Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kondisi Kesehatan yang Menyebabkan Penis Gatal dan Panas

Kondisi Kesehatan yang Menyebabkan Penis Gatal dan Panas

Jangan menganggap remeh penis gatal. Bisa jadi, hal tersebut disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan ini!

Bagian tubuh yang gatal tentu membuat Anda tidak nyaman karena akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Lalu, bagaimana dengan kondisi gatal pada penis? Bahkan, bagaimana jika organ reproduksi pria ini juga terasa panas?

Penyebab Gatal dan Panas pada Penis

Rasa gatal pada penis dapat terjadi karena banyak faktor. Namun, penyebab penis gatal yang paling sering adalah infeksi, termasuk infeksi menular seksual.

Tidak semua kondisi disebabkan oleh infeksi menular seksual. Infeksi jamur, skabies, kutu pubis, celana dalam kotor, atau celana dalam terlalu ketat juga dapat menjadi penyebabnya. Berikut ini penjelasannya:

1. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak merupakan suatu reaksi peradangan pada kulit yang disebabkan oleh paparan dengan bahan atau zat tertentu. Artinya, kondisi penis gatal dapat terjadi jika Anda bersentuhan dengan sabun mandi, busa dari sampo, atau bahan karet. Hal ini juga bisa terjadi karena sisa urine yang masih menempel.

Artikel Lainnya: Penis Nyeri Saat Ereksi, Gejala Apa?

Jika terjadi dermatitis kontak, gejala yang muncul tidak hanya gatal, tetapi juga ruam kulit, kemerahan di daerah sekitar penis, nyeri, bahkan kulit sekitar penis terkelupas. Gejala awal dan yang paling sering muncul adalah rasa tidak nyaman atau gatal-gatal.

2. Uretritis

Uretra merupakan sebuah saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Jika uretra mengalami infeksi atau peradangan, penyakit uretritis pun bisa terjadi.

Selain terasa panas dan gatal pada penis, kondisi uretritis juga bisa menyebabkan penis mengeluarkan lendir lengket, darah, dan air mani.

3. Sistitis

Selain uretritis, penyakit sistitis juga bisa menjadi penyebab penis gatal dan panas. Sistitis atau yang biasa disebut dengan infeksi saluran kemih merupakan sebuah peradangan pada kandung kemih. Penyebab utamanya adalah infeksi di saluran uretra dan kandung kemih.

Penis gatal dan panas adalah gejala awal sistitis. Jika tak ditangani, akan ada gejala lainnya yang muncul. Misalnya, sering buang air kecil, mengalami demam dan sakit pada perut bagian bawah, sakit saat berhubungan seksual, dan muncul endapan putih atau darah pada urine dan bau yang menyengat.

Artikel Lainnya: Penis Gatal dan Berbau, Tanda Penyakit Apa?

4. Balanitis

Balanitis adalah salah satu penyakit gatal pada kemaluan laki-laki. Kondisi ini paling sering dijumpai pada laki-laki yang belum disunat.

Balanitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri aerob atau anaerob, jamur, virus, parasit, dan lainnya. Penyakit kulit tertentu, seperti psoriasis atau alergi terhadap sabun, kondom, dan obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan terjadinya balanitis.

5. Smegma

Selain balanitis, pria yang tidak disunat juga rentan mengalami smegma. Selain menimbulkan bau, salah satu penyebab penis gatal ini juga dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan meningkatkan risiko infeksi bakteri.

Smegma adalah penumpukan produksi sekret, sel kulit mati, dan minyak alami yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar di sekitar kepala penis. Jika malas membersihkan, bisa terbentuk smegma dan menimbulkan cairan lengket keputihan di sekitar area penis.

6. Genital Herpes

Genital Herpes yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV) dapat memicu rasa sakit dan gatal di area genital dan pada penis.

Virus dapat tertidur di dalam tubuh selama bertahun-tahun sehingga beberapa orang yang terinfeksi HSV tidak mengetahuinya. Rasa gatal dan outbreak dapat menghasilkan kelompok kecil lepuhan berisi cairan.

Artikel Lainnya: Pria yang Tidak Sunat Rentan Kena Penyakit Ini!

7. Kandidiasis

Kandidiasis (male thrush) adalah salah satu penyebab penis gatal. Kondisi ini juga dikenal sebagai infeksi jamur pada penis. Infeksi terjadi di organ intim pria dan juga dapat berkembang di kepala penis.

Bersamaan dengan gatal di bawah kulit kulup dan ujung penis, kondisi ini dapat menyebabkan rasa terbakar, kemerahan, ruam, dan keluarnya cairan seperti keju di bawah kulit kulup.

1 dari 2 halaman

Tips Mencegah Penis Gatal dan Panas

Berikut ini adalah beberapa langkah untuk menghindari terjadinya gatal dan panas pada area intim pria:

  • Hindari zat yang menyebabkan iritasi, jika Anda menderita dermatitis kontak. Hal ini termasuk sabun, pewangi, dan kain atau bahan tertentu.
  • Mempraktikkan higienitas yang baik juga dapat mengurangi gatal. Mandi dua kali sehari, bilas dengan sabun pada area pribadi Anda, dan rutin mengganti pakaian dalam adalah langkah yang tepat.
  • Penting juga untuk benar-benar mengeringkan tubuh Anda setelah mandi. Kelembapan yang berlebihan dapat mendorong pertumbuhan jamur.
  • Kenakan pakaian dalam yang longgar. Pakaian dalam yang ketat dapat menyebabkan gesekan dan ruam kulit.
  • Hindari berganti pasangan atau selalu gunakan pelindung seperti kondom ketika berhubungan seks. Hal ini untuk menghindari penyakit menular seksual.

Jika mengalami kondisi panas dan gatal pada penis dalam jangka waktu lebih dari dua hari, jangan tunda pemeriksaan ke dokter. Tak hanya sebagai upaya pencegahan risiko penyakit di atas, pemeriksaan dini juga dilakukan sebagai cara untuk mengatasi gatal pada kemaluan pria sehingga pengobatan dilakukan secara tepat sesuai diagnosis.

[WA/ RS]

1 Komentar