Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 5 Pertanyaan Kesehatan Populer di Google Sepanjang Tahun 2019

5 Pertanyaan Kesehatan Populer di Google Sepanjang Tahun 2019

Penasaran apa saja yang ingin diketahui masyarakat dunia tentang kesehatan di tahun ini? Berikut pertanyaan kesehatan populer di Google sepanjang tahun 2019!

Tak kalah menarik dengan topik lainnya, kesehatan masih menjadi topik ‘abadi’ yang sering dicari oleh masyarakat global. Bagaimana tidak? Kesehatan merupakan unsur krusial untuk melanjutkan hidup, bukan? Di bawah ini sudah terangkum lima pertanyaan kesehatan yang kerap diajukan dan menjadi populer di Google pada tahun 2019. Berikut ulasannya.

1. Bagaimana Cara Menurunkan Tekanan Darah?

Ternyata, pertanyaan kesehatan yang paling sering diajukan di mesin pencarian Google adalah cara menurunkan tekanan darah. Dengan demikian, salah satu penyakit yang sedang menjadi pusat perhatian masyarakat adalah hipertensi.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, seseorang dapat dikatakan memiliki “”bibit” hipertensi apabila tekanan darah sistoliknya lebih dari ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ≥ 90 mmHg. Adapun faktor penyebabnya antara lain:

  • Riwayat penyakit kardiovaskular dalam keluarga.
  • Konsumsi garam dan alkohol berlebih.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Merokok.
  • Stres berkepanjangan.
  • Obesitas

Sementara, untuk menurunkan tekanan darah, beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:

  • Perbaiki pola makan, kurangi asupan garam dan makanan berlemak, serta perbanyak asupan serat dari buah dan sayur.
  • Olahraga secara rutin.
  • Berhenti dari kebiasaan merokok.
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Mengelola stres dengan lebih baik.
  • Konsumsi obat golongan anti-hipertensi yang telah diresepkan dokter.

Artikel lainnya:7 Tips Gaya Hidup Sehat dari Para Dokter

2. Apa Itu Diet Keto?

Pertanyaan kesehatan selanjutnya yang sering dicari di Google adalah tentang diet keto. Ya, selama beberapa tahun belakangan ini, diet keto memang populer. Bahkan, di tahun ini diet keto juga tetap membuat penasaran banyak orang. Sebab, diet tersebut memang menjanjikan tubuh yang kurus dalam kurun waktu relatif cepat!

Dokter Nadia Octavia dari KlikDokter mengatakan, diet keto adalah jenis diet dengan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Diet ini sebenarnya digunakan sebagai salah satu terapi pada pasien anak-anak yang mengalami epilepsi.

Pada diet ketogenik, tubuh akan berada dalam fase puasa atau kelaparan dalam jangka panjang. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan membentuk keton – produk samping metabolisme pembakaran lemak.

Untuk menjalani diet jenis ini, tidak bisa sembarangan dan harus berada di bawah pengawasan ahli gizi atau dokter. Efek samping yang dapat muncul dari diet keto antara lain muntah, gula darah rendah, dehidrasi, dan kejang.

1 dari 2 halaman

3. Berapa Lama Flu Bertahan/Bisa Sembuh?”

Dilansir dari laman Mindbodygreen.com, tidak ada jawaban spesifik untuk menjawab pertanyaan berapa lama flu bisa bertahan atau bisa sembuh. Sebab, meski umumnya dalam seminggu flu sudah membaik, tetapi kondisi itu sangat bervariasi dan tergantung dari daya tahan masing-masing individu.

Yang jelas, jika Anda ingin sembuh, dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter menyarankan untuk perbanyak asupan air putih, konsumsi sup hangat (sup ayam) dan minuman hangat (teh jahe), serta berkumur dengan larutan air garam hangat. Bila perlu, minumlah obat flu. Tak ingin mudah tertular flu lagi setelahnya? Anda bisa mencoba vaksinasi flu.

Artikel lainnya:5 Jurus Mudah untuk Selalu Hidup Sehat

4. Bagaimana Cara Menurunkan Kolesterol? 

Tak cuma tekanan darah yang ingin diturunkan, ternyata kolesterol pun sama. Tingginya lemak darah memang dapat memicu berbagai penyakit kronis mematikan, misalnya serangan jantung dan stroke. Bahkan, kondisi tersebut tak hanya menyerang orang ‘berumur’, namun juga anak muda!

Untuk mencegah hal tersebut, tentu ada sejumlah cara yang bisa dilakukan khususnya dalam hal perubahan gaya hidup, misalnya:

  • Konsumsi alpukat (jangan diberi susu atau banyak gula).
  • Makan kacang-kacangan (jangan digoreng).
  • Perbanyak makan ikan berasam lemak Omega-3 (salmon dan makarel).
  • Tingkatkan konsumsi gandum utuh (oatmeal).
  • Perbanyak asupan serat (buah dan sayur).

Untuk olahraga, beberapa pilihan yang disarankan oleh dr. Andika Widyatama dari KlikDokter antara lain:

  • Lari atau
  • Berenang.
  • Senam.
  • Bersepeda.
  • Angkat beban.

“Untuk merasakan manfaatnya, frekuensi olahraga dalam seminggu minimal tiga hari. Lakukan olahraga masing-masing 30 menit, bisa juga lebih. Perlu diperhatikan, untuk menurunkan kadar kolesterol LDL, durasi waktu lebih penting dibandingkan intensitas saat Anda berolahraga,” kata dr. Andika.

5. Berapa Banyak Kalori yang Harus Dimakan dalam Sehari?

Frank Lipman, M.D mengatakan kepada Mindbodygreen.com, kalori yang mesti dikonsumsi setiap orang itu tidak sama. Untuk mendapatkan jumlah yang tepat, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter dan ahli gizi.

Sementara, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter mengungkapkan, jika belum tahu patokan kalori pasti, terapkanlah pola makan seimbang. Makanan yang seimbang terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Disarankan untuk setiap harinya mengonsumsi karbohidrat 50-60%, protein 15%, dan lemak 30%.

Itulah pertanyaan kesehatan populer di Google sepanjang tahun 2019. Di Indonesia, penyakit autoimun rupanya juga menarik perhatian masyarakat. Sebab, beberapa artis seperti Raditya Dika dan Ashanty sudah terdiagnosis penyakit ini. Bahkan, ibu Mikha Tambayong meninggal akibat penyakit autoimun.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar