Sukses

Turunkan Kolesterol Pakai Cuka Apel, Ampuhkah?

Konsumsi cuka apel sering dilakukan beberapa orang demi manfaat sehatnya. Tapi, ampuhkah cuka tersebut untuk menurunkan kolesterol?

Kolesterol memang menjadi momok menakutkan bagi kesehatan. Jumlah kolesterol yang terlalu tinggi dapat membuat pembuluh darah mengeras atau menyempit. Kalau sudah begini, Anda bisa terancam masalah jantung.

Nah, cuka apel yang merupakan hasil fermentasi buah apel yang sudah dihancurkan ini dipercaya bisa menurunkan kolesterol dalam tubuh. Apa kata dokter tentang ini?

Benarkah Cuka Apel Bisa Turunkan Kolesterol?

Soal ini, dr. James Brown dari Aston University di Inggris pernah melakukan penelitian. Ia melakukan dua kali percobaan terhadap 40 orang relawan. Empat puluh orang ini diberikan cuka apel secara rutin dalam beberapa hari.

Hasil penelitiannya, dr. James Brown melihat penurunan kolesterol total yang signifikan dalam darah hanya dalam delapan pekan. 

Namun, kekurangan dari penelitian ini adalah para relawan tidak memiliki kolesterol jahat yang tinggi sehingga tidak terlalu signifikan hasilnya. 

Dokter James Brown mengatakan mungkin efek yang lebih besar dapat terlihat pada orang dengan masalah kolesterol. Total kolesterol yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh dr. Devia Irine Putri. Ia mengatakan, mengonsumsi cuka apel secara rutin bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

"Bisa, kalau dari beberapa penelitian, cuka apel bisa menurunkan LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL)," ungkap dr. Devia.

Artikel Lainnya: Tak Hanya untuk Masakan, Ini Manfaat Cuka Apel bagi Kesehatan

1 dari 3 halaman

Minum Cuka Apel Kebanyakan, Ini Bahayanya!

Sayangnya, cuka apel dapat menyebabkan beberapa efek samping terutama kalau dikonsumsi berlebihan. 

Menurut dr. Devia, secara umum bahayanya adalah sifat asam cuka apel bisa mengiritasi tenggorokan, memicu heartburn, nyeri di ulu hati, dan kandungan asamnya bisa merusak atau mengikis lapisan gigi.

Meskipun jumlah yang kecil umumnya baik dan sehat, mengonsumsi terlalu banyak cuka apel bisa berbahaya. Mari ketahui bahayanya apa saja:

1. Pengosongan Perut Tertunda

Cuka apel membantu mencegah lonjakan gula darah dengan mengurangi laju makanan meninggalkan lambung dan memasuki saluran pencernaan bagian bawah. Hal ini kemudian memperlambat penyerapannya ke dalam aliran darah.

Namun, efek ini dapat memperburuk gejala gastroparesis, yaitu kondisi umum pada penderita diabetes tipe 1

Bagi orang yang punya gastroparesis, saraf di perut tidak bekerja dengan baik, sehingga makanan tetap berada di perut terlalu lama dan tidak dikosongkan pada tingkat normal. Gejala gastroparesis termasuk mulas, kembung, dan mual. 

2. Efek Samping Pencernaan

Cuka apel dapat menyebabkan gejala pencernaan yang buruk bagi beberapa orang. Penelitian pada manusia dan hewan telah menemukan cuka apel dan asam asetat dapat menurunkan nafsu makan dan meningkatkan perasaan kenyang. 

Akhirnya, mengarah pada pengurangan alami dalam asupan kalori. Dalam beberapa kasus, nafsu makan dan asupan makanan dapat menurun karena gangguan pencernaan.

3. Tingkat Kalium Rendah dan Membahayakan Tulang

Belum ada studi tentang efek cuka apel pada kadar kalium darah dan kesehatan tulang. Namun, ada satu laporan kasus tentang kalium darah rendah dan pengeroposan tulang yang disebabkan oleh cuka apel dosis besar yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

4. Tenggorokan Terbakar

Cuka apel berpotensi menyebabkan luka bakar esofagus atau tenggorokan terbakar. Sebuah penelitian tentang cairan berbahaya yang tidak sengaja tertelan oleh anak-anak menemukan, asam asetat dari cuka adalah asam paling umum yang menyebabkan luka bakar tenggorokan.

Artikel Lainnya: 7 Manfaat Cuka Apel untuk Kesehatan Kulit Anda

5. Kulit Terbakar

Cuka apel punya sifat yang sangat asam. Ternyata, cuka jenis ini dapat menyebabkan luka bakar saat dioleskan ke kulit.

6. Interaksi Obat

Beberapa obat dapat berinteraksi dengan cuka apel dan bisa buruk bagi tubuh:

  • Obat diabetes: Orang yang mengonsumsi insulin atau obat perangsang insulin dan cuka apel mungkin mengalami kadar gula darah atau kalium yang sangat rendah.
  • Digoxin: Obat ini menurunkan kadar kalium darah. Mengombinasikannya dengan cuka apel bisa menurunkan kalium terlalu banyak.
  • Obat diuretik tertentu: Beberapa obat diuretik menyebabkan tubuh mengeluarkan kalium. Untuk mencegah kadar kalium turun terlalu rendah, obat ini tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan cuka apel dalam jumlah besar.
2 dari 3 halaman

Aman Turunkan Kolesterol dengan Cara Ini

Cuka apel memang terbukti bisa menurunkan kolesterol. Akan tetapi, sebenarnya ada beberapa cara yang terbukti lebih aman dalam menurunkan kolesterol dalam tubuh. Misalnya mengonsumsi makanan yang bisa menyehatkan jantung.

Makanan yang dimaksud adalah makanan kaya omega-3, serta mengurangi lemak jenuh dan lemak trans. 

Selain itu, Anda juga bisa berolahraga. Aktivitas fisik yang rutin selama 30 menit per hari dapat meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh. Olahraganya beragam, bisa jalan cepat, lari, atau bersepeda.

Dua hal di atas akan semakin sempurna kalau Anda berhenti merokok dan menurunkan berat badan. Bagi Anda yang tidak bisa lepas dari rokok, coba berusaha berhenti. Berhenti merokok meningkatkan kadar kolesterol HDL Anda.

Sementara, menurunkan berat badan juga bagian dari pencegahan diri agar kadar kolesterol jahat dalam tubuh tidak tinggi. Menurunkan beberapa kilogram saja sudah lebih dari cukup.

Boleh saja mengonsumsi cuka apel untuk kesehatan, namun jangan berlebihan. Lebih baik, konsultasi dulu dengan dokter via LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter sebelum minum cuka apel.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar