Sukses

Mengenal Jenis dan Gejala Hernia pada Bayi

Hernia atau biasa dikenal dengan istilah "turun berok" ternyata juga bisa dialami bayi, lho. Mengapa demikian dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Cek detailnya, yuk!

Ketika mendengar kata hernia, Anda mungkin langsung berpikir kondisi “turun berok”. Pastinya, Anda juga berpikir hal ini hanya dialami orang dewasa. Pada kenyataannya, gangguan kesehatan tersebut juga terjadi pada bayi. Seperti apa gejalanya dan apa penyebabnya? Cek penjelasannya di sini, yuk!

1 dari 3 halaman

Apa Itu Hernia?

Menurut Stanford Children’s Health, bayi bisa saja mengalami gangguan kesehatan hernia pada bulan-bulan pertama masa hidupnya. Hal ini disebabkan kondisi sistem imun si kecil yang belum sempurna. Lalu seperti apa hernia yang dialami bayi?

Dilansir dari WebMD, Gangguan hernia muncul ketika ada bagian dari organ atau jaringan tubuh (misalnya, usus) terdorong masuk melalui celah atau bagian dinding otot yang lemah. Bagian organ ini terdorong hingga ke rongga tubuh lainnya yang tidak seharusnya. Kondisi hernia menyebabkan munculnya benjolan.

Pada orang dewasa, hernia terjadi karena beberapa faktor risiko. Misalnya, sering mengangkat barang berat, terlalu keras mengejan, atau batuk kronis yang menyebabkan tekanan dalam rongga perut meningkat. Tekanan ini kemudian membuat usus keluar melalui otot yang lemah ke organ lain.

Artikel Lainnya: Jangan Anggap Sepele, Ini Bahaya Turun Berok

Namun, kondisi yang terjadi pada bayi tidak seperti itu. Sebenarnya, hernia pada bayi terjadi karena suatu masalah kesehatan bawaan. Adanya celah atau kelemahan pada otot yang menyebabkan usus dapat keluar. Beberapa jenis hernia pada bayi bahkan dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan.

Sedangkan hernia jenis lainnya terjadi karena peningkatan tekanan dalam perut bayi. Tekanan ini muncul karena adanya cairan dalam perut bayi akibat suatu penyakit. Umumnya, bayi yang lahir prematur atau berat tubuh rendah ketika lahir memiliki risiko terjadinya hernia yang lebih tinggi.

Kondisi ini terjadi karena struktur otot bayi yang lebih lemah. Itulah mengapa pada si kecil yang lahir prematur atau lahir dengan berat lahir rendah, orang tua perlu lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya hernia.

2 dari 3 halaman

Apa Saja Jenis Hernia pada Bayi dan Bagaimana Gejalanya?

Sebenarnya, ada banyak sekali jenis hernia. Namun, ada beberapa jenis hernia yang sering ditemukan pada bayi, antara lain sebagai berikut ini.

  1. Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis  terjadi ketika usus memasuki celah lubang pada otot di bagian perut bawah. Hal ini menimbulkan benjolan di dalam alat genital bayi. Pada bayi laki-laki, dapat ditemui pembesaran buah zakar.

Artikel Lainnya: Ungkap Tuntas Soal Turun Berok

Sementara itu, pada anak perempuan dapat ditemukan benjolan pada bibir kemaluan. Benjolan biasanya hanya sebelah (asimetris). Benjolan ini dapat bersifat hilang-timbul pada awalnya dan dapat menetap jika tidak ditangani segera.

  1. Hernia Umbilikalis

Jenis hernia ini terjadi ketika usus memasuki celah rongga di perut bagian tengah. Tepatnya, pada pusar (udel). Hal ini membuat munculnya benjolan pada bagian pusar perut bayi yang biasanya hilang-timbul.

Benjolan akan bertambah saat bayi menangis. Ini karena saat bayi menangis tekanan dalam perut bayi meningkat dan mendorong usus keluar pada lokasi hernia umbilikalis.

  1. Hernia Diafragma

Jenis hernia ini terjadi ketika ada celah pada otot diafragma. Otot diafragma adalah otot yang memisahkan rongga perut dengan rongga dada. Jika terdapat celah pada diafragma, usus akan memasuki salah satu rongga dada dan menyebabkan paru-paru terdorong.

Akibatnya, bayi akan mengalami sesak napas. Biasanya, jenis hernia ini terdeteksi saat dokter melakukan pemeriksaan radiolog. Misalnya, saat bayi rontgen dada atau USG dada. Jenis hernia ini juga dapat terdeteksi saat bayi masih berada dalam kandungan.

Anda harus waspada si kecil mengalami hernia ketika mengalami gejala benjolan dengan lokasi dan karakteristik seperti yang dijelaskan di atas. Apalagi ditambah lagi, bayi sesak napas  ketika baru lahir.

Sebaiknya, Anda langsung membawa si kecil konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti rontgen atau USG agar memastikan diagnosis. Umumnya, terapi berupa pembedahan akan dilakukan untuk memperbaiki kondisi hernia pada bayi.

(AYU/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar