Sukses

Hati-hati Kalau Kerokan di Leher, Ini Risikonya!

Melebarkan area kerokan hingga ke leher ternyata ada bahayanya. Sebelum Anda melakukan hal itu, simak penjelasan tentang bahaya kerokan di leher berikut ini.

Pertolongan pertama orang Indonesia saat masuk angin biasanya adalah kerokan. Metode dengan minyak oles dan koin itu dilakukan di punggung dan kadang melebar ke leher, pundak, hingga lengan.

Meski sudah banyak yang mempraktikkannya, tapi tetaplah hati-hati bila kerokan di leher. Sebab, kerokan di leher ada bahaya yang mengintai dan bikin kondisi makin tak enak!

Kenapa Kerokan di Leher Berbahaya?

Kerokan pada leher umumnya dilakukan ketika bagian leher dan kepala terasa nyeri atau berat. Ya. sebagian orang memang lebih memilih untuk tidak mengonsumsi obat pereda nyeri kalau gejala tersebut muncul.

Namun, tindakan tersebut justru dinilai kurang baik dari segi medis. Dokter Ayu Yuni Andini pernah mengatakan, saat kepala sedang sakit dan leher terasa “berat”, lebih baik bagian tersebut dipijat ketimbang dikerok.

Artikel lainnya: Kerokan Bawang Merah untuk Mengatasi Masuk Angin, Benarkah Ampuh?

Pijatan dapat merelaksasikan ketegangan otot dan saraf, sedangkan dikerok hanya membuat pembuluh darah semakin melebar. Bukannya sakit mereda, pada sebagian orang metode yang punya nama lain gua sha itu justru menambah rasa sakit!

Lagipula, metode kerokan itu sendiri tidak bisa benar-benar menyembuhkan sumber penyakit. Cara ini hanya membuat pembuluh darah yang sudah tidak berfungsi dengan baik atau yang sudah mengandung CO2 mengeluarkan uap-uap polusi dalam darah, lalu membuat orang yang dikerok merasa lebih baik.

Perasaan lebih baik itu hanya bersifat sementara. Tunggu beberapa jam lagi dan biasanya kondisi tubuh akan kembali menurun bila gejala yang dirasakan memang sudah cukup berat.

Jadi, mulai sekarang, hati-hati bila Anda kerokan di bagian leher. Pasalnya, pembuluh darah di area tersebut bisa pecah dan menambah keluhan lain.

1 dari 3 halaman

Leher dan Kepala Sakit? Lebih Baik Pijat dibanding Kerokan

Efek lebih baik yang timbul setelah menerima metode kerokan lebih mengarah pada sugesti. Makin merah hasil kerokan, makin besar pula anggapan bahwa penyakit yang ada di dalam tubuh “keluar”.

Padahal, sekali lagi, itu hanyalah pembuluh darah yang pecah. Beberapa orang justru merasa sakit yang lebih parah apabila pembuluh darahnya pecah.

Menurut dr. Rio Adityo dari KlikDokter, pijatan memang dapat memberikan sensasi relaksasi sekaligus melepaskan stres. Bahkan, ada sebuah studi yang menyatakan bahwa sentuhan yang dalam (deep touch) mampu mengurangi rasa nyeri dan menstimulasi penyembuhan pada cedera otot yang dirasakan.

Para peneliti dari Universitas McMaster di Kanada menemukan, metode pijat dapat mengaktifkan suatu gen yang berfungsi secara langsung untuk mengurangi proses peradangan yang ada.

“Efek ini punya kerja yang hampir sama dengan efek yang diberikan obat anti-nyeri, seperti ibuprofen atau aspirin,” pungkas dr. Rio.

Tak membuat pembuluh darah kecil pecah, pijatan justru bisa meningkatkan kelancaran peredaran darah dan saluran limfatik. Dengan teknik yang benar, ketegangan dan kekakuan akan hilang. Kondisi tubuh akan jauh lebih relaks dan lentur, lalu nyeri akan mereda dengan sendirinya.

Artikel lainnya: Ibu Hamil Masuk Angin, Sebaiknya Kerokan atau Dipijat?

2 dari 3 halaman

Tips Kerokan yang Aman

Sulit untuk memisahkan pengobatan alternatif ini dari masyarakat. Tapi tenang, Anda tetap bisa melakukan kerokan asal tahu cara yang aman. Adapun tips kerokan aman yang dianjurkan yaitu:

  • Menurut Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, pasien dengan gangguan darah (termasuk leukemia) tidak boleh dikerok. Ini dapat menyebabkan perdarahan yang sulit dikontrol.
  • Gunakan koin yang tidak tajam. Lebih baik gunakan koin seribu ketimbang koin lima ratus atau dua ratus. Selain itu, dr. Alvin juga berpesan untuk menggunakan koin yang bersih agar bakteri pada koin tidak masuk dalam kulit dan menyebabkan infeksi.
  • Gunakan minyak zaitun agar gesekan dari koin lebih licin dan tidak melukai.
  • Lakukan kerokan di samping tulang, tepatnya di sendi-sendi dekat tulang, bukan tepat di atas tulang. Hindari bagian tulang punggung dan leher.
  • Setelah dikerok, jangan lupa usapkan lagi bagian yang dikerok menggunakan minyak kayu putih atau minyak angin agar lebih hangat.
  • Jangan langsung mandi setelah punggung dikerok. Mandilah beberapa jam kemudian atau keesokan harinya.

Itu dia penjelasan soal bahaya kerokan di leher. Bila kondisi tak segera membaik meski tubuh sudah dikerok atau dipijat, Anda bisa mengonsultasikan keadaan tersebut pada dokter tepercaya kami melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar