Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Tips Tetap Aman Berhubungan Intim Saat Hamil

Saat hamil, terkadang gerak pun terbatas. Tapi, bagaimana bila Anda dan pasangan ingin berhubungan seks? Begini cara aman berhubungan intim saat hamil.

Klikdokter.com, Jakarta Meski sedang hamil, berhubungan intim bagi wanita bukanlah suatu hal yang dilarang secara medis. Namun, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan ketika berhubungan intim saat hamil agar kandungan tetap aman.

Anda dan pasangan tidak perlu ‘puasa’ untuk melakukan kegiatan seksual selama 9 bulan. Berhubungan seks saat hamil adalah hal yang diperbolehkan secara medis, asal Anda dan pasangan melakukan persiapan dengan matang. 

Tentunya kehamilan harus dinyatakan sehat oleh dokter spesialis kandungan yang merawat kehamilan sang calon ibu.

Artikel lainnya: Manfaat Berhubungan Intim Saat Hamil

1 dari 2 halaman

Boleh Berhubungan Seks, Asalkan…

Persiapan pertama yang perlu dilakukan adalah memperhatikan bahwa sang calon ibu tidak mengalami kondisi di bawah ini:

Untuk memastikan kondisi di atas, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Bila dokter tidak menemukan adanya kondisi tersebut dan menyatakan sehat sepenuhnya, Anda dapat melakukan persiapan selanjutnya. 

Untuk itu, hal-hal yang mesti Anda perhatikan pada masing-masing trimester adalah:

  1. Trimester Pertama

Kehamilan membuat banyak perubahan hormon di dalam tubuh wanita. Tidak mengherankan jika sebagian wanita merasa enggan untuk berhubungan intim di trimester pertama kehamilan.

Selain itu, perubahan hormon yang terjadi di trimester pertama kehamilan juga membuat wanita mengalami gejala yang umum dialami saat hamil muda. Misalnya mual dan muntah (morning sickness), payudara nyeri, badan lemas dan lain-lain. Kondisi-kondisi tersebut dapat semakin membuat hasrat seksual wanita menurun.

Artikel lainnya: Kiat Berhubungan Seks Saat Hamil Muda 

Oleh karena itu, diskusikan terlebih dahulu dengan pasangan sebelum berhubungan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui situasi dan kondisi masing-masing agar tidak saling memberatkan. 

Jika Anda memang enggan, jangan memaksakan diri demi menghindari tekanan yang memicu stres dan malah bikin hubungan intim tidak mencapai klimaks. Ingatlah bahwa Anda harus tetap merasa aman, nyaman, dan bahagia.

  1. Trimester kedua

Di trimester kedua kehamilan, gairah seks ibu hamil umumnya akan kembali naik, khususnya jika sudah memasuki usia kehamilan 10 minggu. Di trimester ini, keluhan yang terjadi saat trimester pertama biasanya sudah mereda, bahkan hilang sepenuhnya. 

Ibu hamil juga sudah mulai memiliki energi dan sejalan dengan kembali meningkatnya gairah seksual. Selain itu, vagina yang tadinya cenderung kering juga sudah mulai kembali memproduksi pelumas alaminya. Hubungan intim yang dilakukan pun akan terasa lebih nikmat lagi.

Jika Anda memutuskan untuk melakukan hubungan intim di waktu ini, beberapa posisi seks yang dapat dijadikan pilihan adalah misionaris (posisi pria di atas), woman on top (posisi wanita di atas), spooning (menyamping), atau sambil duduk. Diskusikan opsi posisi ini dengan mempertimbangkan kenyamanan kedua belah pihak terutama Anda sebagai calon ibu.

  1. Trimester ketiga

Tubuh wanita hamil akan kembali mengalami perubahan hormon menjelang waktu persalinan. Hal ini bisa menurunkan gairah seksual. 

Selain itu, di trimester tiga kehamilan ibu hamil juga lebih rentan untuk mengalami nyeri punggung, kenaikan berat badan, dan suasana hati yang tidak menentu. Akibatnya, keinginan untuk melakukan hubungan intim bisa sangat minim.

Namun berita baiknya, hubungan intim dengan ejakulasi di dalam liang vagina justru dianjurkan saat sang calon ibu telah memasuki usia kehamilan yang cukup untuk persalinan. Bahkan bisa jadi salah satu metode induksi alami. 

Mengapa demikian? Hal ini karena paparan cairan ejakulat dapat membantu memicu timbulnya kontraksi agar fase pertama persalinan segera dimulai.

Secara keseluruhan, waktu paling aman untuk berhubungan intim saat hamil adalah di trimester kedua kehamilan. Namun, bukan berarti Anda dilarang melakukan hubungan intim saat hamil di trimester pertama atau ketiga. Anda hanya perlu lebih berhati-hati agar kedua pihak bisa saling menikmati dan tidak menyebabkan gangguan pada proses kehamilan.

(RPA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar