Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ternyata Bungkus Microwave Popcorn Buruk bagi Kesehatan, Ini Faktanya

Ternyata Bungkus Microwave Popcorn Buruk bagi Kesehatan, Ini Faktanya

Praktis dan sudah dibumbui membuat microwave popcorn digemari. Namun, gosipnya bungkus popcorn menyimpan bahaya bagi kesehatan. Bagaimana faktanya?

Tak lagi harus ke bioskop atau ke pasar malam, Anda bisa makan popcorn kapan pun dengan microwave popcorn. Tinggal tunggu 2-4 menit, popcorn berbumbu siap dinikmati! Namun, di balik itu, ada beberapa bahaya microwave popcorn yang mengintai, yang diam-diam datang dari kemasannya.

Mengenal Ancaman Bahaya dari Bungkus Microwave Popcorn

Meski laku keras di pasaran karena lezat, praktis, dan gampang dibuat, tetapi kemasan popcorn dikaitkan dengan efek buruk bagi kesehatan. Kanker dan masalah serius pada paru-paru adalah di antaranya.

Dilansir dari Healthline, bahaya popcorn atau berondong yang dipanaskan di dalam microwave terletak pada bungkusnya, yaitu jika ada kandungan bahan kimia perfluorinated (PFC).

Peran PFC diperlukan agar kantong popcorn mampu menahan lemak, atau dengan kata lain supaya minyak tidak merembes.

Tak hanya bungkus popcorn, PFC juga kerap digunakan pada kotak piza, kertas pembungkus sandwich, hingga panci teflon.

Artikel lainnya: Tak Disangka, Manfaat Popcorn Justru Bisa Turunkan Berat Badan!

Namun, yang jadi masalah adalah, saat memanaskan kantong tersebut yang berisi popcorn di microwave, PFC dapat terurai menjadi perfluorooctanoic (PFOA), yakni bahan kimia yang diduga dapat menyebabkan kanker.

Nah, PFOA itu tadi akan masuk ke dalam popcorn ketika dipanaskan. Bila dikonsumsi, senyawa tersebut akan masuk ke aliran dan dapat tinggal di dalam tubuh dalam jangka waktu lama.

"Kalau konsumsinya melewati ambang batas yang bisa diterima tubuh, mungkin bisa terjadi gangguan organ. Kalau sudah terlalu banyak, bisa terjadi mutasi gen, yang pada akhirnya bisa sebabkan kanker,” kata dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter mencoba menjelaskan.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, PFC juga ada dalam panci teflon di dapur Anda. Karenanya, Anda disarankan untuk tidak menyikatnya dengan sikat kawat dan tidak memasak pakai sodet (yang terbuat dari seng), agar PFC tidak keluar.

"Sebenarnya PFC itu kegunaannya untuk menahan panas. Tujuan awal penggunaannya itu baik, tetapi jika materialnya lepas dan masuk ke dalam tubuh terus-terusan, itu bisa picu kanker,” sambung dr. Sepriani.

1 dari 3 halaman

Terbukti Lewat Penelitian

Tim peneliti C8 Science Panel mempelajari efek paparan PFOA pada penduduk yang tinggal di dekat pabrik Washington Works DuPont, Amerika Serikat (AS). Pabrik tersebut diketahui telah melepaskan PFOA di lingkungan sekitar sejak tahun 1950-an.

Setelah diteliti selama bertahun-tahun, tim peneliti menemukan hubungan antara paparan PFOA dengan beberapa gangguan kesehatan pada manusia, termasuk kanker ginjal dan kanker testis.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) juga melakukan pemeriksaan terhadap PFOA dari berbagai sumber, termasuk kantong microwave popcorn dan wajan anti lengket. Temuannya: microwave popcorn mungkin bertanggung jawab atas 20 persen rata-rata level PFOA di dalam darah.

Sebagai dampak dari temuan tersebut, produsen makanan menghentikan penggunaan PFOA dalam kemasannya sejak tahun 2011. Lima tahun kemudian, FDA bertindak lebih berani, yaitu melarang tiga jenis PFC dalam kemasan makanan.

Artinya, microwave popcorn yang Anda makan seharusnya tak lagi mengandung bahan kimia berbahaya. Meski begitu, bahan kimia untuk kemasan yang baru pun bermunculan, yang keamanannya masih dipertanyakan.

Ancamannya Tak Cuma Kanker

Selain kanker, microwave popcorn juga telah dikaitkan dengan paru-paru popcorn, yang merupakan istilah populer untuk penyakit bronkiolitis obliterans (obliterative bronchiolitis). Penyakit ini terjadi akibat peradangan di saluran napas terkecil, yaitu bronkiolus.

“Peradangan tersebut terjadi dalam jangka waktu lama dan membuat bronkiolus menyempit. Imbasnya, pertukaran udara akan terganggu, sehingga timbul gejala sesak napas,” jelas dr. Sepriani.

Artikel lainnya: Benarkah Microwave Bikin Nutrisi Makanan Hilang?

Diacetyl, biasa dipakai untuk menambah aroma dan rasa seperti mentega dalam produk microwave popcorn, karamel, atau produk olahan susu. Bila terus-terusan dihirup dalam jangka waktu lama, bisa terjadi kerusakan paru-paru permanen,” katanya lagi.

Meski demikian, tak perlu panik, karena zat tersebut sudah dilarang penggunaannya dalam pembuatan popcorn sejak tahun 2007. Berharap saja tidak ada produsen yang bandel!

2 dari 3 halaman

Cara Sehat Makan Popcorn

Juga dari KlikDokter, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti mengatakan bahwa popcorn sebetulnya bermanfaat bagi kesehatan, yang meliputi:

  • Menjaga saluran pencernaan karena mengandung serat yang tinggi.
  • Popcorn tinggi akan polifenol, jenis antioksidan yang dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Manfaatnya juga termasuk melancarkan sirkulasi darah dan saluran cerna, serta membantu menurunkan risiko kanker prostat dan kanker payudara.
  • Karena tinggi serat tapi rendah kalori, popcorn bisa memberikan efek kenyang yang lebih lama, sehingga dapat membantu menjaga atau mendapatkan berat badan ideal.
  • Memperbaiki sel tubuh yang rusak karena mengandung sejumlah protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Mulai dari menjalankan fungsi pembekuan darah, menjaga keseimbangan cairan, hingga respons kekebalan tubuh.

Untuk mendapatkan manfaat di atas, dr. Astrid mengingatkan Anda untuk membatasi porsi popcorn yang dimakan, begitu juga dengan metode memasaknya.

“Sebaiknya buat popcorn sendiri tanpa minyak atau mentega. Bila tak mungkin, minyak atau mentega yang digunakan harus sangat sedikit,” kata dr. Astrid.

Minyak yang dianjurkan adalah minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak alpukat. Gunakan sekitar 2 sendok makan minyak untuk setiap setengah cangkir biji berondong.

“Selain itu, hindari juga menambahkan garam, gula, atau karamel, apalagi dalam jumlah berlebihan. Ini malah bisa membuat manfaat yang seharusnya Anda dapat dari popcorn jadi bumerang bagi kesehatan,” lanjutnya.

Bila ingin menambah rasa, Anda juga bisa menyemprotnya dengan minyak zaitun, menaburkan parutan keju Parmesan, atau bereksperimen dengan rempah seperti kayu manis, oregano, atau rosemary.

Bila Anda termasuk penggemar microwave popcorn, baca kemasannya, jaga-jaga ada bahan kimia berbahaya seperti PFC atau diacetyl. Cermati juga kandungan gizinya, pilih yang rendah garam dan gula. Paling amannya memang membuat popcorn sendiri dengan panci biasa atau air popper. Gunakan minyak sehat, begitu juga dengan topping atau penambah rasanya!

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar