Sukses

Tubuh Anak Kurus, Benarkah Selalu Tanda Cacingan?

Tubuh anak yang kurus selalu dikaitkan dengan anak yang cacingan. Namun, benarkah ini selalu tanda cacingan?

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu tanda anak memiliki gizi yang seimbang adalah dengan meningkatnya berat badan seiring bertambahnya usia. Namun, bagaimana jadinya jika tubuh anak tetap kurus, meski sudah makan tiga kali dalam sehari? Apakah ini selalu berarti tanda cacingan pada anak?

Tak selalu berarti cacingan

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, anak yang bertubuh kurus memang menjadi salah satu tanda cacingan. Akan tetapi, tutur dr. Dyan Mega, bukan berarti anak bertubuh kurus selalu cacingan.

 “Namun, jika tubuh kurus pada anak disertai dengan gejala cacingan lainnya, barulah anak bisa dikatakan cacingan, ” ujarnya.

Cacingan sendiri merujuk pada infeksi cacing di dalam tubuh manusia. Adapun beberapa gejalanya antara lain: 

  • Keluhan pencernaan

Anak yang mengalami cacingan biasanya akan mengeluhkan beberapa masalah pencernaan. Misalnya, sakit perut yang menetap, perut terus terasa kembung, begah, diare, dan mual yang disertai muntah.

  • Sering menggaruk bagian anus

Bila anak terlihat sering menggaruk daerah anusnya, Anda perlu curiga dia mengalami infeksi cacing kremi (Enterobius). Rasa gatal dapat dialami sepanjang hari, terutama di malam hari. Akibatnya, anak menjadi sulit tidur.

  • Muka tampak pucat dan lemas

“Jika cacing yang berada di perut anak merupakan cacing tambang, wajah pucat dan lemas merupakan tanda lainnya anak mengalami cacingan. Hal ini karena cacing tambang bisa mengisap darah dari dinding usus. Bila infeksinya sudah cukup lama dan parah, anak bisa mengalami anemia, ” kata dr. Dyan Mega.

  • Penurunan Nafsu Makan 

Secara umum, infeksi cacing dapat menyebabkan penurunan nafsu makan. Bila tidak segera ditangani, hal ini dapat berpengaruh pada berat badan anak dan aspek pertumbuhan anak lainnya.

Penyebab lain anak bertubuh kurus 

Lantas kalau bukan cacingan, apa saja penyebab anak bertubuh kurus? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

1. Kurang gizi 

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, kecukupan gizi anak bisa ditentukan berdasarkan grafik pertumbuhan. Ada tiga grafik yang umumnya digunakan, yakni berat badan terhadap usia (BB/U), panjang/tinggi badan terhadap usia (PB/U atau TB/U), dan berat badan terhadap panjang/tinggi badan (BB/TB).

Untuk menentukan status gizi anak baik atau tidak, biasanya dokter akan menggunakan grafik tersebut. Status gizi yang biasanya dijadikan patokan adalah:

  • Gizi baik, bila hasil grafik adalah -2 SD (standar deviasi) hingga +2 SD
  • Gizi kurang, bila ≥-3 SD hingga < -2 SD
  • Gizi buruk, bila < -3 SD
  • Gizi lebih, bila > +2 SD

2. Mengonsumsi makanan yang salah 

Coba koreksi diri sendiri. Apakah sebagai orang tua, Anda sering memberikan makanan tidak sehat seperti junk food atau makanan cepat saji untuk anak? Jika iya, tidak heran apabila si Kecil memiliki tubuh yang kurus dan tidak sehat.

Minimnya kandungan gizi pada makanan-makanan tersebut memang bisa menjadi penyebab anak memiliki badan yang kurus. Jika Anda ingin memberikan kedua jenis makanan tersebut, sebaiknya jangan dilakukan terlalu sering. Imbangi juga dengan makanan yang bernutrisi cukup, seperti sayur dan buah. 

3. Anak alami gangguan pencernaan

Adanya gangguan pada sistem pencernaan anak bisa menjadi faktor lain si Kecil menjadi kurus. Akibat fungsi sistem pencernaan yang tidak optimal, nutrisi dan vitamin yang masuk dalam tubuh tidak akan diproses dengan baik. Vitamin dan nutrisi yang masuk pun akan lebih mudah dikeluarkan melalui feses.

4. Ada penyakit dalam tubuh anak 

Penyakit-penyakit seperti tuberkulosis, infeksi saluran kemih, dan gangguan saraf motorik bisa menyebabkan anak sulit untuk menyantap makanan. Selain bikin tidak nafsu makan, gangguan ini bisa menyebabkan anak jadi sulit untuk menelan dan mengunyah makanan (apalagi jika anak mengalami gangguan motorik pada bagian mulut). Anak pun jadi kurus dan mudah sakit. 

Tubuh anak kurus rupanya tidak selalu menjadi tanda cacingan. Karena itu, saat ini terjadi, segera lakukan evaluasi pada pola makanan dan kondisi kesehatan si Kecil secara keseluruhan. Lakukan juga pemeriksaan ke dokter anak. Semakin dini diketahui penyebabnya, semakin cepat juga penanganan yang tepat akan diterima anak.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar