Sukses

Herpes atau Ingrown Hair? Ini Cara Membedakannya

Baik herpes atau ingrown hair, keduanya sebabkan benjolan yang bisa memunculkan kekhawatiran. Walau begitu, kondisinya tak sama, ini cara membedakannya.

Klikdokter.com, Jakarta Ada benjolan kemerahan atau lenting yang berisi cairan merah di daerah kemaluan? Mungkin Anda bertanya-tanya apakah benjolan tersebut herpes atau ingrown hair. Karena merupakan dua kondisi yang tak sama, Anda harus tahu cara membedakannya.

Sekilas tentang herpes dan ingrown hair

Herpes adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Penularan virus tersebut melalui hubungan seks yang tidak aman, misalnya sering gonta-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom.

Gejala herpes biasanya berupa munculnya lenting yang nyeri di daerah vagina atau penis. Penderitanya juga bisa mengalami demam dan tidak enak badan.

Ingrown hair atau rambut tumbuh ke dalam juga memiliki gejala yang mirip dengan herpes, yaitu munculnya benjolan kemerahan atau lenting berisi cairan di area kemaluan.

Kondisi ingrown hair umumnya didahului dengan proses mencukur atau mencabut rambut kemaluan. Normalnya, rambut tumbuh menembus kulit. Namun pada beberapa kasus, rambut mengalami kesulitan menembus permukaan kulit, sehingga tumbuh ke arah yang tidak semestinya, yaitu ke dalam.

1 dari 2 halaman

Cara membedakan herpes dan ingrown hair

Karena penampakan luarnya sekilas mirip, Anda perlu tahu cara membedakannya, sehingga Anda bisa cepat dan tepat dalam bertindak. Berikut hal yang perlu dicermati:

  1. Cek ukuran, warna, dan penyebaran dari benjolan

Benjolan herpes berukuran kurang dari 2 milimeter, lebih kecil dari ukuran benjolan ingrown hair.

Pada herpes, benjolan memiliki lesung (dimple) di bagian tengahnya, tetapi tidak dengan ingrown hair.

Ada pula perbedaan warna, yaitu benjolan herpes berwarna agak kekuningan. Sementara itu, benjolan ingrown hair tampilannya sangat mirip jerawat, yaitu kemerahan, dan dilapisi oleh sel kulit mati.

Benjolan herpes biasanya berjumlah lebih dari satu dan berkelompok, sementara benjolan ingrown hair merupakan benjolan tunggal.

  1. Perhatikan apakah terdapat bayangan di bawah benjolan

Meski tidak semua, tetapi bayangan gelap di bawah benjolan biasa ditemukan pada ingrown hair yang merupakan rambut baru yang sedang tumbuh di bawah kulit.

Jadi jika Anda menemukan bayangan gelap di bawah benjolan, benjolan tersebut hampir pasti adalah sebuah ingrown hair, tapi jika Anda tidak menemukannya, maka benjolan tersebut bisa saja ingrown hair atau sebuah lesi herpes.

  1. Perhatikan cairan yang keluar dari benjolan atau lenting

Benjolan yang ada di kemaluan tidak boleh dipecahkan. Namun jika tidak sengaja pencah, perhatikan cairan yang keluar dari benjolan.

Benjolan herpes akan mengeluarkan cairan yang berwarna kekuningan, sedangkan cairan yang keluar dari benjolan ingrown hair berwarna putih seperti nanah.

Benjolan yang pecah akan meningkatkan risiko infeksi, sehingga harus dibersihkan dengan baik.

  1. Lamanya benjolan muncul dan apakah mudah kambuh

Ingrown hair akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan beberapa hari hingga seminggu. Begitu pula dengan benjolan herpes. Bedanya adalah, benjolan ingrown hair jarang muncul lagi setelah sembuh, sementara benjolan herpes rentan kambuh.

Cara pasti untuk memastikan diagnosis adalah dengan menjalani pemeriksaan darah. Lewat pemeriksaan tersebut, Anda bisa tahu apakah terdapat virus herpes simpleks dalam darah. Bila hasilnya negatif virus herpes simpleks, dokter akan mencari tahu penyebab lain dari benjolan di kemaluan tersebut. Penyebab terseringnya memang ingrown hair.

Benjolan yang timbul di kemaluan semestinya tidak disepelekan, karena penyebabnya bisa herpes atau ingrown hair. Bila Anda punya benjolan di area genital dan sulit membedakannya, atau ada benjolan yang sudah dua minggu tak juga hilang, sebaiknya lakukan pemeriksaan langsung dengan dokter.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar