-anak tidak disarankan untuk mengonsumsi singkong dalam jumlah banyak atau terlalu sering. Ini karena umbi-umbian tersebut mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kelumpuhan di bagian tubuh tertentu.

Tidak hanya itu, anak yang terlalu sering mengonsumsi singkong juga mungkin akan mengalami kekurangan vitamin yang dibutuhkan untuk menunjang proses tumbuh kembang.

Artikel Lainnya: Sehat dan Langsing dengan Diet Singkong, Bisakah?

2 dari 3 halaman

Cara Makan Singkong Agar Aman dan Sepenuhnya Bermanfaat

Tidak disangka, ternyata bahaya singkong bagi kesehatan sangatlah beragam. Agar Anda tidak mengalami kondisi merugikan tersebut, hal pertama yang mesti dilakukan adalah dengan membatasi porsi yang dikonsumsi.

“Porsi makan singkong yang aman, yaitu 60 gram atau setara dengan setengah cangkir,” tutur dr. Devia.

Tidak cukup hanya dengan itu, berikut ini beberapa hal lain yang mesti Anda perhatikan agar bisa mengonsumsi singkong dengan aman.

  • Cuci bersih dengan air mengalir, kupas kulitnya, kemudian rendam selama 48-60 jam. Tujuannya, membuang sisa getah dan meminimalkan zat beracun.
  • Setelah direndam, olah singkong dengan cara yang tepat. Misalnya, dikukus atau rebus selama minimal 25 menit. Jika ingin digoreng, pastikan menggunakan minyak yang baru.
  • Jika ingin menjadikan singkong sebagai pengganti nasi, pastikan untuk mengombinasikan konsumsinya dengan sayuran, daging telur, dan lainnya agar kebutuhan nutrisi dapat tercukupi.

Anda tidak dilarang makan singkong. Namun, Anda tetap harus memerhatikan segala sesuatunya, agar tidak mengalami bahaya yang tersimpan di dalam umbi-umbian yang satu ini.

Apabila Anda masih punya pertanyaan mengenai bahaya atau efek samping makan singkong, tak ada salahnya untuk mengonfirmasikan secara langsung pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar