Sukses

Jangan Kesal, Ini Cara Menghadapi Ibu yang Pemarah

Sikap protektif, cerewet dan marah-marah seorang ibu adalah bentuk kepedulian. Jangan keburu kesal, ini cara menghadapi ibu dan mertua pemarah.

Semua orang tua pasti peduli kepada anak-anaknya. Mereka tidak ingin anak-anaknya salah bergaul. Kadang, kekhawatiran inilah yang membuat beberapa orang tua akhirnya bersikap protektif, cerewet, dan menyebalkan di mata anak-anak mereka. Itu sebabnya, anak menilai bahwa sang Ibu adalah sosok pemarah.

Namun sayangnya, anak-anak pada usia remaja tak menyadari bahwa sikap cerewet, protektif dan marah-marahnya seorang ibu adalah bentuk kepedulian dan kasih sayang. Sebaiknya jangan buru-buru kesal jika merasa sang ibu terlalu ‘berlebihan’ atau menganggap Anda seperti belum dewasa. Berikut cara menghadapi ibu pemarah atau bahkan ibu mertua yang cerewet.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Dengarkan Mereka

Langkah pertama adalah tidak melakukan apa-apa. Dengarkan saja. Jangan menyela dan jangan terburu-buru untuk masuk ke dalam pembicaraan. Melakukan hal itu hanya akan membuat orang tua jauh lebih marah dan lebih berniat untuk membuat masalah yang lebih besar lagi. Tanggapi hanya setelah mereka melepaskan semuanya.

  1. Sabar

Sekesal apa pun Anda dengan orang tua, sabar adalah kunci dari segalanya. Ambil sikap tenang dengan tetap mendengarkan segala perkataan mereka. Tetap diam⁠—hindari membantah⁠—dan sabar serta tenang jika sedang menghadapi situasi yang tegang dan memanas. Ini adalah cara terbaik yang bisa dilakukan.

Artikel Lainnya: Peran Penting Ibu bagi Kesehatan Keluarga

  1. Introspeksi Diri

Ini adalah hal tersulit yang harus Anda lakukan. Ini karena tidak semua perkataan yang dikeluarkan ibu atau orang tua hanyalah uneg-uneg dan keegoisan semata. Terkadang tersirat banyak makna dibalik celotehan atau ngomel-ngomelnya orang tua.

Renungkan, pikirkan dan temukan apa maksud di balik semua perkataan terhadap perilaku Anda yang dikritik dan dikomentari oleh orang tua. Siapa tahu bisa menjadi suatu perubahan yang sangat signifikan dalam kehidupan Anda.

  1. Bertanggung Jawab

Jika ibu bahkan ibu mertua menjadi cerewet memang beralasan atas kesalahan yang Anda buat, cobalah bertanggung jawab dan tidak bersikap menyangkal. Jangan pergi dari pembicaraan, jangan membalas membentak dan jangan biarkan pembicaraan berhenti sampai ‘gantung’. Selesaikan lah dengan baik, sabar, dan tenang.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Minta Maaf

Sebenarnya jika berada di situasi yang tegang, janganlah berpikir siapa yang salah. Yang terpenting bagaimana Anda menenangkan ibu atau orang tua di saat mereka sedang kambuh cerewet atau marah-marahnya.

Artikel Lainnya: Rusak Mental Ibu, Lakukan Ini untuk Mengatasi Mom Shaming

Terkadang kata maaf ialah perkataan yang mereka ingin dengarkan, bukan penjelasan mengenai masalah yang Anda perbuat. Cukup kata maaf bisa mencairkan hatinya.

  1. Diskusikan dengan Saudara Kandung

Percayalah, apabila Anda sedang dicerewetin ibu atau ibu mertua, orang selanjutnya yang akan kena semprot ialah kakak, adik atau suami bahkan istri Anda. Oleh karena itu, bekerjasamalah dengan anggota keluarga, diskusikan kasus yang sedang dipermasalahkan supaya menemukan solusi terbaik.

  1. Follow up

Setelah Anda sudah bisa menenangkan dan menyelesaikan masalah dengan orang tua, jangan lupa untuk mendatangi mereka atau menghubungi mereka kembali. Tidak perlu minta maaf lagi dan tidak perlu diteruskan berlarut-larut, justru Anda harus move on!

Sebelum mengakhiri percakapan dengan mereka, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih. Ini karena sudah bisa jadikan teman berdiskusi dan minta mereka untuk tetap memberikan kritik, komentar dan masukan. Dengan begitu, orang tua akan semakin senang, yakin dan percaya bahwa anak mereka dapat bertanggung jawab.

Tidak masalah seberapa jauh Anda berpikir tentang orang tua sendiri atau mertua. Anda harus tetap tenang mengatasi ibu pemarah. Yang paling penting, ubah kemarahan ibu atau ibu mertua menjadi lebih tenang dengan cara di atas ya. Selamat merayakan hari Ibu pada 22 Desember ini ya!

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar