Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Update WHO: Kriteria Baru Pasien Virus Corona yang Bisa Sudahi Masa Isolasi

Update WHO: Kriteria Baru Pasien Virus Corona yang Bisa Sudahi Masa Isolasi

Ada informasi terbaru soal pasien virus corona. Katanya, itu berhubungan dengan syarat keluar dari masa isolasi si pasien. Apa kriteria baru tersebut?

Anda mungkin tahu, pasien virus corona harus masuk ruang diisolasi di rumah sakit atau melakukan isolasi mandiri di rumah. Nah, soal kapan waktu yang tepat untuk mereka bisa dinyatakan sembuh beserta kriterianya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun punya update terbaru.

Kriteria Pasien Positif Virus Corona Dinyatakan Sembuh

WHO mengubah panduan tentang isolasi pasien COVID-19. Sebelumnya, pasien dinyatakan sembuh dan boleh keluar dari isolasi saat tes polymerase chain reaction (PCR) mereka menunjukkan hasil negatif sebanyak dua kali.

Namun, pada 17 Juni lalu, WHO mengubah kriteria pelepasan isolasi tersebut. Kini bukan hasil tes negatif yang dipedulikan, melainkan gejala klinis dari si pasien.

Itu berarti, pasien COVID-19 boleh keluar dari isolasi tanpa harus menunggu hasil tes PCR negatif sebanyak dua kali.

"Kriteria yang telah diperbarui ini berlandaskan temuan terbaru bahwa ada pasien yang sudah menunjukkan kesembuhan (tidak menunjukkan gejala sakit), tetapi tes PCR-nya masih bisa positif untuk COVID-19 selama beberapa minggu,” begitu kata WHO.

“Meski hasilnya masih positif, kemungkinan pasien-pasien ini tidak lagi infeksius atau tidak bisa menularkan virus corona ke orang lain," tulis WHO lebih lengkapnya.

WHO juga menulis tentang pasien positif yang bergejala bisa menjalani masa isolasi minimal sepuluh hari setelah gejala muncul dan ditambah tiga hari setelah gejala reda.

Sedangkan, untuk mereka yang disebut orang tanpa gejala (OTG), masa isolasinya adalah sepuluh hari dan ditambah tiga hari setelah terbukti positif.

WHO pun memberikan jenis waktu isolasi untuk pasien virus corona yang bisa dipilih berbagai negara, yaitu:

  • Pasien bergejala, isolasinya 10 + 3 = 13 hari.
  • Pasien bergejala 14 hari, isolasinya 14 + 3 = 17 hari.
  • Pasien bergejala 30 hari, isolasinya 30 + 3 = 33 hari.

"Negara-negara bisa tetap memilih menggunakan pemeriksaan PCR sebagai kriteria pelepasan pasien. Bila memang demikian, pedoman dua kali hasil tes PCR negatif selama kurang dari 24 jam masih bisa tetap digunakan," tulis WHO.

Artikel Lainnya: Pasien Sembuh Virus Corona Kembali Dinyatakan Positif, Kok, Bisa?

1 dari 4 halaman

Ini Alasan Berubahnya Kriteria Pasien Virus Corona Sembuh dari WHO

Jika Anda bertanya mengapa WHO mengubah kriteria pasien sembuh dan masa isolasi virus corona, berikut di bawah ini ada beberapa alasannya:

  • Waktu yang lama untuk keluar dari isolasi memengaruhi kesejahteraan individu, masyarakat, dan akses ke perawatan kesehatan.
  • Masih banyak negara yang tidak bisa melakukan pengujian secara masif untuk memenuhi kriteria pelepasan isolasi berdasarkan hasil tes.

Menurut WHO, tidak ada kriteria yang dapat diimplementasikan secara praktis tanpa risiko. Ada risiko yang tentu saja dapat terjadi.

Namun yang jelas, untuk pasien bergejala, pendekatan berbasis hasil tes laboratorium masih bisa dilakukan.

WHO pun sebenarnya mengembalikan lagi keputusan kriteria pasien virus corona ke masing-masing negara.

Jika sanggup melakukan pengujian, maka tetap lakukan. Jika sanggup melakukan perawatan maksimal dalam waktu lama, maka tetap lakukan. Jika tidak, kriteria di atas bisa digunakan.

Artikel Lainnya: Kenali Pentingnya Karantina dalam Mencegah Penyebaran Virus Corona

2 dari 4 halaman

Tak Perlu Tunggu Hasil PCR, Berbahayakah?

Menanggapi apa yang diputuskan oleh WHO terkait perubahan kriteria sembuh masa isolasi pasien corona, begini penjelasan dr. Devia Irine Putri kepada KlikDokter.

Menurutnya, isolasi akan lebih baik tetap dilakukan sampai hasil tes PCR terbukti negatif sebanyak dua kali.

“Karena, meski si pasien tampak sehat, belum tentu virusnya benar-benar hilang. Kalau kriteria lepas isolasi dilonggarkan seperti ini, takutnya penyebaran akan semakin luas dan ini berbahaya,” katanya.

Dokter Devia juga menjelaskan, “Kita tidak pernah tahu daya tahan tubuh orang di luar sana seperti apa, terlebih sekarang sudah new normal. Untuk amannya, lebih baik tetap pakai cek PCR negatif 2 kali kalau mau lepas dari isolasi.”

3 dari 4 halaman

Pasien Juga Harus Jujur!

Apabila hasil tes PCR negatif, ini bukanlah patokan utama untuk mengeluarkan pasien dari ruang  isolasi, butuh kejujuran dari pasien terkait dengan gejalanya.

Kejujuran mengenai gejala yang dirasakan ini bisa membantu dokter untuk melakukan penanganan yang tepat dan Anda pun juga bisa cepat ditangani dengan baik sampai sembuh.

Itu dia perubahan dari WHO terkait kiriteria sembuh pasien virus corona dan waktu isolasinya. Jangan sampai, sudah diberikan kelonggaran seperti ini, pasien menutup-nutupi kondisi dan justru membahayakan kesehatan orang lain di luar sana.

Jika memang masih merasa belum fit dan sehat, jangan memaksakan diri untuk ke luar dari isolasi.

Tetaplah berhati-hati dengan penularan virus corona. Mari lakukan segala protokol kesehatan dengan benar dan bijak, agar kita semua bisa aman.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 atau masalah kesehatan lainnya, gunakan fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter. Untuk bantu menentukan gejala, manfaatkan cek risiko virus corona online dan rapid test.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar