Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Berkaca dari Indira Kalistha, Mengapa Ada Orang Sepelekan COVID-19?

Berkaca dari Indira Kalistha, Mengapa Ada Orang Sepelekan COVID-19?

YouTuber Indira Khalista yang mengaku tidak mengikuti imbauan pemerintah dan menganggap pandemi COVID-19 ini sepele. Ia menerima banyak hujatan netizen.

COVID-19 masih jadi pembahasan hangat setiap paginya, karena jumlah kasusnya kian hari semakin bertambah. Sampai hari ini, total kasus coronavirus di Indonesia mencapai angka 16 ribu lebih, dengan pasien terinfeksi sebanyak 11. 445 dan meninggal 3.518 orang.

Banyaknya kasus infeksi virus corona tidak serta merta membuat masyarakat makin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dengan mengikuti imbauan dokter dan pemerintah.

Masih banyak orang egois dan arogan yang tidak peduli bahaya COVID-19. Salah satunya adalah YouTuber, Indira Kalistha, yang melontarkan pendapat seenaknya tentang pandemi coronavirus ini.

Pernyataan Indira Kalistha Dihujat Banyak Orang

Di sebuah cuplikan video YouTube, dari akun Twitter @putpuwi, Indira terang-terangan mengaku tidak mengikuti imbauan pemerintah dalam mencegah infeksi virus corona. Lantas, sikapnya ini membuat netizen berang dan menyayangkan aksinya tersebut.

“Aku jarang pakai masker, kalau sheet mask aku pakai setiap hari, ya. Kalau masker yang udara-udara gitu, aku nggak pakai. Kecuali memang kayak ditegur gitu kayak, 'Bu, bisa pakai maskernya?' Pakai. Tapi, kalau nggak ditegur, kita lepas lagi. Ini napas sayang-sayang ditutup-tutup gitu, lho, ya. Sesak, nih, dada juga sesak, ya," jawab Indira saat diwawancarai oleh Gritte Agatha.

Tidak hanya itu, Indira juga menyatakan pendapat yang bertentangan dengan imbauan saat ini.

“Terus, kalau misal ke mal atau pasar atau segala macam, pegang-pegang, misal habis beli makan, nih, dari ojek online gitu, aku nggak cuci tangan dulu baru makan. Jadi, kayak ambil-ambil atau apa segala macam, terus makan aja pakai tangan, “ katanya.

Wallahualam, lu kena corona, kek, kena penyakit apa, kek, demam berdarah, kek, semua bisa mati, lu tahu, hah? Emosi gue jadinya," tambah Indira dengan percaya diri.

Dalam video tersebut, Indira juga mengaku bahwa pandemi ini tidak ‘seheboh’ yang diberitakan.

“Kadang, tuh, masyarakat terlalu gampang ambil berita gitu, lho, padahal mereka nggak cari tahu, nggak dengerin beberapa pihak, dengerinnya cuma dari satu pihak, jadinya nggak punya referensi. Nah, aku tipe yang kayak, 'Corona B (biasa) aje,' gitu," ucap Indira.

Tidak heran, ribuan hujatan dari berbagai kalangan dan di berbagai media sosial langsung tertuju pada dirinya karena menganggap remeh pandemi ini.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 4 halaman

Bahaya Apa yang Bisa Terjadi dari Ucapan Indira Kalistha ?

Bahaya yang ditimbulkan akibat sikap tak acuh dengan pandemi ini bukan hanya berdampak untuk dirinya, namun orang lain juga.

Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Devia Irine Putri yang mengatakan karena sikapnya ini, orang lain di sekitarnya bisa ikut dirugikan.

“Dia influencer yang punya banyak followers, harusnya lebih bijak, ya. Memang semua orang akan meninggal, bukan mau nakutin, tapi mengingat COVID-19 ini mudah menyebar dan kita tidak tahu daya tahan tubuh orang itu gimana, karena setiap orang, kan, berbeda-beda,” kata dr. Devia.

“Kalau memang tidak mau pakai masker atau malas cuci tangan, bisa saja dia tertular virus corona tapi jadi OTG (Orang Tanpa Gejala). Bahayanya kalau dia OTG tapi dia tidak isolasi diri, apalagi pakai masker, tentu saja bisa menularkan ke orang lain yang lebih rentan. Misalnya, orang tuanya, atau kakek-neneknya,“ tambahnya.

Menurut dr. Devia, pakai masker bukan hanya mencegah coronavirus, tapi juga untuk menghindari penyakit lainnya. 

“Pake masker bukan cuman untuk COVID-19, penyakit menular dari saluran napas seperti flu,TB (tuberculosis) tentu bisa dicegah penularannya dengan pakai masker. Intinya jangan bersikap egois, sih, karena sekarang kita harus saling melindungi dan menjaga,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dr. Valda Gracia juga berpendapat sama, “Sangat disayangkan, ya, karena public figure seharusnya bisa encourage (mendorong) masyarakat untuk lebih baik. Bersama-sama membantu memutus rantai penyebaran corona agar pandemi bisa cepat berakhir,” tuturnya.

“Untuk memerangi COVID-19 ini, bukan hanya perjuangan tenaga medis, setiap dari kita memiliki peranan penting. Salah satunya dengan pencegahan seperti cuci tangan dan menggunakan masker, “ imbau dr. Valda.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 4 halaman

Mengapa Masih Ada Orang Seperti Indira Kalistha Menyepelekan Virus Corona?

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada M.Psi, ada faktor-faktor tertentu mengapa seseorang menyepelekan sebuah kondisi.

Salah satunya, mungkin, karena selama ini ia hanya melihat berita COVID-19 dari jumlah korban saja, bukan secara langsung benar terjadi di lingkungannya.

“Bisa jadi dia punya persepsi kaya gini dipengaruhi oleh orang di sekitarnya. Tapi, orang kaya gini emang punya empati yang kurang. Kenapa? Karena dia cuma memikirkan diri sendiri, tidak memahami kondisi orang lain yang takut dan cemas. Dia tidak melihatnya dari situ,” jelasnya.

“Orang yang bersikap kaya gini mungkin belum menyadari seberapa bahaya virus ini. Mungkin karena si virus tidak terlihat. Soalnya ada orang yang butuh melihat bentuknya dulu baru merasa takut, menyadari, mungkin seperti itu. Bisa juga karena di sekitarnya belum ada yang kena (virus corona) juga, makanya dia bisa seperti ini,” ungkap Ikhsan.

3 dari 4 halaman

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Hadapi Orang Semacam Indira Kalistha ?

Tidak hanya Indira Khalista saja yang menganggap remeh COVID-19, beberapa orang di sekitar Anda mungkin ada yang bersikap serupa. Jika begini, ada hal yang menurut Ikhsan bisa dilakukan untuk menyikapinya.

“Pertama kita tetap tegur dan kasih tahu dampaknya. Tapi, setelah itu dia masih tetap kekeuh, kita harus jaga jarak. Karena kalau sudah dikasih tahu dan dia masih seperti itu, ya kita tidak bisa apa-apa juga, sulit jadinya,” kata Ikhsan.

Tidak hanya itu, Ikhsan berpendapat, seharusnya konten di media sosial harus selektif memilih orang untuk diwawancarai perihal pandemi virus corona.

Salah-salah, efeknya bisa membuat masyarakat tambah tidak peduli dan menyulitkan dokter serta pemerintah dalam mengatasi wabah. 

"Sebaiknya, orang-orang di YouTube kalau mau menanyakan pendapat tentang corona ini dilihat dulu siapa yang kakan memberi jawaban. Kalau orang tersebut memberi saran untuk tidak aware seperti ini, kan, berbahaya,” jelas Ikhsan.

“Sikap ini dikhawatirkan bisa diikuti oleh followers-nya. Jadi kalau mau kasih jawaban sebaiknya bisa lebih bijak buat untuk mempertimbangka dampaknya. Ini supaya dapat memberi manfaat, bukan sekedar viral, dapet untung, atau menambah viewers," saran Ikhsan.

Nah, jadi mengikuti imbauan dokter dan pemerintah itu tetap wajib dilakukan, ya. Dianjurkan juga untuk masyarakat menonton tayangan yang bermanfaat untuk kesehatan di saat-saat seperti ini.

Apabila mau tahu lebih lanjut tentang virus corona, Anda bisa tanyakan langsung ke dokter secara online lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter. Selain itu, KlikDokter bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan BNPB  membuat fitur tes coronavirus online dan rapid test.

[AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar