Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Wajib Tahu, Ini 5 Vaksin yang Ditanggung BPJS Kesehatan!

Wajib Tahu, Ini 5 Vaksin yang Ditanggung BPJS Kesehatan!

Imunisasi dasar dibutuhkan demi menunjang kesehatan dan imun tubuh anak. Apa saja sih jenis vaksin yang ditanggung BPJS Kesehatan?

Sangat penting bagi orang tua untuk membekali anak sejak lahir dengan imunisasi. Cara ini dipandang efektif untuk menghindarkan si kecil dari beragam penyakit dan infeksi.

Namun, sebagian orang tua masih ragu untuk memberikan imunisasi karena terbentur biaya.

Padahal, beberapa vaksin ditanggung BPJS Kesehatan, dalam hal ini melalui Fasilitas Kesehatan Pertama atau puskesmas setempat.

Ya, tak hanya biaya berobat, lembaga jaminan kesehatan masyarakat milik negara itu juga menanggung beberapa imunisasi!

1 dari 4 halaman

5 Jenis Vaksin yang Ditanggung Pemerintah

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan, Mohammad Iqbal Anas Ma'ruf, Senin (26/8). Ia mengatakan sesuai dengan Peraturan Presiden, pelayanan imunisasi dasar ditanggung oleh BPJS.

"Sesuai Perpres 82/2018, yang ditanggung BPJS Kesehatan adalah pelayanan imunisasi rutin sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Vaksin untuk imunisasi rutin disediakan oleh pemerintah,” tutur Iqbal Anas saat dihubungi KlikDokter.

Itu artinya, BPJS Kesehatan menjamin pelayanannya, sementara pemerintah yang menyediakan vaksinnya.

Nah, apa saja sih jenis vaksin imunisasi dasar lengkap 0-11 bulan yang ditanggung BPJS Kesehatan? Simak di bawah ini:

  1. BCG 1 Kali (saat usia 1 bulan)

Vaksin BCG atau Bacille Calmette-Guerin merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TBC

TBC memang menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian serius dari pemerintah sejak lama. Ini karena Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus terbanyak.

  1. DPT-HB 3 kali (pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan)

Sejak lama pemerintah merekomendasikan vaksin ini untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus dengan vaksin sejak balita.

Pemberian vaksin DPT bisa menghindarkan seseorang dari kondisi kesehatan yang serius, termasuk kematian.

Vaksin ini biasanya diberikan pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan lalu dilanjutkan dengan booster pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

Artikel Lainnya: Yuk, Ketahui Jarak dan Jadwal Imunisasi Anak

  1. Polio 4 kali (pertama kali diberikan pada anak saat usia 1 bulan. Dilanjutkan pada bulan kedua, ketiga dan keempat)

Jenis vaksin yang ditanggung BPJS selanjutnya adalah polio. Saat terkena polio, anak dapat mengalami kelumpuhan dan radang selaput otak.

Vaksin ini diberikan sebanyak empat kali. Cara dapat melalui oral (diteteskan ke mulut) ataupun suntikan.

  1. Campak 1 kali 

Campak juga masuk sebagai program imunisasi dasar dari pemerintah. Kalau terkena masalah kesehatan ini, seseorang ini bisa mengalami radang paru dan radang otak.

Vaksin campak yang ditanggung oleh BPJS adalah sebanyak satu kali. Nantinya orang tua harus memberikan booster pada anak usia 18 bulan dan 5-7 tahun.

  1. Imunisasi HB-0 (Vaksin Hepatitis) 

Vaksin ini diberikan pada bayi baru lahir dengan ibu yang punya masalah hepatitis B, bukan untuk kasus bayi berat badan lahir rendah. Pemberian vaksin ini tidak boleh diberikan lebih dari 24 jam setelah bayi dilahirkan.

Deretan vaksin di atas disebut sebagai program imunisasi dasar yang digalakkan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Semuanya gratis kalau Anda dan anak punya BPJS Kesehatan yang aktif.

"Pada prinsipnya, peserta yang dijamin BPJS Kesehatan adalah peserta JKN-KIS aktif dan mengikuti prosedur yang berlaku," tegas Iqbal Anas.

Artikel Lainnya: 6 Imunisasi Wajib untuk Anak

2 dari 4 halaman

Vaksin Bisa Didapatkan di Mana?

Dalam pemberian vaksin ini, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan layanan kesehatan atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yakni puskesmas atau klinik.

Namun, tidak semua klinik menyediakan vaksin untuk program imunisasi dasar. Sementara itu, puskesmas memang ditunjuk untuk bisa memberikan vaksin yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

"Iya, klinik khusus anak biasanya ada, tapi kalau klinik-klinik dokter umum biasanya harus tanya atau pesan dulu, karena biasanya stoknya tidak selalu ada," ungkap dr. Devia Irine Putri.

Sementara itu, untuk vaksin yang tidak ditanggung BPJS biasanya memang secara mandiri dilakukan di rumah sakit, klinik, atau rumah vaksin yang menyediakan imunisasi spesifikasi khusus.

Artikel Lainnya: Imunisasi dan Vaksinasi, Sama atau Beda?

3 dari 4 halaman

Persiapan Sebelum Vaksin

Sebelum anak menerima vaksin, sebaiknya memang melakukan persiapan mendasar terlebih dahulu, yaitu:

  • Cek Jadwal

Anda harus memperhatikan dengan cermat jadwal vaksin yang tersedia. Jangan sampai salah atau tertinggal.

Dalam hal ini, pencatatan vaksin juga penting dilakukan orang tua. Tandai vaksin apa saja yang sudah dilakukan dan mana yang belum.

  • Anak dalam Keadaan Sehat

Sebelum vaksinasi, pastikan kondisi anak sehat. Misalnya, anak tidak demam. Kalaupun tetap harus divaksinasi, komunikasi masalah kesehatan anak dengan tenaga kesehatan.

  • Pahami Efek Samping

Sebelum imunisasi, baca-baca dulu apa efek samping vaksin yang akan diterima anak. Dengan memahami efek sampingnya, Anda bisa jadi lebih waspada.

  • Jangan Langsung Pulang Setelah Vaksin

Pastikan juga Anda tidak langsung pulang begitu saja setelah vaksin. Tunggu sekitar 30 menit supaya bisa tahu apa efek samping setelah mendapatkan imunisasi.

Setelah tahu vaksin apa saja yang ditanggung BPJS Kesehatan, jangan ragu lagi untuk membawa si kecil mengikuti program imunisasi dasar. Yang terpenting, pastikan si kecil sudah menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan, ya.

Yuk, dapatkan informasi seputar imunisasi anak lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar