Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penis Menghitam Setelah Tak Sengaja Tergigit, Apakah Itu Normal?

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Penis Menghitam Setelah Tak Sengaja Tergigit, Apakah Itu Normal?

Ada kasus penis seorang pria tergigit saat seks. Awalnya, luka terlihat ringan, tapi lama-lama lukanya memburuk, membuat penisnya jadi hitam dan membusuk.

Ada sebuah kasus penis seorang pria tak sengaja tergigit saat melakukan hubungan seksual. Awalnya, luka di ujung penisnya terlihat ringan, tapi perlahan penisnya berubah warna jadi kehitaman dan membusuk. Duh! Seberapa berbahaya kondisi ini?

Laporan kasus ini cukup menyedot perhatian dan dipublikasikan dalam jurnal Visual Journal of Emergency Medicine yang baru saja terbit.

Faktanya, penis bisa mengalami cedera, seperti tak sengaja terpukul atau tertendang. Selain itu, penis juga bisa tergigit, misalnya saat beraktivitas seksual. 

Penyebab Penis Hitam dan Membusuk

Cedera penis tergigit sebetulnya cukup sering terjadi dan kebanyakan tak butuh penanganan medis. Namun, yang bisa bahaya adalah setelah insiden tergigit, ternyata itu timbul luka terbuka dan terinfeksi bakteri. Kondisi ini dikenal sebagai gangren Fournier (Fournier’s gangrene).

Gangren Fournier adalah salah satu penyakit pada kelamin pria yang merupakan turunan dari gangren. Gangren sendiri adalah kondisi jaringan tubuh yang mati (nekrosis) akibat hilangnya suplai darah akibat penyakit, cedera, atau infeksi.

Gangren Fournier ini masuk dalam kategori kondisi gawat darurat medis, yang bisa berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.

Penyebab tersering gangren Fournier adalah infeksi bakteri di atau dekat area kelamin. Bakteri kemudian merusak pembuluh darah, menghasilkan racun dan enzim yang menghancurkan jaringan.

Selain seperti kasus penis seorang pria yang tak sengaja tergigit dan terinfeksi, penyebab gangren Fournier juga bisa karena hal berikut ini.

Pada anak-anak, penyebabnya bisa karena hal berikut ini.

Meski bukan termasuk penyebab, ada beberapa kondisi dan pengobatan yang dipercaya para ahli dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami gangren Fournier, yaitu berikut ini.

  • Diabetes.
  • Penyalahgunaan alkohol.
  • Trauma di area genital.
  • Steroid.
  • Kemoterapi.
  • HIV.
  • Obesitas.
  • Sirosis.
  • Obat diabetes sodium-glucose cotransporter-2 (SGLT2) inhibitor.

Artikel lainnya: Awas, Salah Cara Memperbesar Penis Bisa Berakibat Fatal!

1 dari 3 halaman

Infeksi yang Terjadi Beserta Gejalanya

Infeksi menyebar sepanjang jaringan penghubung antara kulit dan otot-otot yang mendasarinya. Namun, kondisi ini umumnya tidak membahayakan otot. Infeksi dapat mulai pecah menembus kulit, seperti dari cedera atau operasi, yang memungkinkan bakteri masuk menginfeksi tubuh.

Infeksi biasanya dimulai di daerah antara alat kelamin dan dubur (perineum) dan menyebar di bawah kulit. Infeksi juga bisa menyebar ke luar area genital, seperti ke dinding perut atau bokong.

Pada gangren Fournier, jaringan yang terinfeksi akan mati dan terurai. Gejala awal yang bisa timbul di antaranya adalah ini.

  • Nyeri mendadak.
  • Infeksi kemudian berkembang dengan cepat, lalu warna kulit akan menggelap—berubah menjadi ungu kemerahan, bercak biru keabuan, atau tampak kehitaman.
  • Jaringan yang membusuk mulai mengeluarkan bau busuk yang kuat.

Selanjutnya, bisa terjadi gejala lanjut yang berupa:

  • Pembengkakan di area yang terkena.
  • Detak jantung lebih cepat.
  • Demam tinggi.

Infeksi bisa menghancurkan skrotum, yang tentu saja dapat memperburuk infeksinya. Bila tidak segera ditangani secara medis, infeksi dapat menyebar ke aliran darah, yang bisa mengakibatkan kegagalan organ dan kematian (sepsis).

Artikel lainnya: 10 Keunggulan Penis Kecil yang Harus Anda Tahu

Penanganan Gangren Fournier

Nantinya, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri yang mendasarinya. Selain itu, penderita juga mungkin butuh tindakan operasi untuk mengangkat jaringan yang mati berikut yang hampir mati.

Tak hanya itu, ada kemungkinan penderita akan menerima bedah rekonstruktif dan cangkok kulit setelah infeksi terkendali, untuk menutupi area tempat jaringan yang mati yang telah dihilangkan.

Sementara itu, beberapa orang lainnya mungkin butuh prosedur kolostomi (untuk mengeluarkan feses) dan kateter (untuk mengeluarkan urine), tergantung area mana yang terdampak. 

Beberapa penderita juga bisa jadi butuh terapi oksigen hiperbarik atau vaksin tetanus jika mengalami cedera.

Sekitar setengah total penderita gangren Fournier mengalami sakit kronis. Ada pula laporan bahwa pria penyintas penyakit ini mungkin mengalami ereksi yang menyakitkan atau gangguan seksual lainnya.

2 dari 3 halaman

Begini Seharusnya Penis yang Normal

Penis hitam itu adalah suatu kondisi yang perlu diwaspadai. Lantas, bagaimana kondisi penis yang normal alias sehat?

  • Ukuran

Ukuran penis normal pada beberapa etnis bisa berbeda-beda. Umumnya, panjang penis yang normal adalah 7-10 cm, dengan garis keliling 9-10 cm saat lemas atau flaccid. Sementara itu, panjang penis yang normal saat ereksi adalah 12-16 cm, dengan garis keliling 12 cm.

Artikel Lainnya: Cara Memperbesar Penis Secara Alami

  • Kelengkungan

Saat ereksi, kelengkungan penis pada kebanyakan pria cenderung mengarah ke kanan atau kiri. Ini hal yang normal. Namun, jika kelengkungan penis melebihi 15 derajat, itu bisa jadi tanda penyakit Peyronie.

  • Benjolan dan Luka

Bila ada benjolan, kemerahan, bintik, atau luka di kulit penis, segera periksakan ke dokter, karena mungkin itu pertanda penyakit tertentu. Infeksi kelamin adalah salah satunya.

  • Gangguan Ereksi

Berdasarkan The National Institutes of Health, disebutkan bahwa sekitar 5 persen pria berusia 40 tahun dan 15-25 persen pria usia 65 tahun mengalami disfungsi ereksi secara rutin. Bahkan, 70 persen pria pernah mengalami gangguan ereksi. Ini kondisi wajar saat pria sedang stres atau lelah.

Meski demikian, disfungsi ereksi juga bisa menjadi tanda kondisi serius, seperti penyakit jantung, hipertensi, dan aterosklerosis.

  • Keluar Cairan dari Penis

Saat ejakulasi, pria normalnya akan mengeluarkan cairan sebanyak 2-5 ml (terdiri dari cairan mani dan sperma), normalnya berwarna putih. Namun, warna semen dan konsistensi bisa tak sama, tergantung usia, makanan, dan frekuensi ejakulasi.

Bila terjadi perubahan warna pada cairan semen, itu bisa menandakan adanya penyakit tertentu. Misalnya, kalau cairan semen berwarna kekuningan, kehijauan, atau keemasan, itu bisa jadi tanda infeksi prostat. 

Bila warnanya jadi merah, merah muda, atau cokelat tua, ada kemungkinan terjadi perdarahan prostat.

Itu dia sepenggal kisah tentang gangren Fournier yang bisa terjadi akibat infeksi di penis. Bila terdapat perubahan warna di penis, misalnya penis jadi hitam, atau gejala lainnya yang tidak normal, sebaiknya cepat-cepat periksakan diri ke dokter. Bila memang ada kondisi serius, maka dokter bisa segera mengatasinya.

Jangan ragu juga bertanya soal penis hitam dalam fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter. Pastinya, sejumlah dokter siap menjawab pertanyaan seputar gangguan kesehatan.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar