Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Waspada, 52 Pedagang Pasar Di Jakarta Positif Virus Corona!

Waspada, 52 Pedagang Pasar Di Jakarta Positif Virus Corona!

Dalam PSBB transisi, pasar sudah mulai dibuka. Akan tetapi ditemukan fakta bahwa ada 52 orang pedagang pasar di Jakarta positif virus corona.

Sudah seminggu masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta berlalu, tapi datang kabar tidak menyenangkan dari beberapa pasar di ibu kota. Pasalnya, puluhan pedagang diketahui positif virus corona.

Sebanyak 52 Pedagang Pasar Positif Virus Corona Setelah Di-Swab

Telah dilakukan tes swab pada sebanyak 1.418 pedagang dari 19 pasar yang ada di Jakarta. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengungkapkan, 52 pedagang pasar yang dites dinyatakan positif COVID-19.

"Ditemukan hasil (yang positif) ada 6 pasar. Totalnya terpapar sebanyak 52 orang. Selebihnya, 10 pasar masih menunggu hasil, tiga pasar dinyatakan negatif dari pengecekan tes swab," kata Arief dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (11/6).

Kemudian, Arief menegaskan, sebanyak 19 pasar yang pedagangnya telah dites akan ditutup sementara selama tiga hari.

Pihak PD Pasar Jaya akan terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan untuk pelaksanaan rapid test. Ini dilakukan untuk mendeteksi keamanan area pasar.

"Kemungkinan rapid test, bukan swab, untuk mendeteksi area (pasar). Ini tengah kami rencanakan karena ada peralatan-peralatan yang harus disiapkan lebih dahulu," kata Arief.

Dikutip dari CNN Indonesia, Ketua Bidang Infokom DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan, merilis rincian area pasar yang terinfeksi (versi tinjauan mereka sendiri) sebelum daftar dari PD Pasar Jaya keluar. Berikut daftarnya:

  • Pasar Perumnas Klender 20 pedagang.
  • Pasar Mester Jatinegara 1 pedagang.
  • Pasar Serdang Kemayoran 9 pedagang.
  • Pasar Kedip Kebayoran Lama 2 pedagang.
  • Pasar Rawa Kerbau Cempaka Putih 14 pedagang.
  • Pasar Induk Kramat Jati 5 pedagang.

Selain ditutup selama beberapa hari, pasar juga akan disemprot desinfektan, operasional pasar pun akan diatur lebih lanjut lagi dalam masa PSBB transisi sekarang ini.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 5 halaman

Pemprov DKI Jakarta Buat Sistem Ganjil-Genap Pembukaan Toko

Salah satu pengaturan yang akan dilakukan adalah ganjil-genap dalam pembukaan toko. Sama seperti kendaraan, bedanya ini berdasarkan nomor kios.

"Misalkan tanggal 1 berarti ganjil, nomor kios ganjil yang buka. Tanggal 2 genap, berarti nomor kios genap yang buka," ujar Arief.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Kebijakan ini dilakukan guna meminimalisir penyebaran dan penularan COVID-19 di PSBB masa transisi. Ia harapkan ini bisa mengendalikan kapasitas.

Selain itu, Anies juga akan menerapkan sistem jalur satu arah yang mempermudah lalu lalang pengunjung di pasar tradisional. Tercatat, sampai saat ini ada 153 pasar dengan rincian 122 pasar pangan dan 31 non pangan.

"Salah satu yang paling menantang diwajibkan menggunakan masker dan sepanjang belanja masker dipakai terus, itu salah satu tantangan," ucapnya seperti dikutip dari Liputan6.

Anies juga menyebutkan sejumlah protokol kesehatan terkait COVID-19 yang sudah diterapkan di pasar. Gubernur Jakarta mengimbau masyarakat untuk saling mengingatkan agar patuh pada aturan yang ada.

"Saya mengajak mari kita ingatkan bila ada yang tidak menaati prosedur kesehatan. Bukan soal aturan, ada Pergub 47 dan Pergub 51 ini bukan soal penegakan aturan tapi soal selamat atau tidak selamat," imbau Anies.

2 dari 5 halaman

Pembeli Tetap Ramaikan Pasar Tradisional

Meski ditemukan beberapa pedagang yang positif COVID-19, pembeli tetap meramaikan pasar. Salah satu yang terpantau adalah Pasar Klender. Telah dibahas di atas, kasus pedagang di Klender yang positif COVID-19 cukup tinggi, yakni 20 orang.

Masih dikutip dari CNN Indonesia, terlihat para pedagang masih menggelar dagangan mereka baik di dalam atau di luar pasar.

Masyarakat seolah seperti tidak ada pilihan lain selain ke pasar. Dengan harga yang lebih terjangkau, itu membuat mereka tetap ke pasar.

Di sisi lain, Kepala Pasar Perumnas Klender, Awaludin, menyatakan pasar tetap beroperasi. Pihaknya mengaku sudah melakukan sterilisasi tak salam setelah kasus positif terungkap di pasar tersebut.

Sterilisasi dilakukan salah satunya dengan menyemprotkan disinfektan ke setiap sudut kios yang ditempati para pedagang. Meski berisiko, pembukaan pasar akan tetap dilakukan pada 15 Juni.

Pasar atau mal wajib menerapkan protokol kesehatan seperti pembatasan kapasitas hingga 50 persen dari daya tampung, jaga jarak, dan wajib masker.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

3 dari 5 halaman

Tak Cuma DKI Jakarta, Pedagang Pasar Positif Coronavirus Juga Terjadi di Daerah Lain

Kasus pedagang pasar positif virus corona bukan cuma terjadi di Jakarta. Di beberapa daerah Indonesia lainnya juga terjadi, salah satunya di Palembang.

Kasus pedagang pasar terpapar COVID-19 terjadi di Pasar Kebun Semai Sekip, Palembang, Sumatera Selatan.

Sebelumnya ada 6 pedagang yang positif, sekarang bertambah signifikan sampai 19 orang. Maka, total 25 orang positif virus corona dari pasar tersebut.

"Dari 25 orang ini, 20 orang merupakan pedagang dan lima lainnya petugas pengelola pasar. Sembilan lainnya masih dalam proses pemeriksaan jadi belum keluar hasilnya," kata Juru Bicara Dinas Kesehatan Palembang Yudhi Setiawan, dikutip dari CNN Indonesia.

4 dari 5 halaman

Perlukah Pasar untuk Sementara Ditutup?

Penutupan pasar ini membuat dilema bagi kebanyakan orang. Pedagang butuh uang, konsumen butuh bahan-bahan makanan serta lainnya, namun penularan virus corona juga sulit dihindari.

Menurut dr. Devia Irine Putri, kalau sampai kasus bertambah sebaiknya ditutup untuk sementara waktu.

“Kalau semakin banyak yang positif seharusnya sementara ini ditutup dulu. Karena di pasar berbeda sama di supermarket. Kalau di supermarket ada pembatasnya, dan jumlah pengunjung dibatasi, kan, yang masuk,” ujar dr. Devia.

“Di sisi lain, jumlah pengunjung pasar itu lebih susah dikendalikan. Belum lagi kalau di pasar yang berjualan sangat berdempetan,” sambungnya.

Salah satu tempat yang perlu diwaspadai sebagai penyebaran COVID-19 adalah pasar. Dengan kasus lebih dari 50 pedagang pasar terkena virus corona, seharusnya itu menjadi peringatan bagi kebanyakan orang.

KlikDokter juga telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 gunakan fitur Live Chat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar