Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Buah Melinjo Bikin Asam Urat, Tapi Daunnya Ternyata Kaya Manfaat

Buah Melinjo Bikin Asam Urat, Tapi Daunnya Ternyata Kaya Manfaat

Tak bersahabat dengan buah melinjo? Tak apa, Anda masih bisa merasakan khasiat dari daunnya, kok. Inilah sejumlah manfaat daun melinjo untuk kesehatan.

Buah melinjo kerap dijauhi karena dapat menyebabkan asam urat. Namun, jangan langsung memandang sebelah mata pada daunnya! Pasalnya, daun melinjo ternyata sangat kaya antioksidan dan dapat menyehatkan tubuh bila pengolahannya benar.

Penasaran apa saja manfaat daun melinjo buat kesehatan? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Kandungan Nutrisi Daun Melinjo

Gnetum gnemon alias melinjo merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara dan pulau-pulau yang berada di sekitar Samudera Pasifik.

Meski buahnya sering dituduh menjadi penyebab tingginya kadar asam urat dalam tubuh, pada dasarnya baik buah maupun daunnya memiliki kadar antioksidan yang tinggi.

Hal itu disetujui dr. Devia Irine Putri, “Daun dan buahnya mengandung antioksidan yang sangat baik untuk tubuh. Jadi, sebetulnya memang bagus dikonsumsi dalam jumlah yang pas dan dengan pengolahan yang tepat.”

Selain antioksidan, daun melinjo juga mengandung protein, serat, kalium, fosfor, kalsium, zat besi, vitamin A, dan magnesium.

1 dari 3 halaman

Manfaat Daun Melinjo untuk Kesehatan

Setelah Anda mengetahui nutrisi daun yang kerap dijumpai dalam hidangan sayur asam ini, berikut manfaat daun melinjo buat kesehatan.

1. Mencegah Penuaan Dini

Kalau bicara soal mencegah penuaan dini, mungkin makanan yang sering disebut-sebut adalah yang mengandung kolagen seperti sup kaldu tulang.

Namun, siapa sangka daun melinjo juga dapat membantu Anda mencegah penuaan dini?

Kadar antioksidannya yang tinggi ternyata mampu menangkal radikal bebas dan merangsang produksi kolagen sehingga kulit cepat meregenerasi sel-selnya yang mati.

Tak cuma perawatan dari luar, kulit tubuh juga memerlukan perawatan dari dalam. Jadi, mengonsumsi daun melinjo dapat membantu Anda mewujudkan hal tersebut.

2. Menjaga Metabolisme Tubuh

Metabolisme yang baik membuat tubuh tak menyimpan banyak lemak jahat dan risiko obesitas pun bisa menurun.

Daun melinjo dapat meningkatkan metabolisme di tubuh, sehingga organ-organ dalam dapat berfungsi dengan baik.

Karena mengandung serat, daun melinjo dapat membuat sistem pencernaan bekerja menghancurkan makanan dengan lebih maksimal. Bonusnya lagi, daun melinjo dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.

Artikel Lainnya: Intip Segudang Manfaat Kulit Melinjo

3. Membantu Meredakan Infeksi Gusi

Pernah dengan soal periodontitis? Kondisi ini merupakan infeksi yang terjadi di jaringan penyangga gigi seperti gusi.

Daun melinjo sendiri bukanlah obat periodontitis. Namun, tingginya kadar antioksidan dalam daun melinjo dapat mempercepat penyembuhan peradangan gusi.

Periodontitis hanya bisa disembuhkan dengan penghalusan akar, pembersihan karang gigi, hingga pengangkatan plak serta jaringan pendukung gigi yang telanjur rusak.

4. Menjaga Kadar Gula Darah

Antioksidan flavonoid dalam daun melinjo bisa membantu menjaga kadar gula darah. Nyatanya, flavonoid bersifat antidiabetes.

Zat flavonoid bisa mengikat radikal bebas sehingga stres oksidatif bisa berkurang. Ketika stres oksidatif berkurang, kerusakan pankreas dan risiko mengalami diabetes bisa berkurang.

5. Meredakan Diare

Manfaat daun melinjo yang terakhir adalah membantu meredakan diare. Ya, ada penelitian yang melaporkan daun melinjo dapat mematikan bakteri E. coli, yaitu patogen penyebab diare dan gangguan pencernaan lainnya.

Namun, pada kondisi diare yang parah, jangan hanya mengandalkan daun melinjo, ya. Konsumsilah oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

Bila perlu, kunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Ini karena diare parah yang disebabkan bakteri memerlukan antibiotik.

Artikel Lainnya: Benarkah Makan Emping Sebabkan Asam Urat?

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mengolah Daun Melinjo yang Tepat?

Agar nutrisinya tidak hilang, dr. Devia menyarankan untuk memasukkannya di saat-saat terakhir memasak saja, misalnya dalam menu sayur asem.

“Kalau dimasukkan di awal dan dimasak terlalu lama, nutrisi dan manfaat daun melinjo bisa keburu hilang” katanya.

Kalau ingin ditumis atau dikukus pun sama caranya. Intinya, jangan sampai layu.

Dokter Devia menambahkan, “Porsi daun melinjo juga harus diperhatikan. Konsumsi secukupnya saja dan tak perlu setiap hari. Meski nutrisinya bagus, semua yang dikonsumsi terlalu banyak bisa berdampak buruk buat kesehatan,” sarannya.

Itu dia manfaat daun melinjo buat kesehatan. Bila ada pertanyaan seputar makanan sehat, langsung saja konsultasi pada dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar