Sukses

Stres Jadi Penyebab Bintitan, Mitos atau Fakta?

Bukan hanya ngintipin orang mandi, stres juga disebut-sebut sebagai penyebab bintitan! Benar atau tidaknya informasi tersebut, berikut penjelasannya.

Bintitan atau hordeolum, sudah jadi masalah kesehatan mata yang tak asing lagi buat orang Indonesia. Saking tidak asingnya, muncul mitos soal penyebab bintitan, yakni karena ngintip orang mandi.

Namun sekarang, tak cuma perkara intip-mengintip, kondisi stres juga dianggap sebagai penyebab bintitan, lho! Alasan sedang stres juga lebih masuk akal ketimbang mengintip orang mandi. Lantas, bagaimana tanggapan dokter mengenai hal tersebut? Apakah itu termasuk mitos bintitan?

Apa Benar, Stres Bisa Jadi Penyebab Bintitan?

Menanggapi kaitan antara stres dan bintitan, dr. Arina Heidyana dari KlikDokter, mengatakan bahwa penyebab pasti dari bintitan adalah infeksi bakteri Staphylococcal. Bakteri tersebut menyebabkan peradangan di kelenjar, lalu berakhir dengan penebalan di dinding kelenjar.

Lalu, bagaimana dengan stres? dr. Arina juga memaparkan, kalau beberapa orang yang stres berat cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah. Sebab, mereka biasanya lupa istirahat cukup dan pola makan cenderung tidak teratur.

“Belum lagi ada yang malas bersih-bersih diri, misalnya nggak mandi atau tidak sempat membersihkan bekas riasan di wajah,”  kata dr. Arina.

Nah, bakteri penyebab bintitan adalah salah satu jenis mikroorganisme yang mudah menginfeksi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah ketimbang mereka yang sedang fit. Itulah mengapa stres kerap dikaitkan sebagai penyebab bintitan. Meski demikian, risiko stres menyebabkan bintitan itu terbilang sangat kecil,” tambah dr. Arina.

Artikel lainnya: Hal yang Pertama Dilakukan Saat Mulai Bintitan

Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian di tahun 2017 menemukan segelintir fakta, bahwa hormon stres seperti norepinefrin, dapat diubah menjadi asam 3,4-dihydroxymandelic (DHMA). Asam tersebut dapat membantu menarik bakteri ke area tubuh yang rentan terhadap infeksi.

Kekurangan waktu tidur pun akan memengaruhi kemampuan sel T (sel kekebalan tubuh) dalam melawan bakteri. Alhasil, gabungan dari efek stres karena kurang tidur ditambah sedang punya sistem kekebalan tubuh yang lemah tersebut dapat berujung pada infeksi bakteri seperti bintitan.

Sebenarnya, makanan berlemak atau makanan yang kadar kolesterolnya tinggi juga pernah dihubungkan dengan bintitan, tapi hal itu sudah disanggah oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

Menurutnya, tidak ada hubungan sama sekali antara makanan berlemak dengan bintitan. Ketimbang makanan berlemak, penyakit blefaritis, masalah kulit seperti jerawat atau dermatitis seboroik, hingga diabetes lebih mungkin untuk menyebabkan bintitan.

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Bintitan Tanpa Obat

1 dari 2 halaman

Apa yang Bisa Dilakukan Jika Stres Berujung Bintitan?

Kalau sudah begini, tentu tingkat stres harus dijaga dengan lebih baik, ya. Menjaga agar stres tidak menyebabkan masalah kesehatan lanjutan juga harus dilakukan seiring dengan perubahan pola hidup yang lebih baik. Adapun beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bintitan akibat stres, antara lain:

  • Seberapa berat kondisi stres menimpa Anda, jangan sampai malas untuk membersihkan diri, terutama mencuci tangan dan membersihkan wajah. Bekas riasan, khusus riasan mata (eyeshadow, eyeliner, maskara) juga harus dibersihkan sampai tuntas dengan eye makeup remover. Lalu, cuci wajah dengan facial wash (double cleansing).
  • Usahakan untuk tidur cukup dalam semalam, minimal 7 sampai 8 jam. Meski malamnya Anda harus mengerjakan pekerjaan yang belum selesai, sebisa mungkin hindari kafein. Kafein akan membuat Anda tetap “melek” walaupun pekerjaan Anda sudah selesai.
  • Wajib untuk mengonsumsi makanan bergizi setiap hari. Setidaknya pikiran yang penat dan tubuh yang lelah masih bisa dibantu dengan asupan makanan bergizi yang menguatkan.
  • Jangan sering mengucek-ngucek mata, karena ini bisa menjadi cara bakteri masuk ke dalam mata dan menjadi penyebab bintitan. Setiap ingin menyentuh mata, bersihkan dulu area tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer.
  • Lalu, untuk mengurangi gejala peradangan bintitan, letakkan kompres hangat pada area yang bengkak selama 10 menit sebanyak 4 kali sehari. Selain memberi rasa nyaman, kompres hangat bisa mengurangi bengkak.
  • Jika mau diobati sampai sembuh dengan cepat dan aman, periksakan diri ke dokter. Biasanya, dokter akan memberikan salep antibiotik dan obat antiradang (dosis yang tepat hanya bisa diberikan oleh dokter).

Itu dia penjelasan soal stres, penyebab bintitan, dan hubungan antara keduanya. Jika masih ada yang ingin ditanyakan soal gangguan mata lainnya, konsultasikanlah hal tersebut kepada dokter kami melalui fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

(OVI/RPA)

1 Komentar