Sukses

Bahaya Infeksi Virus Corona pada Ibu Hamil

Virus corona kini tengah menjadi sorotan dunia karena penyebarannya yang kian luas. Lantas, apa bahaya virus ini saat menginfeksi ibu hamil?

Tak berlebihan untuk mengatakan kalau virus corona kini menggemparkan dunia. Bagaimana tidak? Sampai berita ini ditulis (Jumat, 31/1), virus yang pertama kali dideteksi di Wuhan, Tiongkok, itu telah menginfeksi lebih dari 9.776 orang dan menyebabkan kematian lebih dari 213 orang.

Penyebaran virus yang diberi nama 2019 – novel Coronavirus (2019-nCoV) tersebut pun terbilang sangat cepat. Tak heran, berbagai negara telah mengonfirmasi pasien yang terinfeksi virus corona, seperti Jepang, Thailand, Malaysia, Australia, bahkan Amerika Serikat.

1 dari 4 halaman

Asal Coronavirus yang Perlu Diketahui

Coronavirus adalah virus RNA helai tunggal (single stranded RNA) yang berasal dari kelompok Coronaviridae. Virus lain yang termasuk dalam kelompok serupa adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) dan Middle East Respiratory Sydrome Coronavirus (MERS-CoV).

Keduanya pernah mewabah pada tahun 2002 dan 2012. Setelah menginfeksi, coronavirus dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari flu biasa hingga gangguan pernapasan berat, seperti pneumonia.

Gejala yang ditunjukkan pun beragam. Antara lain, demam tinggi, menggigil, batuk pilek, hidung berair, bersin, dan juga sesak napas.

Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, beberapa kelompok diketahui lebih rentan. Kelompok itu adalah mereka yang berusia lanjut, mengalami penyakit kronis, atau memiliki daya tahan tubuh relatif turun lebih rentan terinfeksi.

Salah satu yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah ibu hamil. Lantas, seberapa bahayakah infeksi coronavirus pada ibu hamil?

Artikel Lainnya: Waspada Coronavirus, Ini Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Bumil

2 dari 4 halaman

Bahaya Infeksi Coronavirus pada Kehamilan

Walau kasus infeksi virus corona belum banyak, Anda harus tetap harus waspada karena virus ini bisa jadi menginfeksi, sama seperti pada kasus SARS dan MERS yang lalu.

Studi kasus yang dilakukan terhadap pasien hamil yang terinfeksi SARS di tahun 2004 menunjukkan bahwa infeksi coronavirus—dalam hal ini SARS—saat hamil dapat menyebabkan keguguran pada kehamilan trimester pertama.

Bila terjadi pada trimester kedua atau ketiga, virus corona dapat menyebabkan kematian janin dan ancaman kelahiran prematur.

Hal serupa juga dialami oleh ibu hamil yang terinfeksi MERS pada tahun 2014. Sebuah penelitian memperlihatkan bahwa infeksi MERS pada kehamilan dapat menimbulkan janin gagal tumbuh (intrauterine growth restriction/IUGR) bahkan kematian janin.

Belum jelas bagaimana mekanisme infeksi virus corona dapat menimbulkan komplikasi tersebut. Akan tetapi, kemungkinannya adalah gangguan pernapasan pada ibu hamil yang terinfeksi coronavirus dapat menurunkan pasokan oksigen pada janin. Dalam kondisi tersebut, akibat fatal, seperti kematian janin, dapat terjadi.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

3 dari 4 halaman

Kasus Kelahiran Ibu yang Terinfeksi Coronavirus di Tiongkok

Dilansir dari Channnel News Asia, seorang ibu yang tengah hamil 37 minggu terpaksa harus menjalani operasi caesar di Wuhan Union Hospital, Tiongkok. Ibu hamil tersebut menjadi salah suspect virus corona yang tengah mewabah di daerah tersebut.

Mengapa harus diberikan tindakan operasi persalinan? Hal ini disebabkan ibu hamil bernama Xiaoyan ini tidak bisa menerima perawatan dan pengecekan intensif yang terkait novel coronavirus ini. Untuk menyelamatkan nyawanya dan calon bayi, dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi caesar.

Menurut Zhao Yin, Deputy Director Wuhan Union Hospital, operasi ini sangatlah berisiko. Ini karena harus dilakukan saat pasien hamil tersebut tengah mengalami demam dan terus-terusan batuk. Tentunya, ini semakin berisiko tinggi para tenaga medis juga terular 2019-nCov.

Belum lagi tenaga medis yang melakukan operasi harus mengenakan dua lapis baju anti-virus, masker, dan juga sarung tangan selama satu jam proses tersebut. Bahkan, dokter bedahnya mengaku sulit melihat selama operasi.

Pasien tersebut akhirnya melahirkan bayi laki-laki seberat 3,1 kg. Bayi tersebut langsung dibawa pulang ke rumah secepat mungkin untuk menghindari terjadinya penularan virus corona yang banyak di rumah sakit.

Dari sini, tentunya Anda menjadi paham kalau ibu hamil yang terinfeksi coronavirus memiliki risiko yang tinggi untuk melahirkan si Kecil. Bayi yang baru lahir pun juga punya risiko tinggi tertular parasit tersebut langsung saat lahir atau dari lingkungan.

Itu sebabnya, penting bagi ibu untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan kesehatan tubuh. Jangan ragu untuk meminta pertolongan medis jika sudah muncul gejala medis tersebut.

Ibu hamil harus terus menjaga kesehatan tubuh. Ditambah lagi hingga saat ini novel 2019-nCoV ini belum ditemukan obat ataupun vaksinnya.

Infeksi coronavirus masih menjadi ancaman kesehatan bagi semua orang, tak terkecuali ibu hamil. Untuk itu, jaga kondisi tubuh dan lakukan langkah pencegahan di atas agar Anda dan janin tetap sehat dan terhindar dari bahaya infeksi coronavirus. Dapatkan selalu update terbaru terkait virus corona hanya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar