Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kiai Marsudi Syuhud: Virus Corona Punya Manfaat bagi Umat Manusia

Kiai Marsudi Syuhud: Virus Corona Punya Manfaat bagi Umat Manusia

Apa guna virus corona bagi manusia? Menurut Kiai Marsudi Syuhud, jelas apa yang diciptakan Tuhan pasti ada manfaatnya.

Siapa yang tidak dibuat bingung oleh virus corona? Sepertinya tidak ada. Dari hampir semua aspek, COVID-19 memang membawa efek buruk bagi semua. Tidak bisa kumpul-kumpul, kerja dan belajar dari rumah. Bahkan, virus ini bikin semua orang harus beribadah di rumah!

Terlebih di suasana puasa Ramadan saat ini. Orang-orang tidak diperkenankan ngabuburit, buka bersama teman-teman, atau sekadar datang ke masjid untuk tarawih pun ditangguhkan sementara.

Hal-hal tersebut pada akhirnya membuat orang kesal dan bertanya-tanya: apakah bencana non-alam ini ada manfaatnya?

Tentu Ada Manfaatnya!

Ulama sekaligus salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Marsudi Syuhud, dengan tegas menjawab ada.

Sang kiai menjelaskan, Tuhan menciptakan segala sesuatunya pasti ada manfaatnya. Tujuan utamanya jelas, virus corona diizinkan Tuhan ada di muka bumi ini untuk mengenang Tuhan itu sendiri. Fokusnya adalah memperlihatkan betapa hebatnya Allah.

Menurutnya, COVID-19 adalah makhluk ciptaan Tuhan. Sekarang, yang perlu diperbaiki adalah cara berpikir manusia ketika ada suatu wabah seperti ini.

"Bahwa Allah menciptakan apa saja di muka bumi ini, itu dimaknai sebagai tanda-tanda untuk mengenang Allah itu sendiri. Jadi, sebagai ‘ayat-ayat’ Tuhan. Ketika menciptakan apa saja hendaknya bisa membimbing manusia menuju ke keesaan Tuhan sebagai Pencipta," ucap Kiai Marsudi di acara Konsul Santai di KliKDokter.com.

"Nah, virus corona adalah makhluk Allah juga, termasuk manusia, dan juga binatang. Semuanya ada manfaatnya. Apa yang diciptakan Allah selalu ada manfaatnya. Tinggal sekarang cara berpikir manusia, bagaimana menghadapi virus corona. Apakah Allah menciptakan makhluk yang namanya corona itu sia-sia? Tidak juga," ujar Kiai PBNU itu.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Sekarang, tugas manusia adalah mengambil manfaat dan mencari hikmah dari apa yang sudah diciptakan oleh tersebut tersebut. Itu juga salah satu peran agama di tengah masyarakat.

"Beberapa hikmah dan manfaatnya antara lain, akan ditemukan obat atau vaksinnya, ditemukan juga ilmu dan teknologi ke depan untuk mengatasi ini semua," tegas Kiai Marsudi.

Apa lagi manfaat lainnya? Sang kiai cukup banyak menyebutkannya. Salah satu yang utama adalah manusia lebih menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"Anak-anak sampai orang dewasa mulai ada kepedulian akan lingkungan, kebersihan, dan sampai peduli pada diri sendiri," tegas Kiai PBNU itu.

Corona juga mengajarkan manusia yang jauh dari Tuhan, bisa kembali menjadi dekat. Yang terpenting adalah menjaga perspektif positif dalam memandang masalah dan kembali memasrahkan segalanya pada Yang Kuasa.

1 dari 3 halaman

Kenapa Harus Takut dengan Virus Corona?

Pertanyaan tidak sampai di situ saja, beberapa orang mulai berpikir, kenapa harus takut dengan COVID-19? Bukankah harusnya hanya takut pada Tuhan?

"Pertanyaan semacam ini memang pasti akan banyak terjadi di publik karena lagi terjadi situasi yang demikian. Tapi jawabnya begini, takut kepada Tuhan adalah menjalankan seluruh perintahnya dan menjauhi seluruh larangannya," tutur Kiai Marsudi.

"Ajaran agama, ketika terjadi pagebluk (wabah) seperti corona ini, waspadalah kepada pagebluk (corona), seperti kita takut saat dikejar macan. Hal semacam ini tentu beda ketika dibandingkan dengan takut kepada Tuhan," dia menjelaskan.

Dia menegaskan bahwa manusia perlu waspada terhadap virus corona, tapi tetap takut pada Tuhan. Ini sebagai bentuk manusia menjalankan perintah Tuhan untuk waspada kepada penyakit corona.

"Lima belas abad yang lalu pernah terjadi wabah seperti ini. Ketika itu terjadi, Rasulullah menyampaikan bahwa saat tahu ada wabah, kita jangan masuk ke tempat itu. Tapi, kalau  ternyata di tempat kita yang ada wabah, maka kita yang tidak boleh keluar," ungkap Marsudi.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 3 halaman

Bagaimana dengan Kultur Kumpul dan Mudik?

Hal tersebut juga dapat diterapkan terkait budaya mudik yang akan dilakukan sebagian umat muslim di Indonesia, menjelang Idul Fitri. Utamanya bagi orang-orang di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang masuk dalam zona merah.

"Saya juga ditanya wartawan, bagaimana pandangan saya tentang mudik? Ini karena Jakarta kan adalah zona merah. Nah, dalam rangka takut pada Allah juga, sedang menjalankan perintahnya, baiknya tidak mudik dulu. Kalau kemudian nanti diizinkan mudik, silakan melakukan itu lagi," ungkap sang Kiai.

“Ini artinya adalah tujuan syariah terbesar. Sekarang di kondisi virus corona seperti ini, yang didahulukan adalah menjaga jiwa sendiri dan orang lain. Setiap manusia harus berpegang pada itu,” tutur Kiai Marsudi.

Dia yakin kalau Allah pasti akan memberikan obat pada setiap penyakit. Itu sebabnya, Anda tidak boleh terlalu takut berlebihan. Tuntunan dari para kiai, ulama, dan juga pemerintah, menurut dia, harus diikuti.

Pesan KH. Marsudi Syuhud tersebut tentu menyejukkan di tengah pandemi virus corona yang menggelisahkan. Jadi, tetaplah berpikir positif, menjaga kesehatan diri, menghindari kerumunan, dan tentu saja selalu berdoa agar pagebluk ini segera berlalu.

Yuk, bareng-bareng putus rantai penyebaran COVID-19. KlikDokter bersama dengan Kemenkes RI dan BNPB merilis cek risiko virus corona online dan rapid test gratis yang bisa Anda manfaatkan.

[HNS/AYU]

1 Komentar