Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 47 Persen Mahasiswa di Indonesia Alami Gejala Depresi Akibat COVID-19

47 Persen Mahasiswa di Indonesia Alami Gejala Depresi Akibat COVID-19

Mahasiswa di Indonesia rentan alami gejala depresi akibat pandemi virus corona. Apa alasannya? Bagaimana juga tanggapan psikolog? Simak di sini.

Physical distancing dan isolasi diri di rumah terus digaungkan demi memutus mata rantai penularan virus corona. Namun, di sisi lain, menjaga jarak dalam waktu yang lama dapat menimbulkan tekanan psikologis tersendiri. Hal ini bisa saja memicu munculnya gejala depresi.

Hal ini setidaknya, tergambar dalam riset terbaru yang dilakukan peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Berdasarkan asesmen yang dilakukan, sebanyak 47% mahasiswa mengalami gejala depresi sebagai dampak pandemi COVID-19. 

1 dari 4 halaman

Peneliti Unpad Temukan Gejala Depresif pada 47 Persen Mahasiswa Indonesia

Depresi sendiri adalah gangguan kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat secara berkepanjangan. 

Masalah kesehatan mental ini biasanya akan memengaruhi seseorang dalam bersikap, berpikir, serta bisa memicu berbagai masalah fisik maupun emosional.

Ikhsan Bella Persada, M.Psi kepada KlikDokter mengatakan seseorang yang mengalami gejala depresi bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya jika tidak diobati sesegera mungkin.

Menurut psikolog tersebut, gejala depresi ini bisa berupa gangguan serius yang bisa menghambat aktivitas kerja otak, bukan hanya sekadar timbul perasaan murung atau sedih dalam beberapa hari.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Ketua Prodi Fakultas Kedokteran UNPAD, Dr. Deni K Sunjaya mengatakan selain melakukan penelitian terhadap virus corona, para ahli juga meneliti dampak yang ditimbulkan pandemi COVID-19 ini. 

Menurutnya, salah satu dampak yang ditimbulkan akibat wabah coronavirus adalah gejala depresi pada mahasiswa. 

Dari 47% mahasiswa yang depresi, ditemukan data bahwa 32% di antaranya mengalami gejala ringan; 12,1% gejala sedang; dan 2,5% gejala berat.

Penelitian ini diikuti oleh 1.465 mahasiswa dari seluruh Indonesia dan 70% dari mahasiswa itu adalah wanita. Selain itu, penelitian ini juga menemukan pengaruh buruk dari bermain media sosial terhadap mahasiswa selama pandemi. 

2 dari 4 halaman

Kenapa Anak Muda Alami Gejala Depresi Saat Pandemi Virus Corona?

Sama seperti penyakit lainnya, gejala depresi pada anak muda juga memiliki faktor pencetusnya. Nah, apa saja yang jadi penyebab depresi pada anak  muda di masa pandemi ini? Berikut penjelasannya menurut Ikhsan kepada KlikDokter:

  • Ada Tugas Akhir yang Harus Diselesaikan 

Jika dia adalah mahasiswa semester akhir, maka skripsi bisa jadi salah satu pencetus stres yang dialaminya.

“Saat mahasiswa punya kewajiban untuk menyelesaikan skripsi, otomatis dia harus riset dan banyak mencari referensi yang mungkin tidak bisa dicari di internet. Misalnya, jurnal, buku, atau penelitian sebelumnya yang hanya ada di perpustakaan; atau mungkin harus bertemu dengan narasumber dan responden.”

Hal ini, menurut Ikhsan, jelas akan terhambat karena pandemi COVID-19. Alhasil, proses mengerjakan skripsi pun jadi tertunda dan waktu pengumpulan juga diundurkan. 

  • Dia Adalah Seorang yang Aktif di Luar Rumah 

Jika mahasiswa itu adalah seorang yang gemar bersosialisasi dan aktif berada di luar rumah, social distancing dan kewajiban untuk di rumah saja bisa jadi masalah besar. 

Mahasiswa itu akan merasa terkurung di dalam rumah dan tidak bisa melakukan apa-apa, selain duduk, rebahan, menonton, atau main gawai. Ini bisa jadi faktor pencetus lainnya seseorang mengalami gejala depresi. 

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

  • Punya masalah keluarga 

“Jika remaja itu memiliki masalah keluarga, ini juga bisa jadi faktor seseorang alami gejala depresi. Misalnya ketika dia memiliki hubungan yang kurang baik dengan orang tuanya, melakukan self quarantine bisa jadi ‘siksaan’ terberat selama masa pandemi virus corona,” ucap Ikhsan.

  • Pernah Punya Masalah Depresi 

Mahasiswa yang memang sudah memiliki atau pernah mengalami depresi, juga rentan kambuh karena pandemi coronavirus.

Namun, penyebabnya bisa bermacam-macam. Ada yang depresi karena harus berada di dalam rumah, stres karena keluarganya ada yang terinfeksi virus corona, maupun dirinya sendiri yang terinfeksi COVID-19. 

“Mereka yang pernah punya depresi bisa saja keadaannya semakin memburuk ketika pandemi virus corona. Namun, harus dicari tahu lagi apa sumber pencetusnya. Jika sudah ditemukan, barulah Anda cari solusinya,” tutur sang psikolog.

  • Adanya Pengaruh Sosial Media

Seperti yang dikatakan dalam riset, perempuan lebih banyak mengalami depresi ketimbang pria. Ini juga bisa dipengaruhi oleh adanya kegiatan bermain sosial media. 

“Main ponsel setiap hari, buka sosial media yang itu-itu saja pasti akan menimbulkan rasa jenuh. Apalagi jika kita melihat kehidupan seseorang yang lebih baik ketimbang kehidupan kita sekarang. Itu akan menimbulkan rasa iri yang berujung pada kecemasan,” kata Ikhsan. 

3 dari 4 halaman

Anak Muda, Lakukan Ini untuk Mencegah Depresi!

Untuk mencegah depresi selama masa pandemi virus corona, Ikhsan menyarankan anak muda untuk melakukan kegiatan yang disukainya. Misalnya, jika Anda gemar memasak, cobalah untuk memasak dan mencoba menu baru. 

Tuliskan juga resep-resep ini di dalam sebuah jurnal yang nantinya bisa Anda simpan untuk jangka waktu panjang. 

Jika Anda gemar bermain musik atau berkebun, lakukanlah! Kerjakan apa saja hal yang positif yang membuat hati dan pikiran senang dan nyaman.

Di lain sisi, batasi mendengar atau membaca berita negatif tentang coronavirus dan penyebarannya yang justru bikin semakin stres. Lebih baik tonton tayangan yang positif dan menghibur, misalnya film, acara komedi, atau konser musik via internet.

Gejala depresi memang bisa melanda siapa saja di masa wabah virus corona saat ini, termasuk anak muda. Agar tidak semakin terjebak pada perasaan stres dan tertekan itu, lakukan cara-cara di atas supaya tetap “waras”.  

KlikDokter bersama Kementerian Kesehatan RI dan BNPB berusaha menekan angka persebaran virus corona. Jika ada pertanyaan seputar kesehatan mental lainnya, Anda bisa konsultasikan pada psikolog via LiveChat di aplikasi KlikDokter. Anda juga bisa melakukan cek virus corona online di sini. 

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar