Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Car Free Day Jakarta Dibuka, Awas Masyarakat Bablas Physical Distancing!

Car Free Day Jakarta Dibuka, Awas Masyarakat Bablas Physical Distancing!

Antusiasme saat CFD new normal di Jakarta bikin geleng-geleng kepala! Penuh dan lupa physical distancing, risiko penularan virus corona pun makin tinggi.

Pemprov DKI Jakarta mulai membolehkan Car Free Day (CFD) new normal pada Minggu (21/6) kemarin.

Lama tak beraktivitas di area CFD, jumlah orang yang datang pun tak main-main. Dilihat dari atas pun penuh sekali! Alhasil, kegiatan CFD new normal ini mendapat cibiran.

Aturan physical distancing seperti dilupakan begitu saja. Orang-orang yang datang ada pula yang tak pakai masker.

Saking kesalnya, banyak masyarakat yang #DiRumahAja sampai menyebut hari Minggu kemarin sebagai Corona Free Day.

Viral Tagar #CoronaFreeDay

Ya, tagar #CoronaFreeDay populer digunakan di dunia maya – khususnya di Twitter – setelah banyak orang yang terlihat tidak memakai masker dan tidak melakukan physical distancing saat beraktivitas di CFD new normal kemarin.

Maraknya penggunaan tagar #CoronaFreeDay merupakan bentuk kritikan dan keprihatinan atas ulah sebagian peserta CFD yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Perlu diketahui, pada awalnya tagar #CoronaFreeDay merujuk pada arti Hari Bebas Corona.

Namuni, kini maknanya jadi bergeser ke arah yang negatif, yaitu hari di mana orang-orang “bebas” untuk tertular virus corona akibat perbuatannya sendiri.

Artikel Lainnya: Gowes di Masa New Normal, Amankah Bersepeda saat Pandemi?

1 dari 5 halaman

Ada Rapid Test saat CFD, 5 Orang Dinyatakan Reaktif

Sementara itu, rapid test juga digelar di kegiatan CFD Jakarta kemarin. Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen (Pol) Rusdianto mengungkapkan, hasil rapid test COVID-19 yang berstatus reaktif ada 5 orang.

Rapid test digelar Pusdokkes dalam rangka HUT ke-74 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli mendatang. Tes tersebut diikuti oleh 600 orang, dan ada 5 orang yang reaktif.

Kelima orang tersebut akhirnya melalui pemeriksaan swab. Spesimen akan dites dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Nantinya, hasil akan diumumkan lewat telepon dan ditangani sesuai hasil.

Ibu hamil, anak-anak di bawah 9 tahun, dan lansia sebenarnya dilarang beraktivitas di area CFD Jakarta pada masa transisi era new normal.

Pasalnya, mereka rentan terpapar virus corona akibat kualitas daya tahan tubuh yang kurang baik.

Artikel Lainnya: Ini Panduan Olahraga di Gym pada Masa New Normal

2 dari 5 halaman

Ketika CFD, Banyak Orang Lupa Physical Distancing

Sangat dipahami, masyarakat antusias sekali bisa beraktivitas di Car Free Day normal baru.

Tak bisa dimungkiri, CFD Jakarta sedari dulu bikin hari Minggu masyarakat ibu kota lebih produktif dan seru.

Sayang, antusiasme tersebut dirasa kurang tepat, khususnya ketika pandemi virus corona belum usai.

Meski sebagian besar yang hadir sudah memakai masker, Achmad Yurianto menilai masyarakat melupakan soal menjaga jarak aman satu sama lain, padahal itu sangat penting.

Alhasil, Yuri meminta pelaksanaan CFD di tengah pandemi COVID-19 agar menjadi evaluasi bersama.

"Hari ini kami melakukan pemantauan di beberapa tempat seperti pelaksanaan Car Free Day di Jakarta, masih kita lihat beberapa masyarakat lupa physical distancing. Ini yang kami mohon untuk menjadi evaluasi kita bersama," ujar Yuri di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (21/6).

Yuri menambahkan meski masyarakat telah menggunakan masker, menjaga jarak merupakan rutinitas yang penting dan perlu dilakukan, khususnya ketika berada di ruang publik.

Artikel Lainnya: Lebih Baik Olahraga Pakai Masker atau Tidak, Ini Anjuran yang Tepat!

3 dari 5 halaman

Pakai Masker tapi Lupa Jaga Jarak, Efektifkah Cegah Virus Corona?

Menanggapi soal penggunaan masker untuk cegah penularan virus corona dan cueknya masyarakat terhadap physical distancing saat CFD new normal, begini penjelasan dr. Devia Irine Putri.

“Penggunaan masker bukan satu-satunya penjamin kita bebas virus corona. Kalau kita masih sering menyentuh area masker dan wajah, terus tidak melakukan pola hidup sehat dan bersih, plus tidak menjaga jarak aman satu sama lain, ya, tetap bisa tertular,” ujar dr. Devia.

Dokter Devia menambahkan, “CFD kemarin bisa jadi kluster baru, terlebih lansia dan anak-anak ikut serta. Padahal, mereka sendiri golongan risiko tinggi tertular virus corona. Kemarin yang ikut CFD seharusnya sekarang isolasi mandiri di rumah. Kalau ada gejala, segera lapor. Jangan lupa, terapkan pola hidup sehat dan bersih di rumah.”

4 dari 5 halaman

Anak-Anak dan Lansia Sebaiknya Tak Ikut CFD New Normal

Seperti yang sudah disinggung di atas, ada beberapa orang yang digolongkan sebagai golongan tinggi risiko penularan. Mereka adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang-orang yang punya penyakit penyerta.

Karena berbagai faktor, baik dari pertumbuhan yang belum sempurna, faktor hormonal, fungsi organ yang sudah menurun, dan lain sebagainya, daya tahan tubuh orang-orang tersebut lebih rendah.

Dengan begitu, mereka lebih mudah tertular virus corona dan mengalami gejala yang buruk ketimbang orang kebanyakan.

CFD new normal kemarin di Jakarta memang perlu dievaluasi lagi oleh pemerintah. Masyarakat pun harus lebih peka dengan risiko penularan virus corona.

Dengan adanya kerja sama dari kedua pihak dan pengaturan yang lebih baik, kehidupan bisa berjalan seirama dengan pencegahan COVID-19.

Nah, bila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19, gunakan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi untuk konsultasi dengan dokter. Untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa cek risiko virus corona online dan rapid test dari KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar