Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Baru Dibuka, Tiga Negara Bagian di AS Kembali Tutup Akibat COVID-19!

Baru Dibuka, Tiga Negara Bagian di AS Kembali Tutup Akibat COVID-19!

Beberapa negara Amerika Serikat sempat membuka lockdown. Akan tetapi, setelah kasus meningkat, tiga negara bagiannya kembali menutup diri.

Amerika Serikat (AS) belum lama ini memutuskan untuk membuka lockdown. Akan tetapi, tiga negara bagian di sana harus kembali ditutup akibat penyebaran COVID-19 yang tidak terkendali. 

Kasus positif virus corona di AS masih menjadi yang tertinggi di dunia. Menurut Worldometers, di sana sudah lebih dari 3,5 juta kasus. Meski sudah sempat dibuka, kini tiga negara bagian, yakni Florida, Texas, dan California, kembali ditutup.

Kasus Virus Corona 3 Negara Bagian di AS Makin Meningkat

Melansir NBC News US, hampir 1 dari 5 kasus baru virus corona di dunia ternyata datang dari Florida, Texas, dan California. Sebanyak 27.574 kasus yang dicatat di negara-negara bagian itu pada Senin (13/7) menyumbang 18,9 persen dari total global.

Sementara itu, total kematian di Texas dalam dua pekan terakhir naik 99 persen dibandingkan dua minggu sebelumnya. 

Di Florida, total kematian dua pekan terakhir naik hampir 84 persen, dan di California melonjak hampir 27 persen.

Florida melaporkan 9.194 lebih banyak kasus dan 133 kematian sejak Senin (13/7). Sementara, Texas melaporkan 7.489 kasus dan 59 kematian. Lalu, California mencatat 5.063 lebih banyak kasus dan 40 kematian.

AS benar-benar kelimpungan ketika kenaikan kasus terus melonjak, terutama di tiga negara bagian ini. Wilayah-wilayah tersebut meyumbang sebagian besar kasus total di Negeri Paman Sam.

1 dari 4 halaman

27 Negara Bagian Menunda Waktu Pembukaan

Lonjakan kasus di tiga negara bagian membuat puluhan lainnya akhirnya mengambil langkah antisipasi lebih ketat. 

Sebanyak 27 negara bagian akhirnya menunda membuka kembali bisnis atau menerapkan kembali langkah-langkah yang bertujuan memperlambat penyebaran virus.

Seperti di California dan New Mexico, gubernur kedua daerah itu melakukan pembatasan makan di restoran. Selain itu, di Oregon, aturan pemakaian masker diperketat dan pertemuan di luar ruangan juga tidak disarankan.

Di California, Gubernur Gavin Newsom memerintahkan semua kegiatan yang melibatkan banyak orang di dalam ruangan dihentikan. Ini termasuk restoran, bioskop, pusat hiburan keluarga, kebun binatang, dan museum. 

Sementara itu, Gubernur Wyoming, Mark Gordon mengumumkan pada Senin (13/7) bahwa ia memperpanjang pembatasan di negaranya hingga 31 Juli. 

Lalu, New Jersey (salah satu dari sedikit negara bagian yang mengalami penurunan kasus) menerapkan peraturan angkutan umum, bus pribadi, kereta, dan mobil light-rail hanya dapat beroperasi pada kapasitas 50 persen.

Artikel Lainnya: Ini Alasan Indonesia Diprediksi Jadi Hotspot Baru Virus Corona!

2 dari 4 halaman

22 Negara Bagian Ambil Langkah Karantina dengan Standar New York

Sekarang, 22 negara bagian mengambil langkah penting untuk memutus penyebaran virus corona. Negara-negara tersebut mengambil langkah pembatasan dengan standar New York.

Sekarang, keluar-masuk di negara bagian tertentu tidak bisa sembarangan dan harus ada izinnya. Ini sama seperti di Indonesia di mana sebelum masuk Jakarta harus punya surat izin masuk.

Semua sekarang harus mengisi formulir bila ingin bepergian keluar dan masuk 22 negara bagian. 

Formulir itu harus mendapat persetujuan pejabat negara bagian, termasuk saat bepergian dengan pesawat. Jika tidak mengisi formulir, maka akan didenda sebesar USD2.000.

Sementara itu, orang-orang yang datang ke New York dengan kereta api, bus, atau mobil diminta untuk mengisi formulir secara online

Artikel Lainnya: Apa Orang Indonesia Bisa Adaptasi dengan New Normal COVID-19?

3 dari 4 halaman

Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia dari Kasus di AS?

Melonjaknya kembali kasus COVID-19 di Amerika Serikat ini menjadi pembelajaran bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Ketidakpedulian akan bahaya virus corona akan menyebabkan masalah baru terus muncul.

Pemerintah di AS juga terkesan cuek dengan bahaya virus corona. Dibukanya lockdown ketika kasus positif sedang tinggi membuktikan mereka tidak peduli dengan masalah virus corona.

“Banyak warga AS yang tidak peduli akan bahaya coronavirus. Masih banyak yang tidak pakai masker, masih berkumpul ramai-ramai. Terlebih pemerintahnya kurang tegas, jadi mereka tambah tidak peduli,” ujar dr. Devia Irine Putri.

Ini yang harus dipelajari oleh Indonesia supaya kasus tidak bertambah banyak atau melonjak drastis. Jangan sampai kita abai seperti Amerika Serikat.

Yuk, periksa kondisi pribadi dengan tes coronavirus online, rapid test, dan PCR dari KlikDokter. Konsultasikan masalah kesehatan Anda #DiRumahAja pakai fitur LiveChat 24 jam di aplikasi.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar