Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kurang Tidur Sebabkan Kinerja Otak Menurun? Ini Fakta Medisnya

Kurang Tidur Sebabkan Kinerja Otak Menurun? Ini Fakta Medisnya

Tidur berperan penting dalam pembelajaran dan daya ingat. Jadi, jangan kaget kalau kurang tidur sebabkan kinerja otak menurun.

Klikdokter.com, Jakarta Tidur cukup dan berkualitas perannya sangat vital bagi kesehatan, baik fisik maupun psikis. Bagi otak, tidur memengaruhi kemampuan belajar dan daya ingat. Karenanya, bukan tak mungkin sering tidur larut atau kurang tidur sebabkan kinerja otak menurun.

“Ketika Anda kurang tidur akibat begadang, fungsi otak akan menurun karena suplai oksigen ke seluruh tubuh jadi berkurang. Hasilnya, Anda akan lebih sulit untuk berpikir, berkonsentrasi, dan lebih sulit untuk diajak berkomunikasi karena sistem otak tidak berfungsi dengan baik,” kata dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter membenarkan.

Tak hanya itu, jika seseorang terus-terusan kurang tidur, itu bisa membuatnya lebih cepat mengalami pikun. Hal ini dikarenakan manusia membutuhkan fase tidur rapid eye movement (REM) yang cukup, agar otak memiliki kemampuan untuk berpikir dengan tajam.

Artinya, pada tahapan tidur REM, informasi dari memori jangka pendek dipindahkan ke memori jangka panjang. Apabila fase REM ini sering tidak dicapai, maka secara otomatis memori akan terganggu.

“Jika sistem kerja otak menurun, bukan hanya jadi mudah lupa atau pikun saja yang bisa dialami, tetapi penyakit serius seperti demensia atau Alzheimer juga lebih mungkin terjadi karena sistem kerja otak tidak bisa bekerja dengan maksimal. Akhirnya, itu membuat memori mengingat Anda jadi semakin menyempit,” jelas dr. Karin. 

Dampak lain kurang tidur yang bisa terjadi

Mengingat perannya vital bagi kerja tubuh, kurang tidur dampaknya bisa dirasakan secara luas. Selain yang sudah dijelaskan sebelumnya, kurang tidur juga bisa menyebabkan kondisi-kondisi ini:

  1. Sistem kekebalan tubuh menurun

“Saat mengalami kurang tidur, sistem kekebalan tubuh juga akan jadi menurun karena kurang tidur, dampaknya Anda akan lebih rentan terhadap masalah pernapasan seperti flu, influenza, dan serangan virus lainnya,” ujar dr. Karin.

Ia juga menambahkan, pada penderita penyakit paru-paru, kurang tidur bisa membuat kondisi memburuk dan sulit untuk sembuh.

  1. Berisiko mengalami obesitas

Beberapa studi menyatakan bahwa hubungan antara kurang tidur dan obesitas memang benar adanya. 

“Kurang tidur meningkatkan produksi hormon stres, yaitu kortisol. Kurang tidur juga menurunkan kadar leptin, yaitu hormon yang memberi tahu otak bahwa Anda sudah kenyang, sekaligus meningkatkan hormon ghrelin, si perangsang nafsu makan,” jelas dr. Karin lagi.

  1. Gangguan fisik, mental, dan emosional

Buruknya kualitas tidur telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan fisik, mental, dan emosional. Dalam jangka pendek, kurang tidur dapat meningkatkan emosi negatif, seperti kecemasan, kegelisahan, dan rasa sedih, dan di sisi lain menurunkan berbagai emosi positif seperti kebahagiaan, antusiasme, dan rasa gembira.

“Bila Anda mengalami insomnia, Anda akan memiliki risiko lima kali lipat untuk mengalami depresi, bahkan gangguan kecemasan umum maupun panik turut ikut serta,” dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter ikut menambahkan.

  1. Kesehatan jantung terancam

Saat tidur, tekanan darah menurun dan membantu jantung serta pembuluh darah anda untuk istirahat.

“Semakin sedikit waktu tidur, semakin lama tekanan darah akan cenderung lebih tinggi selama satu siklus 24 jam. Hal ini dapat memicu penyakit jantung dan stroke,” ucap dr. Nabila.

  1. Gairah seks menurun

Ada studi yang melaporkan bahwa pria dan wanita yang kurang tidur mengalami libido atau hasrat seksual yang lebih rendah. Hal ini disampaikan oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadan, juga dari KlikDokter.

“Energi yang terkuras selama aktivitas, rasa kantuk, dan meningkatnya tekanan psikis mungkin menjadi penyebab utama,” ia mengatakan. 

Untuk pria dengan sleep apnea atau masalah pernapasan yang mengganggu tidur, mungkin ada faktor lain dalam kemerosotan seksual. Sebuah studi yang diterbitkan dalam “Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism” tahun 2002 menunjukkan bahwa banyak pria dengan sleep apnea juga memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. 

Melihat fakta-fakta di atas, diharapkan Anda dapat lebih menyadari mengenai betapa pentingnya tidur untuk menunjang tubuh dan jiwa yang sehat. Cukupi kebutuhan tidur selama 7-8 jam tiap harinya.

Ingat, terus-terusan kurang tidur sebabkan kinerja otak menurun dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Apabila Anda mengalami sulit tidur atau insomnia selama lebih dari empat pekan dan sampai mengganggu fungsi keseharian, sebaiknya periksakan diri ke dokter, apalagi jika disertai gejala yang tidak biasa. Bisa jadi, sulit tidur disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang perlu segera ditangani.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar