Sukses

20 Pedagang Pasar Perumnas Klender Positif Virus Corona

Pasar Perumnas Klender ditutup sementara akibat banyak pedagang yang positif COVID-19. Bagaimana cara belanja yang aman? Simak informasi berikut ini.

Pasien positif virus corona di Indonesia masih bertambah per hari Rabu (3/6) kemarin. Kini jumlah positif virus corona di Indonesia mencapai 28.233, dengan total pasien sembuh sebanyak 8.406 dan total korban meninggal 1.698.

Melihat angka yang terus bertambah, perlu Anda ketahui bahwa virus corona memang bisa menyebar di mana saja dan menginfeksi siapa pun, terutama area keramaian seperti pasar.

Kabar terbaru mengatakan, bahwa muncul klaster terbaru virus corona di Perumnas Klender, di mana ada 15 kasus tambahan di mana pedagang sayur dan ikan dinyatakan positif virus corona. Sebelumnya diketahui bahwa 5 pedagang di pasar Klender positif COVID-19 pada 22 Mei.

 

1 dari 5 halaman

20 Pedagang Pasar Perumnas Klender Positif Virus Corona

Dilansir dari Kompas, sebanyak 15 pedagang di Pasar Perumnas Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan pada Jumat, 29 Mei lalu. 

Dengan tambahan tersebut, maka jumlah pedagang Pasar Perumnas Klender yang positif Covid-19 menjadi 20 orang. Dari hasil swab test pertama yang dilaksanakan pada Jumat (22/5), sebanyak lima pedagang dinyatakan positif COVID19.

Dari total peserta rapid test dan swab gelombang kedua, sebanyak 15 dari 62 pedagang dinyatakan positif tertular. Para pedagang ini diketahui berada di sekitar zona penjualan sayuran dan juga ikan.

Kini, empat dari lima belas pedagang yang positif virus corona sudah menjalani perawatan di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat dan satunya lagi sudah berada di RSUD Duren Sawit.

Melihat kondisi ini, Rita Wedya Astuti, selaku Kepala Puskesmas Duren Sawit mengatakan, sesuai dengan protokol kesehatan, maka aktivitas pasar Perumnas Klender akan ditutup sementara. Lalu, jika mengikuti hasil rapat, maka pasar akan ditutup selama 14 hari.

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri juga sependapat dengan Kepala Puskesmas Duren Sawit, Rita Wedya Astuti.

Menurutnya, menutup sementara pasar Perumnas Klender akan membantu mencegah penularan virus corona ke masyarakat lainnya, baik itu ke pedagang maupun ke pembeli.

“Menutupnya sementara itu sudah baik. Dan bila perlu, bisa di tracking juga siapa saja yang pergi ke pasar itu, dan langsung dilakukan swab test. Namun bila tidak memungkinkan, sebaiknya wilayah-wilayah yang ada di Klender juga harus ikut swab test untuk menemukan siapa lagi yang positif virus corona,” ujar dr. Devia Irine.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

2 dari 5 halaman

Lebih dari 350 Pedagang Pasar Tradisional Diperiksa

Melansir Tempo, Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat bahwa 382 pedagang di 64 pasar tradisional di seluruh Indonesia dinyatakan positif COVID-19. Juru bicara Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan 25 dari pedagang tersebut meninggal dunia.

Pasar dengan jumlah pasien positif corona terbanyak berada di Pasar Raya Padang di Sumatera Barat, di mana 113 pedagang dinyatakan positif dan tiga orang meninggal.

Lalu, pasar lainnya yang juga memiliki angka tinggi positif virus corona adalah Pasar Kobong di Jawa Tengah (28 kasus), Pasar Besar Kalimantan Tengah (27 kasus), pasar Perumnas Klender Jakarta (21 kasus), dan Pasar Bondalem Bali (15 kasus).

Reynaldi mengatakan, sangat penting bagi manajer pasar untuk memastikan keamanan sekitar.

"Pasar tradisional adalah tempat dengan potensi transmisi yang sangat tinggi karena pola transaksi tawar-menawar dan penggunaan uang kertas. Oleh karena itu, penting untuk memiliki protokol yang mendorong manajemen yang disiplin pada penjual,” Reynaldi dalam konferensi pers, Rabu kemarin.

Menurut Reynaldi, Ikappi telah mendistribusikan panduan protokol singkat untuk manajer dan pedagang, yang mudah dimengerti.

Di antaranya aturan dalam protokol adalah mengatur ulang jarak kios di antara pedagang, mengukur suhu pengunjung sebelum memasuki pasar, menyediakan penghalang plastik antara pembeli dan penjual, wajib menggunakan masker, serta mengatur jarak fisik.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

3 dari 5 halaman

Mengapa Pasar Jadi Tempat Berisiko Tinggi Penularan?

Dijelaskan oleh dr. Devia, pasar merupakan satu dari banyak tempat di mana banyak orang berkumpul dan saling berdempetan.

Apalagi jika pasar itu merupakan pasar basah atau tradisional, maka physical distancing antar satu pengunjung dengan pengunjung lainnya pasti sulit terjadi.

Selain itu, penggunaan uang kertas juga pasti akan terjadi. Menurut dr. Devia, hanya sedikit penjual pasar yang sudah mulai menggunakan sistem debit/kartu.

“Uang kertas juga bisa jadi salah satu perantaranya. Karena sudah dipegang sana sini, maka uang kertas bisa jadi media penularan virus corona,” ujar dr. Devia.

“Di mana pun ada keramaian, maka di situ jadi tempat risiko penularan virus corona. Baik itu pasar, maupun tempat lainnya, kerumunan bisa jadi sumber penularan virus corona. Karenanya sebaiknya para pembeli menahan diri dulu untuk pergi ke pasar atau tempat keramaian lainnya,” tambah dr. Devia.

4 dari 5 halaman

Cara Berbelanja yang Tepat pada Masa Pandemi Virus Corona

Jika Anda memang terpaksa harus pergi ke pasar, maka ada beberapa tips amannya:

  1. Gunakan masker dan face shield saat pergi ke pasar.
  2. Pastikan Anda menjaga jarak dengan orang lain, dan pergi di waktu pasar tidak ramai pengunjung.
  3. Buat daftar belanjaan yang ingin dibeli untuk beberapa minggu ke depan, sehingga Anda tidak perlu bolak balik ke pasar.
  4. Gunakan uang yang nominalnya pas sehingga tidak ada transaksi kembalian dari penjual ke pembeli.
  5. Gunakan hand sanitizer setelah memegang sayur/daging yang Anda beli.
  6. Jangan menyentuh wajah saat di pasar.
  7. Segera cuci tangan setelah Anda keluar dari pasar.
  8. Bawa baju ganti dan lipat baju kotor ke dalam plastik, dan segera cuci sesampainya di rumah.
  9. Segera mandi dan keramas ketika Anda sampai rumah.

Itulah beberapa cara aman yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus corona selama berada di dalam pasar. Meski begitu, dr. Devia tetap menyarankan Anda untuk tidak pergi ke pasar, dan memilih opsi untuk belanja online.

KlikDokter juga telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 gunakan fitur LiveChat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.  Salam sehat!

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar