Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Gangguan Motorik Halus pada Anak yang Perlu Bunda Kenali

Gangguan Motorik Halus pada Anak yang Perlu Bunda Kenali

Kemampuan koordinasi motorik halus anak memengaruhi kecerdasannya. Yuk, kenali apa saja gangguan perkembangan yang mungkin dialami si Kecil sedini mungkin.

Salah satu tahapan perkembangan milestone yang harus dicapai anak keterampilan motorik. Keterampilan ini terbagi menjadi dua, yaitu motorik halus dan kasar. Nah, perkembangan motorik halus dimulai sejak usia dini.

Bila kemampuan motorik kasar melibatkan kekuatan otot-otot besar tubuh (misalnya merangkak, berjalan, duduk, berlari, menendang, memanjat, dan sebagainya), kemampuan motorik halus berkaitan dengan keseimbangan otot-otot kecil dan koordinasi mata dan tangan.

Berbagai Penyebab Gangguan Motorik Halus pada Anak

Faktanya, setiap anak punya kemampuan yang berbeda dalam mencapai tahapan perkembangan motorik, terutama motorik halus. Namun, tak jarang ada keterlambatan maupun gangguan dalam perkembangannya.

Beberapa faktor yang dapat mengganggu perkembangan motorik halus anak antara lain seperti berikut ini.

  • Kelainan genetik seperti sindrom down.
  • Kelahiran prematur.
  • Kelainan neuromuskular, misalnya cerebral palsy (lumpuh otak) atau distrofi otot.
  • Gangguan perkembangan seperti autisme.
  • Gangguan penglihatan.
  • Keterlambatan perkembangan kognitif.
  • Menurunnya kekuatan jari-lengan dan otot.

Artikel lainnya: Tahapan Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

1 dari 3 halaman

Ciri-Ciri Anak yang Mengalami Gangguan Motorik Halus

Orang tua perlu memperhatikan dengan saksama perkembangan motorik halus anak agar tetap optimal. Bila memang terlihat ada keterlambatan, anak bisa segera dibawa ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Ada beberapa tanda yang bisa muncul apabila si Kecil mengalami gangguan motorik halus, di antaranya adalah berikut ini.

  • Ceroboh

Umumnya, anak akan tampak ceroboh (clumsy)—akibat tidak mampu menggenggam barang dengan baik karena kurang baiknya koordinasi antara mata dan tangan.

  • Lebih Menyenangi Aktivitas Fisik

Anak yang mengalami gangguan motorik halus biasanya lebih menyukai aktivitas fisik seperti bermain, ketimbang menggambar atau menyusun balok.

  • Keterlambatan Bicara

Gangguan ini juga bisa terjadi karena karena berbicara melibatkan pergerakan mulut, bibir, dan lidah.

Perkembangan Motorik Halus Anak Sesuai Usianya

Mengenai perkembangan motorik halus anak, rentang waktu harus diperhatikan. Sebagai contoh, anak yang sudah memasuki usia 10 bulan tapi belum bisa menggenggam benda dengan erat atau kesulitan dalam memfokuskan pegangan pada benda tertentu.

Bisa dijadikan sebagai panduan, di bawah ini adalah keterampilan motorik halus yang normalnya dapat dicapai oleh anak sesuai usianya:

  • Usia 4 bulan: mampu bermain dengan tangan, memasukkan jari ke dalam mulut, atau menggenggam mainan. 
  • Usia 6 bulan: memindahkan satu objek dari satu tangan ke tangan yang lain atau menggenggam objek kecil dengan empat jari (raking grasp).
  • Usia 9 bulan: mampu menirukan tepuk tangan, mampu mengambil objek kecil dengan 3 jari, memainkan tangannya sendiri, atau meremas benda dengan kepalan tangan.
  • Usia 12 bulan: mampu mengambil objek di dalam cangkir, mampu menjepit (pincer grasp), mampu memegang krayon, mulai bisa makan sendiri dengan finger food, dan mulai menunjukkan preferensi tangan dominan.
  • Usia 15 bulan: mampu mencoret-coret atau menirukan membuang sampah botol.
  • Usia 18 bulan: mampu membuat menara dengan balok 4 tingkat.
  • Usia 2 tahun: mampu meniru membuat lingkaran dan garis horizontal.
  • Usia 3 tahun: mampu menggunting kertas dengan gunting (khusus anak) atau memasukkan manik-manik ke dalam tali.
  • Usia 4 tahun: mampu mengikat tali, menulis nama sendiri, menggambar persegi, atau menggunakan penjepit untuk memindahkan sesuatu.

Artikel lainnya: Manfaat Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak

2 dari 3 halaman

Kapan Orang Tua Harus Khawatir?

Melihat tahapan di atas, bila Anda merasa si Kecil mengalami gangguan motorik halus, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikannya.

Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan usia anak. Ini karena mungkin saja yang dialami anak adalah keterlambatan, bukan satu gangguan serius.

Gangguan motorik halus dapat membaik apabila anak dibiasakan untuk berlatih. Selain latihan, ada pula terapi lainnya seperti terapi wicara.

Apabila gangguan motorik halus disebabkan oleh suatu kelainan tertentu, seperti gangguan saraf, tak jarangan penanganannya melibatkan dokter spesialis saraf.

Apakah Gangguan Motorik Halus Bisa Dicegah?

Gangguan motorik halus dipengaruhi banyak hal, mulai dari genetik maupun penyakit tertentu.

Melakukan upaya pencegahan secara pasti memang cukup sulit. Namun, yang bisa dilakukan adalah memastikan orang tua ikut andil dalam perkembangan motorik halus si Kecil. Karena, semakin sering orang tua melakukan stimulasi rangsangan, kemampuan motorik halus anak akan semakin terasah.

Lakukan kegiatan yang dapat mengasah kemampuan motorik halus anak, serta dorong si Kecil untuk melakukan hal-hal yang baru melalui permainan, menggambar dengan krayon atau pensil warna, atau memasukkan tali ke lubang manik-manik.

Keterampilan motorik anak adalah bagian dari tumbuh kembang anak yang perlu terus dipantau. Lakukan stimulasi tanpa paksaan agar perkembangannya optimal. Selain itu, bawa anak rutin ke dokter spesialis anak secara berkala. Jangan ragu memeriksakannya ke dokter bila curiga ada keterlambatan. Bisa juga bertanya langsung dalam fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar