HomeGaya hidupPerawatan PriaMacam-Macam Kelainan yang Bisa Terjadi pada Penis
Perawatan Pria

Macam-Macam Kelainan yang Bisa Terjadi pada Penis

dr. Sara Elise Wijono MRes, 11 Des 2021

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Terdapat berbagai macam masalah kesehatan yang bisa terjadi pada penis. Kenali deretan penyakit dan kelainan penis berikut ini

Macam-Macam Kelainan yang Bisa Terjadi pada Penis

Bagi pria, menjaga penis agar tetap sehat dan prima adalah hal yang sangat penting. Pasalnya, bagian tubuh ini tak sekadar digunakan untuk mengeluarkan urine saja, tapi juga penting untuk fungsi reproduksi.

Sayangnya, meski telah dirawat sedemikian rupa, penis tetap berpeluang untuk terkena gangguan kesehatan. Adanya penyakit pada penis tentu dapat mengganggu kepercayaan diri seorang pria.

Agar Anda lebih waspada, sebaiknya kenali macam-macam penyakit penis berikut ini:

1. Peyronie

Penyakit Peyronie adalah kondisi ketika bentuk penis tampak miring, biasanya ke atas atau samping. Kondisi ini disebabkan oleh pembentukan plak di dalam penis, dan dapat menimbulkan nyeri saat berhubungan intim.

Perlu dipahami bahwa tidak semua penis yang terlihat miring berkaitan dengan Peyronie. Adanya kemiringan dalam derajat sudut yang kecil saat penis ereksi adalah hal normal dan biasanya tidak mengganggu fungsi organ tersebut.

Penyebab penyakit Peyronie belum diketahui pasti hingga saat ini. Namun, para ahli mencurigai kondisi ini berhubungan dengan cedera akut pada penis, cedera kronis berulang pada penis, dan penyakit autoimun.

Artikel Lainnya: Cara Menyembunyikan Ereksi yang Datang Tiba-Tiba

2. Saxophone Penis

Saxophone penis adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kondisi ketika bentuk kelamin pria seperti terpelintir. Penyebab utama kelainan penis ini tidak diketahui pasti. Namun, para ahli mencurigai adanya kelainan suplai darah sebagai biang keladinya.

Gangguan suplai darah yang diduga berkaitan dengan saxophone penis dapat dipicu oleh beberapa kondisi, seperti pembengkakan kelenjar getah bening dan tuberkulosis penis.

3. Priapismus

Priapismus merupakan kondisi gawat darurat urologi yang cukup sering ditemukan. Priapismus adalah kondisi ketika ereksi penis berlangsung terus-menerus tanpa adanya stimulus atau hasrat seksual.

Seseorang dikatakan mengalami priapismus jika ereksinya berlangsung selama lebih dari empat jam tanpa henti.

Terdapat tiga jenis priapismus, yaitu iskemik, non-iskemik, dan berulang. Kelainan ereksi ini umumnya berkaitan dengan gangguan aliran pembuluh darah di penis, yang memang memegang peranan penting dalam proses ereksi.

4. Diphallia

Diphallia atau penis ganda adalah kondisi bawaan lahir yang langka. Kondisi ini ditemukan dalam 1 dari 5,5 juta kelahiran hidup, dengan variasi keparahan yang beragam.

Pada bayi yang lahir dengan diphallia, tingkat angka kematiannya sering kali meningkat akibat berbagai infeksi pada sistem ginjal dan kolorektal.

Sebagai kelainan bawaan, diphallia diyakini terjadi saat perkembangan embrio pada usia kehamilan 3–6 minggu, meski hal ini masih menjadi perdebatan.

5. Fraktur atau Patah Penis

Meski tidak memiliki tulang, penis juga dapat patah (fraktur) akibat cedera. Fraktur penis  merupakan kondisi kegawatdaruratan yang mesti segera ditangani.

Berdasarkan penelitian, penyebab fraktur penis yang paling sering adalah “lolosnya” organ intim tersebut dari vagina saat berhubungan intim dan menabrak dinding perineum atau simfisis pubis.

6. Mikropenis

Mikropenis digambarkan sebagai kelainan organ intim pria, di mana ukurannya lebih kecil daripada normalnya di rentang usia yang sama. Kelainan ukuran penis ini sering kali didiagnosis sejak bayi baru lahir.

Pengukuran mikropenis dilakukan berdasarkan stretched penile length. Mikropenis terjadi apabila ukuran kelamin pria kurang dari 1,9 centimeter saat bayi, kurang dari 3,8 centimeter saat berusia 9 atau 10 tahun, dan kurang dari 9,32 centimeter saat dewasa.

Kelainan mikropenis disebabkan masalah hormonal sejak dalam kandungan, sehingga pertumbuhan penis tidak berjalan sebagaimana seharusnya.

7. Hipospadia

Hipospadia merupakan kelainan penis yang disebabkan masalah perkembangan saat dalam kandungan.

Kelainan ini berupa lubang kencing yang tidak terdapat pada ujung kepala penis, melainkan pada bagian bawah (seperti kelamin wanita). Kelainan lokasi lubang kencing juga dapat disertai penis yang bengkok ke bawah.

Artikel Lainnya: Tanda-Tanda Penis Patah yang Harus Anda Waspadai

8. Balanitis

Balanitis merupakan penyakit penis yang cukup sering ditemukan. Kondisi ini terjadi akibat peradangan pada area kepala penis.

Gejala balanitis, yaitu bengkak dan kemerahan pada kepala penis, keluarnya cairan dari penis, dan dapat disertai nyeri maupun gatal.

9. Infeksi Jamur

Area selangkangan yang kelembapannya tidak dijaga dengan baik dapat meningkatkan risiko infeksi jamur pada penis.

Gejalanya adalah ruam kemerahan atau lesi berwarna putih mengilap, dan dapat disertai rasa gatal atau sensasi terbakar pada area kulit penis.

10. Fimosis

Fimosis adalah kondisi ketika kulup penis tidak dapat ditarik ke belakang. Jika tidak mengganggu berkemih atau berhubungan intim, kelainan penis ini tak perlu dikhawatirkan.

11.  Parafimosis

Parafimosis adalah kondisi ketika kulup penis yang ditarik ke belakang tidak dapat kembali ke posisi semula.

Jika dibiarkan, kelainan penyakit penis ini dapat menyebabkan kulup bengkak dan menghambat aliran darah.

12. Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika terdapat kesulitan untuk memperoleh atau mempertahankan ereksi sehingga kesulitan untuk melakukan hubungan seksual.

Disfungsi ereksi dapat muncul akibat pengaruh psikologis, seperti kecemasan. Kondisi ini pun dapat disebabkan oleh masalah kesehatan lain, seperti diabetes.

13. Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini merupakan kelainan penis yang cukup terkenal. Kondisi ini terjadi ketika pria mengalami ejakulasi terlalu cepat, umumnya hanya dalam 1 menit atau kurang dari itu.

Artikel Lainnya: Penyebab Kulit Penis Mengelupas, Apa Saja?

Kelainan penis di atas mesti diatasi sesuai dengan penyebabnya, dengan mempertimbangkan berbagai hal.

Secara umum, tujuan utama pengobatan penyakit penis adalah memulihkan fungsi berkemih dan memastikan organ tersebut dapat menjalankan fungsi seksual.

Jika Anda adalah pria yang merasa mengalami kelainan pada kelamin, tak perlu ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter. Hal ini bertujuan untuk menegakkan diagnosis dan mencari tahu penanganan yang paling sesuai.

Masih punya pertanyaan terkait penyakit atau kelainan pada penis? Tanyakan saja langsung kepada dokter melalui layanan Live Chat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

Penis

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter