Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeIbu Dan anakKesehatan Bayi7 Ciri Hernia pada Bayi yang Harus Diwaspadai
Kesehatan Bayi

7 Ciri Hernia pada Bayi yang Harus Diwaspadai

dr. Adeline Jaclyn, 22 Nov 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Hernia atau turun berok tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Bayi pun bisa mengalaminya. Karena itu, kenalilah tanda hernia pada bayi sejak dini.

7 Ciri Hernia pada Bayi yang Harus Diwaspadai

Hampir 90 persen hernia terjadi pada bayi laki-laki. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga dapat dialami oleh bayi perempuan.

Hernia pada bayi biasanya disebabkan oleh adanya kegagalan penutupan prosesus vaginalis saat dalam kandungan. Akibatnya, organ dari rongga perut dapat keluar menonjol melalui lubang tersebut.

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan seorang bayi terkena hernia. Misalnya lahir prematur, berat badan lahir rendah, adanya kelainan kongenital yang menyertai, dan sebagainya.

Secara umum, terdapat dua jenis hernia yang sering terjadi pada bayi, yaitu hernia inguinalis dan hernia umbilikalis. Hal yang membedakan adalah letak penonjolan organ yang keluar.

Munculnya hernia pada bayi sebenarnya relatif mudah untuk dideteksi. Berikut adalah ciri-ciri hernia pada bayi:

1. Munculnya Benjolan

Pada hernia inguinalis, biasanya orang tua mulai sadar ketika tampak benjolan di sekitar buah zakar atau lipat paha bayi. Sedangkan pada hernia umbilikalis, pusar bayi akan tampak bodong atau menonjol dibandingkan normalnya.

Benjolan ini muncul terutama saat bayi menangis, batuk, dan bersin. Namun, benjolan dapat hilang sendiri ketika bayi tenang.

2. Perut Kembung dan Kencang

Perut Kembung pada Bayi

Perut yang teraba kencang bisa menjadi ciri bayi terkena hernia. Karena itu, jika bayi rewel karena kondisi perut yang demikian, dapat dicurigai mereka mengalami hernia. 

Pasalnya bila hernia tidak dapat didorong kembali ke perut, kemungkinan lengkung usus tersangkut di titik lemah otot perut. Hal ini dapat menyebabkan keluhan berupa perut kembung dan kencang. 

3. Muntah

Selain perut kembung dan kencang, masalah pencernaan lain yang dapat timbul, yaitu muntah. Hal ini juga disebabkan oleh tersangkutnya lengkung usus pada lubang penyebab hernia.

4. Nyeri Perut

Salah satu ciri hernia pada bayi adalah nyeri perut. Normalnya, nyeri perut tidak terjadi pada hernia yang masih dapat dikembalikan isinya ke dalam perut. 

Bila nyeri perut terjadi, berarti telah terjadi penjepitan pada organ isi hernia ataupun terhentinya aliran darah pada jaringan dalam hernia tersebut. 

5. Demam

Demam bukanlah gejala khas dari hernia. Namun, jika bayi mengalami demam dan tampak ada kemerahan di sekitar benjolannya, mungkin ini tanda bahaya dari hernia di mana ada bagian yang terjepit.

Artikel Lainnya: Disfungsi Seksual Muncul Setelah Operasi Hernia, Benarkah?

6. Bayi Gelisah, Mudah Rewel, atau Sering Menangis

Bayi yang tampak gelisah, rewel, dan sering menangis dapat mengindikasikan bahwa ada yang tidak nyaman pada tubuhnya. Karena itu, ini bisa menjadi tanda hernia pada bayi, baik itu laki-laki maupun perempuan.

Benjolan yang muncul memang umumnya tidak menyebabkan nyeri. Tetapi pada kondisi tertentu, apabila ada bagian yang terjepit, maka timbul keluhan nyeri hebat dan rasa yang tidak nyaman.

7. Kemerahan atau Perubahan Warna di Sekitar Hernia

Kemerahan atau perubahan warna di sekitar hernia dapat terjadi akibat terjepitnya lengkung usus atau terhentinya aliran darah pada isi hernia tersebut.

Jika menemukan benjolan di lipat paha atau di sekitar pusar, ada baiknya segera ke dokter terdekat untuk konfirmasi diagnosis dan mendapatkan terapi.

Terapi untuk Mengatasi Hernia

Mengenal Jenis dan Gejala Hernia pada Bayi

Untuk menangani hernia, bisa dengan jalan operasi. Tindakan operasi ini bertujuan untuk menutup lubang dari prosesus vaginalis yang terbuka, sehingga mencegah keluarnya kembali bagian organ.

Tindakan mendorong untuk mengembalikan bagian organ yang keluar mungkin bisa dilakukan, tetapi ini hanya bersifat sementara dan tidak disarankan pada kondisi yang sudah parah. 

Tentunya tindakan mendorong ini harus dilakukan oleh dokter. Dan apabila tidak berhasil, maka harus dilakukan tindakan operasi. 

Dengan mengenali ciri-ciri hernia pada bayi, orang tua bisa lebih mewaspadai penyakit tersebut. 

Jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter terkait kondisi hernia, terutama jika memiliki bayi laki-laki yang lahir secara prematur atau berat badan lahir rendah.

#JagaSehatmu dan keluarga dengan membaca informasi kesehatan tepercaya di aplikasi KlikDokter. Kamu juga dapat menggunakan fitur Tanya Dokter untuk konsultasi dengan dokter mengenai masalah kesehatan apa pun.

[RS]

Kesehatan Bayiturun berokHernia

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter