Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Muncul 1.500-an Kasus Virus Corona Baru, Jerman Lockdown 2 Distrik!

Muncul 1.500-an Kasus Virus Corona Baru, Jerman Lockdown 2 Distrik!

Tak disangka ada penambahan kasus virus corona yang signifikan, Jerman sampai harus melakukan pembatasan lagi terhadap dua distriknya! Lantas, apa penyebabnya?

Baru mengangkat status lockdown pada Mei lalu, Jerman kembali didera kasus virus corona. Kali ini, pemerintah setempat terpaksa melakukan lockdown di dua distrik mereka, yaitu Gütersloh dan Warendorf. Apa yang sebenarnya terjadi di sana?

Lebih dari 600 Ribu Orang di Jerman Terpaksa Hadapi Lockdown Lagi

Dilansir dari berbagai sumber, pihak berwenang di negara bagian barat laut Rhine-Westphalia Utara (NRW) memberlakukan lockdown untuk distrik Gütersloh dan Warendorf. 

Tindakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang bersumber dari salah satu pabrik pengolahan daging di wilayah Gütersloh. Menurut Perdana Menteri NRW, Armin Laschet, ini merupakan “peristiwa infeksi terbesar” di Jerman sejauh ini. 

Pihak berwenang menutup sekolah, taman kanak-kanak, teater, kolam renang, pusat kebugaran, bar, club, dan tempat-tempat umum lainnya untuk melindungi 628.000 warganya. 

Sebagian besar orang yang terinfeksi virus corona di wilayah tersebut adalah pegawai dari pabrik pengolahan daging. 

1 dari 5 halaman

Virus Corona Bermula dari Tönnies Meatpacking Plant

Para pekerja pabrik pengolahan daging Tönnies Meatpacking Plant itu rupanya pekerja migran yang disewa oleh subkontraktor. 

Mereka tinggal di tempat yang tidak bersih, sehingga penularan virus corona sangat mudah terjadi. 

Dari sinilah wabah virus corona kembali mencuat di Jerman. Kasus ini juga membuka sisi buruk dari perlakuan perusahaan Jerman terhadap pegawai mereka. 

Mereka tidak menyediakan tempat tinggal yang layak untuk para pekerja migran. Saat bekerja pun, higienitas mereka juga kurang diawasi. 

Tak lama setelah kasus Tönnies Meatpacking Plant, penyebaran virus corona di Jerman juga terjadi di pabrik pengolahan daging wilayah Lower Saxony. Dari 50 orang pekerja, 23 di antaranya positif terinfeksi COVID-19. 

Artikel Lainnya: Apa Orang Indonesia Bisa Adaptasi dengan New Normal COVID-19?

2 dari 5 halaman

Apakah Kondisi Pekerja yang Positif COVID-19 Memengaruhi Olahan Daging?

Bila banyak pekerja pabrik daging positif terinfeksi virus corona di Jerman, tentu masyarakat di sana juga memikirkan soal kondisi daging yang mereka jual. 

Ini pun bisa menjadi gambaran bila sewaktu-waktu tempat pengolahan makanan di Indonesia memiliki pegawai yang ternyata positif COVID-19. 

Menanggapi apa yang terjadi di Jerman, begini penjelasan dr. Devia Irine Putri kepada KlikDokter. Sebenarnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan tentang penularan virus corona dari daging. 

“Namun, karena memang virus ini berkembang terus setiap harinya, maka salah satu cara agar kita tidak terinfeksi dari makanan yang dibeli, ya, harus kita masak dagingnya dengan benar. Harus benar-benar matang,” katanya. 

Sesudah mengolah daging tersebut dan sebelum makan, kita harus mencuci bersih tangan kita. 

Dokter Devia menambahkan, “Kemungkinan, mereka semua tertular karena ada 1 atau beberapa yang jadi OTG (orang tanpa gejala). Jadi, bisa saja yang OTG itu bersin atau batuk, terus pegang dan pakai alat bersama-sama atau kontak fisik lainnya, dan akhirnya menular.”

Hal yang terpenting adalah kita harus memasak makanan yang kita beli sampai benar-benar matang. 

Bila sebelumnya dibungkus dengan kemasan rapat, bersihkan dulu kemasan tersebut dengan disinfektan, lalu lap. Jangan lupa juga bersihkan tangan. 

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

3 dari 5 halaman

Bagaimana Cara Kerja Lockdown 2 Distrik di Jerman?

Sama seperti peraturan yang mulai berlaku di seluruh negara bagian Jerman pada puncak pandemi virus corona di sana bulan Maret, lockdown akan menutup banyak bisnis dan fasilitas.

Ini berarti, ruang konser, museum, bar, dan bioskop akan ditutup kembali. Gym, kolam renang, dan fasilitas lainnya pun harus ditutup.

Distrik Gütersloh juga akan menutup semua sekolah dan tempat penitipan anak dalam upaya memperlambat penyebaran COVID-19 di daerah tersebut.

Restoran bisa tetap buka, tetapi dengan aturan khusus. Langkah-langkah di Gütersloh akan diberlakukan sampai setidaknya 30 Juni.

Wisatawan yang datang ke Gütersloh juga diharapkan untuk segera kembali ke wilayah masing-masing. Lagipula, hotel di sana akan ditutup dan tak menerima tamu untuk sementara waktu. 

4 dari 5 halaman

Aturan untuk Tempat Produksi Daging di Jerman

Akibat lonjakan kasus virus corona yang berasal dari pabrik pengolahan daging, Jerman telah “bersumpah” untuk menindaklanjuti kondisi kerja dan akomodasi di pabrik tersebut.

Rancangan undang-undang yang disetujui bulan lalu oleh pemerintah akan memaksa rumah potong daging untuk berhenti mempekerjakan orang Eropa bagian timur dengan kontrak jangka pendek dan tanpa menyediakan fasilitas hidup yang layak. Jika dilanggar, maka mereka akan dikenakan denda besar. 

Serikat pekerja mengatakan orang-orang Eropa bagian timur adalah korban dari kondisi kehidupan yang mengerikan di sana. 

Kontrak kerja nanti harus dibuat sejelas mungkin, sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah akan lebih mudah mengurusnya. 

Semoga saja kasus virus corona di Jerman tidak bertambah semakin banyak. Apa yang terjadi di sana bisa dijadikan pelajaran untuk pabrik-pabrik di Indonesia. 

Tetaplah berhati-hati dengan penularan virus corona. Mari lakukan segala protokol kesehatan dengan benar dan bijak, agar semua orang bisa aman.

Bila mau konsultasi dengan dokter seputar COVID-19 atau masalah kesehatan lainnya, gunakan fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Untuk bantu menentukan gejala, manfaatkan cek risiko virus corona online dan rapid test dari KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar