Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kondisi Kesehatan yang Menyebabkan Penis Gatal dan Panas

Kondisi Kesehatan yang Menyebabkan Penis Gatal dan Panas

Jangan anggap remeh penis gatal dan panas! Beberapa kondisi ini bisa menjadi penyebabnya, berhati-hatilah!

Klikdokter.com, Jakarta Bagian tubuh yang gatal tentu membuat Anda tidak nyaman. Ini karena Anda terdorong untuk terus menggaruk. Lantas, bagaimana jika bagian yang gatal itu adalah penis? Bahkan, organ reproduksi pria ini bisa juga terasa panas. Tentunya, ini mengganggu aktivitas Anda. Lantas, apakah penyebab hal tersebut terjadi? 

Rasa gatal pada alat vital pria ini dapat terjadi karena banyak faktor. Penyebab penis gatal yang paling sering adalah infeksi, termasuk infeksi menular seksual.

Dijelaskan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, tidak semua penis gatal disebabkan oleh infeksi menular seksual. Kondisi itu bisa juga disebabkan oleh infeksi jamur, skabies (penyakit kulit menular), kutu pubis, celana dalam kotor, atau celana dalam terlalu ketat. 

“Iritasi atau peradangan di daerah sekitar selangkangan bisa menyebar ke bagian penis dan menyebabkannya jadi gatal. Tak jarang hal ini jugua menyebabkan rasa panas. Hal ini didasari oleh suatu keadaan yang disebut dengan dermatitis kontak,” ujar dr. Sepriani. 

Artikel menarik: Inilah 4 Penyebab Kulit Penis Mengelupas

Dermatitis kontak merupakan suatu reaksi peradangan pada kulit yang disebabkan oleh paparan dengan bahan atau zat tertentu. Ini berarti penis gatal juga dapat terjadi jika Anda bersentuhan dengan sabun mandi, busa dari sampo, atau bahan karet. Hal ini juga bisa terjadi karena sisa urine yang masih menempel.

“Jika terjadi dermatitis kontak, gejala yang muncul tidak hanya gatal. Namun, juga ruam kulit kemerahan di daerah sekitar penis, nyeri, dan bahkan kulit sekitar penis terkelupas. Gejala awal dan yang paling sering muncul adalah rasa tidak nyaman atau gatal-gatal,” jelas dr. Sepriani. 

1 dari 2 halaman

Penyebab Lain Penis Gatal

Selain dermatitis kontak, kondisi lain yang turut menyebabkan alat kelamin pria terasa gatal dan panas. Berikut ini beberapa pemicunya. 

  • Uretritis 

Uretra merupakan sebuah saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Jika uretra mengalami infeksi atau peradangan, penyakit uretritis pun bisa terjadi. Selain terasa gatal dan panas, kondisi uretritis juga bisa menyebabkan penis mengeluarkan lendir lengket, darah dan air mani.

Artikel menarik: Awas, Salah Cara Memperbesar Penis Bisa Berakibat Fatal!

  • Sistitis

Selain uretritis, penyakit sistitis juga bisa jadi penyebab penis gatal dan panas. Sistitis atau yang biasa disebut dengan infeksi saluran kemih merupakan sebuah peradangan pada kandung kemih. Penyebab utamanya adalah infeksi di saluran uretra dan kandung kemih. 

Penis gatal dan panas adalah gejala awal sistitis. Jika tak ditangani, akan ada gejala lainnya yang muncul. Misalnya, sering buang air kecil, mengalami demam dan sakit pada perut bagian bawah, sakit saat berhubungan seksual, dan muncul endapan putih atau darah pada urine dan bau yang menyengat.

  • Balanitis 

Balanitis adalah penyakit yang sering dijumpai pada pria yang belum disunat. Balantis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri aerob atau anaerob, jamur, virus, parasit, dan lainnya. Penyakit kulit tertentu, seperti psoriasis atau alergi terhadap sabun, kondom, dan obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan terjadinya balanitis

  • Smegma 

Selain balantis, pria yang tidak disunat juga rentan mengalami smegma. Selain menimbulkan bau, smegma juga dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan meningkatkan risiko infeksi bakteri. 

Smegma adalah penumpukan produksi sekret, sel kulit mati, dan minyak alami yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar di sekitar kepala penis. Jika malas membersihkan, bisa terbentuk smegma dan menimbulkan cairan lengket keputihan di sekitar area penis.

Jika penis  gatal dan panas dalam jangka waktu lebih dari dua hari, jangan tunda pemeriksaan ke dokter. Tak hanya mencegah risiko penyakit-penyakit di atas, pemeriksaan dini bisa buat Anda mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai diagnosis. 

[HNS/AYU]

1 Komentar