Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Hobi Makan Telur, Seberapa Sering Boleh Mengonsumsinya?

Anak Hobi Makan Telur, Seberapa Sering Boleh Mengonsumsinya?

Siapa yang anaknya doyan makan telur? Sah-sah saja kalau anak suka makan telur. Tapi, seberapa banyak makan telur untuk anak yang diperbolehkan?

Makan telur? Anak-anak umumnya menyukai bahan makanan yang berasal unggas ini. Tapi, bagaimana jika si Kecil terhitung hobi makan telur? Berapa banyak, sih, konsumsi telur untuk anak yang diperbolehkan?

Apa Saja Nutrisi yang Terkandung dalam Telur?

Ada banyak sekali cara memasak dan penyajian telur. Bisa direbus, diceplok, didadar, bahkan dicampurkan ke dalam bahan makanan lainnya. Semuanya enak! Tapi tak hanya sekadar enak lo, faktanya, telur bukan makanan sembarangan.

Kandungan telur diketahui sangat kaya nutrisi yang baik untuk tubuh. Hal ini turut dibenarkan dr. Karin Wiradarma, M. Gizi

"Dengan mengonsumsi sebutir telur rebus, Anda telah memenuhi 6% kebutuhan vitamin A, 5% asam folat, 7% vitamin B5, 9% vitamin B12, 15% vitamin B2, 9% fosfor, dan 22% kebutuhan selenium harian Anda," ungkap dr. Karin.

Artikel lainnya: Benarkah Kulit Telur Bisa Menyembuhkan Patah Tulang?

Selain itu, telur memiliki vitamin D, E, K, B6, kalsium, dan zinc di dalamnya. Tak hanya relatif rendah kalori, telur juga mengandung tinggi protein (6 gram) dan 5 gram lemak sehat.

Kandungan nutrisi dalam telur tersebut seringkali diperkaya dengan omega-3 pada jenis telur khusus yang dilabeli omega-3.

Masih menurut dr. Karin, jika dikonsumsi dengan tepat, manfaat telur sebenarnya juga dapat dirasakan oleh jantung Anda.

1 dari 3 halaman

Telur Juga Mengandung Kolesterol

Namun, di antara sederet nutrisi tersebut, telur juga mengandung kolesterol dan lemak yang lumayan tinggi. Pada satu butir telur, misalnya, terkandung sekitar 212 mg kolesterol dan 5 gram lemak. Akan tetapi, jangan keburu parno dengan melihat besaran angka itu!

Artikel lainnya: Bolehkah Penderita Kolesterol Tinggi Makan Telur?

Dalam sebuah penelitian, sebanyak 70% orang subjek penelitian tidak mengalami peningkatan kolesterol setelah mengonsumsi telur. Sisanya, sekitar 30% orang mengalami peningkatan kolesterol karena masuk golongan ‘sensitif’ terhadap kolesterol akibat makanan.

"Namun, itu bukan berarti Anda tidak dapat mengonsumsi telur sama sekali. Sebenarnya, kolesterol jahat (LDL) yang sedikit meningkat pada orang yang mengonsumsi telur adalah LDL yang berukuran besar. Sementara itu, LDL yang diketahui dapat menyebabkan penyakit jantung adalah LDL yang berukuran kecil dan padat," kata dr. Karin.

Di sisi lain, ada juga orang yang tidak dapat—atau setidaknya membatasi—makan telur karena memiliki kelainan genetik. Misalnya, penyakit kolesterol tinggi yang diturunkan dari keluarga. 

Jadi, untuk sebagian besar masyarakat, telur tidak bermasalah, asalkan dikonsumsi dalam jumlah sedang dan divariasikan dengan asupan lainnya.

Artikel lainnya: Benarkah Makan Telur Tidak Baik bagi Jantung?

2 dari 3 halaman

Berapa Banyak Telur yang Boleh Dikonsumsi Anak dalam Sehari?

Nah, bagaimana dengan anak-anak? Dengan fakta-fakta di atas, apakah anak boleh mengonsumsi telur setiap hari?

Menurut dr. Devia Irine Putri, kalau anak usia sekolah pada umumnya boleh makan 2-4 butir telur per hari.

"Akan tetapi, tentunya menu makannya harus divariasikan juga dengan sumber protein lain. Jadi, si Kecil tidak melulu makan telur dalam sehari," kata dr. Devia pada KlikDokter. 

Artikel lainnya: Benarkah Telur Puyuh Bisa Tingkatkan Kolesterol dalam Tubuh? 

Sekarang, bagaimana dengan balita? Dokter Devia menjelaskan bahwa anak di bawah 3 tahun butuh protein sekitar 1,1 gram/kgBB sehari. 

“Kira-kira sebutir telur kandungannya adalah 6 gram protein. Kalau begitu, konsumsi telur sehari pada bayi di bawah 3 tahun sebanyak 1-2 telur sudah cukup. Menu ini bisa dikombinasikan dengan yang lain," tutur dr. Devia.

Soal cara mengolah yang baik, dr. Devia membebaskannya. Pengolahannya bisa direbus atau digoreng, asalkan dimasak dengan matang.

"Kalau telur tidak matang, risiko terinfeksi salmonella meningkat. Akibatnya, anak bisa diare, muntah-muntah, dan juga demam," ungkap dr. Devia.

Pada dasarnya, tidak ada masalah saat anak konsumsi telur setiap hari dengan jumlah yang sesuai. Yang terpenting, variasikan telur untuk anak dengan asupan lain agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Dapatkan informasi kesehatan anak lainnya di aplikasi KlikDokter

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar