Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Pemerintah Indonesia Biayai Pasien Coronavirus? Ini Faktanya!

Benarkah Pemerintah Indonesia Biayai Pasien Coronavirus? Ini Faktanya!

Pemerintah Indonesia menyatakan akan membiayai pengobatan serta perawatan masyarakat yang terinfeksi virus corona. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pada hari Senin (02/03), presiden Joko Widodo mengumumkan sudah ada dua pasien infeksi virus corona di Indonesia. Pasien positif COVID-19 ini masih satu keluarga dan berdomisili di Depok, Jawa Barat.

Kedua pasien langsung di isolasi ke Rumah Sakit Pusat Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta. Pemerintah juga menyatakan, segala pengobatan dan perawatan infeksi coronavirus di Indonesia ditanggung oleh negara.

Biaya Pasien Virus Corona di Indonesia Ditanggung Pemerintah

Pasien coronavirus di Indonesia sudah dikonfirmasi dialami oleh seorang ibu berusia 64 tahun serta anaknya yang berusia 31 tahun.

Diketahui salah satunya punya riwayat kontak dengan WNA Jepang yang positif corona pada pertengahan Februari lalu saat berada di sebuah acara yang sama.

Setelah keduanya diisolasi, pemerintah juga melakukan penelusuran, bersama siapa saja, di mana, dan kapan pasien positif corona tersebut kontak langsung dengan orang lain.

Ini nantinya akan menjadi jalan untuk mengobati dan mencegah penularan pasien corona di Indonesia menjadi lebih luas.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

Sebelumnya, dalam keputusan peraturan presiden Indonesia pasal 52, Ayat (1) Poin (0), bencana masa tanggap darurat, kejadian luar biasa, atau wabah seperti virus corona di Indonesia ini tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Namun dikutip dari Detik.com, pada hari Selasa (03/03) Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, menyatakan wabah virus corona di Indonesia sudah ditetapkan sebagai KLB atau Kejadian Luar Biasa. Ini tercantum pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/104/2020.

Di mana keputusan Menkes tersebut secara jelas menyatakan bahwa pengobatan dan penanganan wabah COVID-19 di Indonesia akan ditanggung oleh pemerintah.

"Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud Diktum KEDUA dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," tulis Keputusan Menkes tersebut.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Bambang Wibowo, juga mengatakan semua pembiayaan pasien yang baru suspect atau positif virus corona akan ditanggung pemerintah jika memenuhi kriteria dalam pengawasan.

Orang dalam pengawasan maksudnya adalah mereka yang terbukti pernah kontak langsung dengan pasien positif COVID-19.

"Semua pembiayaan suspect atau sakit ditanggung pemerintah. Tidak perlu khawatir, yang penting kalau memang betul sakit dan harus dirawat, maka akan dibiayai oleh negara," tutur Bambang.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 dari 3 halaman

Lakukan Hal Ini Jika Anda Merasa Mengidap Infeksi Corona

Sering kali penularan virus corona ini disebabkan karena suspect atau pasien habis bepergian ke luar negeri atau berkontak langsung dengan warga negara asing yang “mampir”ke Indonesia.

Dilansir dari CNN.com, Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Erlina Burhan, menganjurkan panduan periksa kesehatan untuk cegah corona.

Isi anjurannya menyarankan, bahwa setiap orang yang kembali dari negara terdampak corona harus memeriksa suhu tubuh dua kali sehari pada pagi dan malam hari.

Suhu tubuh di atas 37 derajat Celcius harus diperiksa ke layanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, praktik dokter, atau rumah sakit.

Selain suhu tubuh, kenali pula gejala seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, badan lemas, sendi nyeri. Apabila merasakan hal tersebut, segera ke dokter dan ikuti proses pengobatannya, ya.

Jangan lupa pakai masker jika mengalami batuk dan bersin sering, ini berguna untuk mencegah penyebaran droplet virus  ke orang lain.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan bagi orang yang baru kembali dari negara terdampak virus corona untuk tinggal di rumah dan tidak bepergian selama 14 hari.

WHO pun meminta perusahaan untuk mengizinkan karyawan bekerja dari rumah.Sayangnya, pemerintah Indonesia belum mengadopsi peraturan ini.

Jika pekerjaan bisa dilakukan dari rumah, sebaiknya dilakukan di rumah saja demi antisipasi mencegah penularan dan penyebaran virus corona.

Artikel Lainnya: Jangan Percaya Hoax, Ini Mitos dan Fakta Seputar Coronavirus

2 dari 3 halaman

Pencegahan Virus Corona Sehari-hari Penting Dilakukan

Meski pengobatan dan perawatan pasien sudah ditanggung negara, bukan berarti kini warga Indonesia bisa santai menghadapi penyebaran virus corona, ya! Anda tetap harus mencegah penularan COVID-19 dengan baik dan benar.

Pasalnya, sampai saat ini kasus virus corona di dunia sudah 90.937 lebih, dan yang meninggal dilaporkan mencapai 3.117 pada Selasa (03/03).

Dr. Alvin Nursalim, Sp.Pd dari KlikDokter menyarankan untuk cegah coronavirus, masyarakat harus kebersihan dengan rajin mencuci tangan, “Cuci tangan dengan air bersih dan sabun, kalau tidak ada, ya, bisa pakai hand sanitizer”.

Dokter Alvin pun menganjurkan pada masyarakat yang sedang batuk atau pilek untuk punya etika tersendiri saat sakit. Misalnya, saat batuk jangan ditutup langsung mulutnya pakai tangan. Untuk mencegah penularan, batuklah ke arah siku tangan.

Jika mau pakai tangan, gunakan tissue untuk menutupi hidung dan mulut, lalu dibuang. Setelah membuang tisu,  Anda wajib cuci tangan lagi untuk mencegah penularan virus corona.

“Selain itu, pencegahan dengan menjaga kesehatan secara umum dengan makan makanan sehat, berolahraga rutin, tidur yang cukup, minum air mineral cukup, dan mengelola stres dengan baik”, tambah dr. Alvin.

Pencegahan itu semua dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan virus corona pun sulit menginfeksi diri Anda. Ini juga bisa menekan bertambahnya kasus pasien corona di Indonesia.

Apabila mau tahu lebih lanjut tentang gejala dan penanganan coronavirus, konsultasikan pada dokter lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar