Sukses

Ini Dia Pencetus Migrain

Migrain merupakan jenis sakit kepala yang bisa membuat Anda sulit beraktivitas dan sangat mengganggu. Mari ketahui apa penyebab migrain di sini.

Kalau sudah terserang migrain, mau bangun dari tempat tidur pun susah. Pasalnya, nyeri kepala karena migrain bisa berlangsung selama berjam-jam, bahkan seharian. Penyebab masalah kesehatan ini bisa bermacam-macam. Mari ketahui apa saja pemicunya.

Banyak orang menganggap migrain sebagai sakit kepala sebelah. Nyatanya, migrain bisa juga menyerang kedua sisi kepala Anda. Memang, masalah kesehatan kepala ini bukan penyakit mematikan. Tapi, kalau sudah terkena, kegiatan Anda pasti akan terhambat.

1 dari 3 halaman

Jenis Migrain

Migrain sendiri terbagi dalam dua jenis, yakni migrain tanpa aura dan migrain dengan aura. Mari ketahui perbedaannya.

  1. Migrain Tanpa Aura

Jenis ini biasa disebut migrain biasa. Migrain tanpa aura merupakan jenis yang paling sering terjadi di masyarakat. Menurut International Headache Society, orang yang menderita migrain tanpa aura biasanya akan merasakan serangan sakit kepala yang berlangsung selama 4-72 jam. 

Beberapa gejala migrain tanpa aura antara lain:

  • Hanya terjadi pada satu sisi kepala (unilateral).
  • Nyeri berdenyut atau hanya berdenyut tanpa nyeri.
  • Tingkat nyeri sedang hingga berat.
  • Rasa sakit bertambah buruk saat penderita bergerak.
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Peka terhadap suara (fonofobia).
  • Mengalami mual dengan atau tanpa muntah maupun diare.
  • Sakit kepala bukan disebabkan oleh masalah kesehatan atau diagnosis lain.

Artikel lainnya: 8 Fakta Seputar Nyeri Kepala Migrain

  1. Migrain dengan Aura

"Jenis ini disebut migrain klasik, migrain rumit, atau migrain hemiplegia. Migrain jenis ini lebih jarang terjadi, namun dapat memberikan gejala yang sangat parah," ujar dr. Bobtriyan Tanamas dari KlikDokter.

Sesuai dengan namanya, migrain dengan aura ditandai dengan munculnya gangguan penglihatan. Penderita seperti melihat garis bergelombang, cahaya terang, bintik gelap, atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. 

Selain itu, migrain dengan aura juga bisa menyebabkan munculnya gejala berikut:

  • Masalah sensorik tubuh, wajah, atau lidah (seperti mati rasa, kesemutan, atau pusing berputar). 
  • Kesulitan bergerak atau badan lemas yang bisa terjadi hingga 72 jam.
  • Kesulitan berbicara atau disartria (ucapan tidak jelas).
  • Tinnitus atau telinga berdenging.
  • Masalah pada pendengaran (hypacusis).
  • Penglihatan ganda (diplopia).
  • Ketidakmampuan untuk mengontrol gerakan tubuh (ataksia).
  • Penurunan kesadaran.

"Meski berbeda, gejala migrain tanpa atau dengan aura sama-sama dapat muncul satu atau dua hari, sebelum penderita merasakan keluhan sakit kepala. Kondisi ini dikenal dengan tahap prodromal. Artinya, penderita awalnya akan mengidam makanan, depresi, kelelahan, kekurangan energi, sering menguap, hiperaktif, mudah marah, dan leher kaku," kata dr. Bobtriyan.

Setelahnya, penderita akan mengalami fase serangan. Ini adalah fase paling parah. Ketika ini terjadi, penderita akan merasakan nyeri migrain yang sebenarnya. Pada beberapa kasus, gejala yang dirasakan penderita dapat tumpang tindih. 

Hal yang selanjutnya dialami penderita adalah fase post formal. Pada fase ini, penderita migrain biasanya akan mengalami perubahan suasana hati. Ini bisa berkisar dari perasaan euforia dan sangat bahagia, hingga perasaan sangat letih dan apatis.

Artikel lainnya: 5 Cara Tepat Atasi Migrain Tanpa Obat

2 dari 3 halaman

Penyebab Migrain

Banyak sekali yang bisa menyebabkan migrain pada diri Anda. Akan tetapi, penyebab pada setiap orang tentu berbeda. Hal tersebut dapat berasal dari dalam ataupun dari luar tubuh. 

Penyebab dalam tubuh dapat berupa peradangan. Selain itu, bisa juga karena keadaan pembuluh darah di otak yang nantinya akan merangsang timbulnya rasa nyeri terutama pada kepala, wajah, atau leher. Dapat pula disebabkan oleh stres, gangguan tidur, atau pengaruh hormon. 

Sedangkan, penyebab yang berasal dari luar tubuh dapat berupa keadaan cuaca, gerakan tubuh, suara bising, makanan, atau minuman beralkohol. 

Hal yang diutamakan dalam penanganan migrain adalah segera meredakan nyeri yang terjadi dan mencegah kekambuhan. Pemilihan obat yang digunakan pun ternyata tidak sembarangan. 

Sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter ketika mengalami migrain, supaya penanganannya tepat. Terutama jika migrain Anda sering kambuh. 

Jangan lupa untuk menghindari faktor penyebab demi mencegah terjadinya kekambuhan. Biasakan tidur teratur, mengatur pola makan, melakukan latihan fisik, dan menghindari stres berlebih.

Itulah penyebab migrain yang bisa terjadi pada Anda. Jangan anggap sepele kondisi masalah kesehatan ini. Bila Anda mengalami migrain yang berlangsung lama, langsung periksakan diri ke dokter.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar