Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Waspada, Dehidrasi Bisa Ganggu Kehidupan Seksual Anda

Bukan hanya mengganggu fisik, dehidrasi juga bisa ganggu kesehatan seksual Anda. Bagaimana bisa? Coba simak penjelasannya di sini.

Seberapa sering Anda minum air putih setiap hari? Delapan gelas per hari atau justru kurang dari itu? Jika kurang dari 8 gelas sehari, berhati-hatilah karena bisa berakibat dehidrasi. Tak cuma itu, dehidrasi ternyata bisa bawa malapetaka pada kesehatan seksual Anda! Kok bisa?

Waspada Dampak Dehidrasi pada Kehidupan Seksual

Dehidrasi merupakan kondisi di mana tubuh Anda kekurangan cairan. Kondisi ini dapat dikelompokan menjadi tiga derajat, yakni dehidrasi ringan, dehidrasi sedang, dan dehidrasi berat.

Jika dibiarkan berkelanjutan, ini bisa berkembang menjadi dehidrasi berat yang mengancam nyawa.

Beberapa studi juga mengatakan bahwa dehidrasi bisa secara diam-diam mengganggu seksualitas Anda. Dikutip dari Insider, tidak minum cukup air dapat menyebabkan sejumlah gejala fisik dan emosional yang tidak menyenangkan. Anda pun mungkin tidak memiliki semangat untuk berhubungan seks. 

Sebuah studi tahun 2011 di British Journal of Nutrition menemukan bahwa dehidrasi ringan bisa merusak kinerja kognitif dan suasana hati pada pria muda. 

Orang dengan dehidrasi ringan juga alami peningkatan kecemasan dan ketegangan meski sedang beristirahat.

Ahli Diet, Amanda Carlson, mengatakan bahwa dehidrasi mampu meningkatkan kadar hormon kortisol yang akhirnya bisa “merusak tubuh” secara perlahan. 

Akibatnya, keinginan untuk melakukan aktivitas sehari-hari termasuk berhubungan seks pun enggan untuk dilakukan. 

Artikel Lainnya: Dehidrasi pada Ibu Hamil, Apa Bahayanya bagi Janin?

1 dari 3 halaman

Dehidrasi juga Bikin Vagina Kering

Selanjutnya, dehidrasi juga dapat menyebabkan kulit kering. Ini bukan sekadar bibir pecah-pecah, tapi juga bisa menyebabkan vagina Anda menjadi lebih kering. 

Kekeringan vagina dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks, yang mungkin membuat Anda tidak bersemangat untuk melakukannya.

Sherry A. Ross, M.D., pakar kesehatan wanita dan penulis She-ology: The Definitive Guide to Women Intimate Health mengatakan, vagina yang sehat membutuhkan perhatian higienis yang sama dengan bagian tubuh lainnya. 

“Merawat vagina mirip dengan cara merawat wajah. Alasannya kulit vagina rentan terhadap kekeringan jika tidak dirawat dengan benar,” dia menjelaskan.

Menurut Ross,  kekeringan ini bisa terjadi akibat tidak ada cairan dalam tubuh yang bisa melembapkan vagina. Organ kewanitaan ini pun jadi terasa lebih sakit dan kering. 

Vagina yang sehat biasanya bersifat asam, tetapi dehidrasi dapat membuat keseimbangan itu jadi berubah. Vagina pun jadi tidak sehat lagi. 

Kepada KlikDokter, dr. Arina Heidyana juga sepakat dengan pernyataan yang diberikan oleh Ross. Namun, dr. Arina menegaskan bahwa dehidrasi tidak selamanya menjadi penyebab dari vagina kering. 

“Pengaruh hormon dan mengonsumsi obat-obatan adalah penyebab utama vagina jadi lebih kering,” ucap dr. Arina.

Artikel Lainnya: Mungkinkah Atlet Olahraga Air Mengalami Dehidrasi?

2 dari 3 halaman

Dehidrasi Bisa Picu Disfungsi Ereksi pada Pria

Dilansir dari Healthline, agar seorang pria dapat ereksi dan akhirnya mencapai orgasme, banyak sistem tubuh harus bekerja sama dengan benar. 

Segala sesuatu mulai dari saraf di sekitar penis hingga darah yang dipompa ke seluruh tubuh diperlukan untuk ereksi.

Jika salah satu bagian tersebut tidak atau gagal berfungsi dengan baik, disfungsi ereksi dapat terjadi.

Nah, hidrasi adalah komponen penting untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan seksual. Tanpa hidrasi yang tepat, tubuh Anda mengalami efek samping dan komplikasi. Salah satunya jadi penyebab disfungsi ereksi. 

Semakin terhidrasi tubuh Anda, semakin tinggi volume sel darah dan plasma Anda. Aliran darah juga semakin efisien mengalir melalui pembuluh darah dan arteri.

Artikel Lainnya: Benarkah Dehidrasi Picu Disfungsi Ereksi?

Volume sel darah dan plasma yang rendah bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Itu karena penis tidak mendapatkan cukup oksigen dan darah yang bisa mempertahankan “ketegangannya”.

Selain itu, menurut dr. Arina, ketika kadar cairan dalam tubuh menurun, tubuh mulai menciptakan hormon yang disebut dengan angiotensin. Hormon ini nantinya akan menyebabkan pembuluh darah mengerut dan mengencang sehingga bisa meningkatkan tekanan darah, dan mencegah aliran darah masuk ke dalam tubuh. 

“Tidak hanya sampai di situ, peningkatan tekanan darah juga bisa mengurangi kepuasan seksual seseorang. Ketika tekanan darah tinggi terus berlanjut, itu dapat merusak pembuluh darah dan arteri. Ini akan membuat mereka lebih keras dan sempit, yang mengurangi aliran darah secara permanen,” ujar Arina.

Untuk menghindari bahaya dehidrasi tersebut, dr. Arina mengharapkan agar Anda bisa melakukan tindakan pencegahan dengan banyak minum air putih minimal 8 gelas per hari. 

Jadi, jangan sepelekan akibat dehidrasi bagi kesehatan seksual Anda. Ketika merasa haus, urine berbau dan berwarna gelap, kulit kering, serta pusing, segeralah minum air putih. Jangan ketinggalan info soal kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar