Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Telinga Tiba-tiba Tak Bisa Mendengar, Jangan-Jangan Otitis Media Akut

Telinga Tiba-tiba Tak Bisa Mendengar, Jangan-Jangan Otitis Media Akut

Pernahkah Anda secara tiba-tiba tidak bisa mendengar dan telinga terasa penuh? Waspada, kondisi tersebut dapat menjadi tanda dari adanya otitis media akut!

Kalau sudah mengalami gangguan pendengaran, aktivitas pasti akan tidak nyaman. Bukan tidak mungkin, gangguan tersebut juga membuat penderitanya mendengar bunyi-bunyian tak lazim, telinga seperti terasa penuh, terasa nyeri, bahkan tak bisa mendengar.

Apakah Anda merasa tiba-tiba mengalami gejala gangguan pendengaran tersebut? Jika ya, waspadalah. Bisa jadi, kondisi yang Anda alami disebabkan oleh adanya otitis media akut (OMA).

Jangan dianggap sepele, otitis media akut bisa menyebabkan gejala yang amat mengganggu. Bahkan, kondisi tersebut juga bisa menyebabkan komplikasi yang mematikan.

Otitis Media Akut, Ketika Telinga Meradang dan Pendengaran Menurun

Otitis media akut terjadi akibat adanya peradangan pada telinga bagian tengah, yang meliputi gendang telinga, tabung eustachius, dan tulang-tulang pendengaran. 

Dalam telinga bagian tengah terdapat penghalang yang terdiri dari bulu-bulu halus untuk melindunginya. 

Apabila bulu-bulu tersebut tidak berfungsi dengan optimal, perlindungan juga akan menurun. Di sinilah awal mula terjadinya otitis media akut.

Disampaikan oleh dr. Devia Irine Putri, penyebab otitis media akut cukup beragam. Misalnya, akibat infeksi virus, jamur, atau bakteri Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae

"Gejala yang biasa muncul akibat otitis media akut adalah nyeri di telinga, rasa tidak nyaman di telinga, sakit kepala, demam, dan terasa penuh di telinga sehingga pendengaran berkurang,” kata dr. Devia.

“Tidak hanya itu, otitis media akut juga bisa menyebabkan keluarnya cairan dari dalam telinga," sambungnya.

Artikel Lainnya: 4 Gangguan Telinga yang Paling Sering Terjadi

1 dari 3 halaman

Komplikasi Akibat Otitis Media Akut jika Tidak Diobati

Secara umum, otitis media akut bisa menyebabkan komplikasi apabila terjadi pada anak-anak. 

Ini karena anak belum memiliki daya tahan tubuh yang sempurna. Hal ini membuat virus, bakteri, atau jamur lebih mudah menyebabkan infeksi yang lebih parah.

Kendati demikian, otitis media akut yang terjadi pada orang dewasa pun dapat berujung pada komplikasi. 

Hal ini khususnya terjadi apabila penderita tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat oleh dokter.

Menurut dr. Devia, beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat otitis media akut yang tidak tertangani dengan baik adalah sebagai berikut ini.

  • Gendang telinga bisa pecah.
  • Gangguan pendengaran.
  • Infeksinya yang menyebar hingga tulang-tulang telinga.

Dalam kasus yang parah, otitis media akut juga bisa menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Kondisi ini dapat terjadi apabila infeksi telah menyebar hingga ke selaput pelindung yang ada di otak.

Tidak berhenti di situ, komplikasi otitis media akut juga bisa menyebabkan kelumpuhan wajah. Apabila kondisi ini terjadi, penderitanya akan kehilangan kemampuan untuk menggerakkan sebagian atau seluruh bagian wajah.

Artikel Lainnya: 3 Bahaya Congekan Jika Tidak Diobati

2 dari 3 halaman

Tips Mencegah Otitis Media Akut

Anda pasti tahu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, sebelum otitis media akut benar-benar terjadi, akan lebih baik jika Anda melakukan tindakan pencegahan sejak dini.

Merujuk pada pendapat dari dr. Devia, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan untuk pencegahan otitis media akut.

  1. Menjaga Daya Tahan Tubuh

Awal mula terjadinya otitis media akut adalah daya tahan tubuh yang buruk. Oleh sebab itu, agar tidak mengalami otitis media akut ataupun penyakit infeksi lainnya, Anda wajib menjaga daya tahan tubuh. 

Caranya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, cukup tidur, olahraga teratur, dan kelola stres dengan baik.

  1. Vaksin Lengkap

Otitis media akut lebih sering terjadi pada anak-anak. Guna menurunkan risiko penyakit tersebut, bayi dan anak mesti mendapatkan vaksinasi lengkap dan ASI eksklusif sejak baru lahir hingga usia 6 bulan.

  1. Menghindari Paparan Udara Kotor 

Sebisa mungkin, lindungi diri Anda dari paparan asap kendaraan, asap rokok, dan polutan-polutan lain yang membuat kualitas udara menjadi buruk atau kotor.

  1. Kontrol Alergi

Bagi orang-orang yang punya alergi, Anda harus mengontrol diri agar keluhan tersebut tidak melulu kambuh. 

Salah satu caranya adalah dengan menghindari paparan alergen, seperti debu, serbuk sari, udara dingin, dan lainnya.

Perlu diketahui, alergi yang kambuh menyebabkan keluhan sering bersin dan pilek. Kondisi tersebut pada akhirnya bisa menyebabkan sumbatan di telinga dan meningkatkan risiko infeksi yang dapat berujung pada otitis media akut.

Jika Anda mendapati adanya gejala otitis media akut atau gangguan telinga lainnya, jangan tunda untuk berobat ke dokter agar bisa segera ditangani. 

Sebagai langkah pertolongan pertama, Anda juga bisa berkonsultasi pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar