Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Puasa di Depan Mata, MUI Anjurkan Ibadah Ramadan #DiRumahAja

Puasa di Depan Mata, MUI Anjurkan Ibadah Ramadan #DiRumahAja

Bulan puasa sudah di depan mata tapi sayangnya virus corona masih mewabah. Oleh karena itu, MUI anjurkan ibadah Ramadan #DiRumahAja, ya!

Mulai pekan depan, umat muslim di Indonesia akan menjalankan ibadah puasa. Akan tetapi, Ramadan tahun ini berbeda karena terjadi di tengah wabah virus corona. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mengimbau masyarakat untuk beribadah dengan khusyuk di rumah saja.

Ya, Ramadan kali ini terasa sangat berbeda. Umat muslim harus melewatinya di tengah pandemi virus corona yang masih dan diprediksi akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

Oleh karena itu, MUI lewat Sekretaris komisi fatwa, Dr. HM. Asrorun Ni'am Sholeh, MA, mengajak umat muslim untuk memetik hikmah dan menjalankan ibadah serta memaknai segala sesuatunya sesuai syariat Islam. Ini termasuk mengajak umat muslim beribadah #DiRumahAja.

Selain itu, MUI juga mengajak umat muslim tanah air untuk menyongsong Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin, fisik dan juga mental, serta pemahaman kebiasaan baru ibadah di tengah pandemi COVID-19.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 4 halaman

Bukan Pembatasan Ibadah, Tapi Kerumunan

Pemahaman baru yang dimaksud Asrorun Ni'am adalah beribadah di rumah, seperti tarawih. Semua dilakukan di rumah demi menekan angka penyebaran COVID-19.

Ini tertuang dalam fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020. Fatwa ini bisa menjadi pedoman bagi umat muslim menjalani ibadah tarawih.

Fatwa itu sebenarnya pernah dikeluarkan MUI pada 16 Maret 2020 dan diteken oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF. Hal ini juga berlaku untuk mengatur salat Jumat.

Asrorun Ni'am menyebut ketentuannya sama dengan salat sunah tarawih, yakni sama-sama tidak diperkenankan untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid.

Namun, MUI menegaskan bahwa semua anjuran dan fatwa yang ada bukan untuk membatasi ibadah, tapi supaya tidak berkerumun. Sebagai gantinya, bisa ibadah individual di rumah.

"Ibadah Ramadan menjadi momen emas untuk memusnahkan wabah COVID-19. Ini bukan halangan ibadah, justru meningkatkan keimanan," ujar Asrorun Ni'am.

"Kebiasaan Ramadan selama ini perlu adaptasi. Pembatasan kerumunan bukan membatasi ibadah, kerumunan saat ini justru jadi faktor penyebaran," ungkapnya seperti dikutip dari CNBC.

Asrorun Ni'am juga menyerukan untuk melakukan ibadah salat tarawih di rumah. Dengan cara ini, menurutnya akan meningkatkan keharmonisan dalam keluarga. Hal ini bukan berarti meninggalkan masjid sebagai lokasi beribadah seperti biasanya.

"Cara baru, syiar di masjid digeser ke rumah. Adzan tetap didendangkan dan pengumuman agama lain. Tapi aktivitas keagamaan kita di rumah," katanya.

Apa yang diimbau MUI tentu punya alasan tersendiri. Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah sudah mengimbau untuk physical distancing. Imbauan pembatasan fisik ini jelas penting demi mencegah virus corona semakin tersebar.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 4 halaman

Kegiatan Silaturahmi Secara Online selama Bulan Puasa

Lalu, bagaimana dengan kegiatan silaturahmi yang biasanya gencar dilakukan selama bulan puasa? Asrorun Ni'am menjelaskan, ini bisa dilakukan secara online dengan memanfaatkan teknologi.

Silaturahmi yang sering dilakukan adalah misalnya berbuka puasa bersama. Selain itu, pengajian bersama di masjid juga kerap jadi sarana bersilaturahmi. Namun, semua itu sekarang beralih menjadi online dan dilakukan di rumah.

"Kebiasaan pengajian di masjid dan kantor saat menunggu berbuka, kita geser ke pengajian online dengan memanfaatkan teknologi dengan ustaz-ustaz terpercaya. Kebiasaan tadarus di masjid, kita gemakan tadarus Al-Quran di rumah,” imbau Asrorun, melansir dari kumparan.

"Silaturahmi memang sangat dianjurkan. Dengan memanfaatkan teknologi, silaturahmi kita tetap bisa sangat erat, tanpa harus bertemu fisik," ujarnya di kantor BNPB, Jakarta, Senin (13/4).

3 dari 4 halaman

Perkuat Daya Tahan Tubuh selama Puasa di Masa Pandemi Corona

Satu hal lagi yang jangan dilupakan adalah menjaga kesehatan selama puasa di tengah pandemi virus corona. Tidak makan dan minum cenderung membuat kecukupan cairan terpengaruh.

Jangan sampai Anda mengalami dehidrasi ketika berpuasa. Kalau sudah dehidrasi, tubuh jadi rentan sakit, serta terinfeksi virus dan bakteri. Apalagi yang sudah punya penyakit berat.

"Puasa tentu dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Kalau orang lansia atau yang punya riwayat diabetes melitus atau penyakit jantung, harus lebih berhati-hati saat berpuasa. Karena, bisa terjadi dehidrasi atau komplikasi lainnya secara tiba-tiba," ungkap dr. Devia Irine Putri.

"Karena, setiap orang kondisinya berbeda-beda, bisa drop sewaktu-waktu, dan jadi rentan sakit atau terinfeksi virus dan bakteri. Jadi, memang sebaiknya orang-orang yang punya penyakit penyerta harus konsultasi ke dokter dulu," tegas dr. Devia.

Tapi tenang, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar puasa tetap sehat! Berikut tipsnya dari dr. Devia:

  • Tidak melewatkan jam sahur dan berbuka. Porsi makan di jam sahur dan berbuka tetap seperti biasa.
  • Pilih makanan yang sehat dan bernutrisi, terutama yang banyak seratnya biar kenyangnya tahan lama. Wajib konsumsi sayuran dan buah juga. Sebaiknya hindari konsumsi makanan olahan yang diawetkan atau yang digoreng dengan minyak terlalu banyak.
  • Tetap minum yang cukup setidaknya delapan gelas sehari. Misalnya, dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, dua gelas setelah tarawih, dan dua gelas sebelum tidur.
  • Tetap olahraga, misalnya jalan cepat, bersepeda statis, yoga, atau senam aerobik. Tapi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing juga.

Jelas puasa tahun ini akan berbeda bagi umat muslim di Indonesia. Ingat, tetaplah beribadah tapi dilakukan di rumah dan jaga kesehatan selama masa pandemi COVID-19 ini, ya!

Menghadapi wabah virus corona di Indonesia, KlikDokter bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan BNPB dalam menekan angka persebaran virus corona.

Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter via Live Chat 24 jam dan manfaatkan layanan gratis Cek Virus Corona Online. Dapatkan beragam informasi lengkap dan akurat seputar kesehatan di KlikDokter!

(FR/AYU)

1 Komentar

  • Hendri Adikcp

    Seharusnya kita lebih yakin pada Allah dan takut pada yang menciptakan virus bukan pada virus maaf bagi kita sbg umat xxxxx seharusnya lebih takut pada Allah bkn pd virus karena yang dia se rang olh virus yg sdh waktunya kembali dalam Alqur'an Allah berfirman bahwa setiap manusia itu sdh ditentukn ajalnya dan waktunya walaupun ba gaimanapun jk sdh sampai waktunya nggak bisa dimajukan atau di mundurkn sedetikpun ayat yang seperti ini yg hrs kita ingat dan terapkn sekarang ini bkn kita lari