Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anda Terlalu Sibuk Kerja? Dampaknya pada Kesehatan Tak Boleh Diremehkan

Anda Terlalu Sibuk Kerja? Dampaknya pada Kesehatan Tak Boleh Diremehkan

Sering lembur atau sesampainya di rumah masih juga kerja? Kurangi, deh. Keseringan terlalu sibuk kerja bisa membahayakan kesehatan, lho!

Apakah sehari-harinya Anda terlampau sibuk, sampai-sampai merasa 24 jam sehari tak cukup? Bila ya, berhati-hatilah, karena bila sering terlalu sibuk, apalagi sampai jadi workaholic, bisa membahayakan kesehatan baik fisik maupun psikis.

Salah satu fakta mengenai kehidupan modern dan serba digital khususnya di kota-kota besar adalah betapa sibuknya semua orang. Setuju?

Bahkan, sering kali 9-10 jam kerja setiap harinya masih tak cukup, membuat Anda membawa pulang pekerjaan.

Terlalu sibuk sesekali, misalnya saat dikejar deadline, sah saja. Namun, kalau hampir setiap hari terlalu sibuk, kondisi tersebut bisa membahayakan kesehatan fisik dan psikis.

Dampak Buruk Terlalu Sibuk bagi Kondisi Fisik

Ada penelitian menarik yang mempelajari banyaknya jam kerja dan pengaruhnya terhadap pola makan. Dilaporkan, orang-orang yang punya jam kerja panjang (lebih dari 40 jam per minggu) kesulitan untuk menerapkan pola makan sehat.

Sesuai dengan temuan penelitian tersebut, salah satu penghalang utama untuk menjalani pola makan sehat adalah kurangnya waktu. Nah, ini membuat orang-orang yang super sibuk ini cenderung banyak mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) atau makanan olahan kemasan, tetapi minim makan sayur dan buah.

Pola makan yang tidak teratur, misalnya melewatkan waktu makan, juga dikaitkan dengan kualitas menu makanan yang buruk, berat badan yang lebih tinggi, serta kesulitan untuk menjaga berat badan tetap stabil.

Para ahli setuju bahwa pola makan adalah salah satu poin esensial untuk menjaga kesehatan. Pola makan yang buruk sering kali berkaitan dengan penyakit seperti hipertensi, diabetes, asam urat, dan kolesterol tinggi.

Kalau kondisi tersebut terus berlangsung dan tidak ditangani dengan baik, bisa timbul penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan sebagainya.

1 dari 2 halaman

Kesehatan Psikis Juga Menjadi Taruhannya

Dari segi kesehatan mental, sibuk terus-terusan tak akan membawa manfaat. Malah, seringnya kerja keras bagai kuda setiap hari bisa menimbulkan stres, yang bisa berkembang menjadi gangguan kecemasan dan depresi.

Bila mengalami stres dengan gejala seperti di bawah ini, sudah waktunya Anda lebih waspada dan peduli akan kondisi kesehatan mental.

  • Perubahan pola makan (makan berlebihan atau kehilangan nafsu makan).
  • Perubahan suasana hati (emosi meledak-ledak atau kurang sabar).
  • Sulit berkonsentrasi dan mudah lupa.
  • Kehilangan ketertarikan terhadap hal-hal yang biasanya disukai.
  • Isolasi sosial.
  • Kebiasaan tertentu yang muncul saat gugup (mengigigit kuku, bibir, atau memelintir rambut).

Sibuk Tak Sama dengan Produktif

Perlu diingat, sibuk tak sama dengan produktif. Bila Anda produktif, dengan durasi waktu tertentu, Anda dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan. Sementara itu, sibuk umumnya hanya berkaitan dengan waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan sesuatu.

Bila Anda menyadari beberapa waktu belakangan terlalu sibuk hingga sampai tak sempat melakukan satu hal pun untuk diri sendiri (me-time), waktunya untuk meninjau kembali aktivitas harian Anda.

Buatlah daftar tugas yang perlu diselesaikan setiap harinya, lalu urutkan sesuai prioritas. Jadikan itu panduan untuk Anda bekerja setiap harinya.

Jangan lupa juga untuk menyeimbangkan kerja dan relaksasi, misalnya dengan bertemu teman-teman, mampir ke tempat spa sepulang kerja, berendam air hangat, membaca buku, main dengan hewan peliharaan, atau hal lainnya yang disuka.

Bila sesampainya di rumah badan rasanya seakan remuk karena pegal dan capek, Anda bisa mencegah dan mengatasinya dengan mengonsumsi multivitamin. Pilih multivitamin yang terdiri dari kombinasi vitamin B1, B6, E, serta mineral kalium dan magnesium aspartat untuk membantu memelihara kondisi tubuh dan kesehatan.

Semua manfaat di atas bisa didapat lewat konsumsi rutin Fatigon sekali sehari.

Hal penting lainnya adalah dengan selalu menjaga ketahanan tubuh dengan menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, dan punya cukup waktu untuk me-time agar terhindar dari stres.

Giat bekerja itu baik, tapi jangan sampai terlalu sibuk kerja hingga lupa kesehatan diri. Lindungi tubuh dengan pola hidup sehat, ditambah konsumsi Fatigon agar badan bebas pegal-pegal. Bekerjalah sewajarnya dan luangkan waktu untuk hal lain yang lebih berharga. Keseimbangan seperti ini baik untuk kondisi fisik dan psikis, performa kerja pun terjaga.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar