Sukses

Doddy Partomihardjo: Mengubah Pola Pikir Masyarakat tentang Kesehatan

Bertujuan mulia ingin mengubah pola pikir masyarakat tentang kesehatan, dr. Doddy Partomihardjo, SpM, mencetuskan KIE kesehatan pertama di Indonesia: KlikDokter.

Klikdokter.com, Jakarta Dokter adalah profesi dengan komitmen, mendedikasikan tenaga, pikiran, dan ilmu untuk kesehatan manusia. Salah satunya adalah dr. Doddy Partomihardjo, SpM, yang merupakan pendiri KlikDokter.

Pada sebuah sore ditemani awan mendung, dr. Doddy berbagi cerita tentang bagaimana usaha beliau dalam mengubah cara berpikir masyarakat tentang kesehatan lewat sebuah metode komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).

Selayang pandang tentang kelahiran KlikDokter

Kehadiran KIE sekitar 10 tahun yang lalu belum marak seperti sekarang. Sayangnya, di tengah kemunculan berbagai digital healthcare, cara pandang masyarakat yang belum memprioritaskan kesehatan belum banyak berubah.

Setelah menyeruput teh tawar hangat yang berada di depannya, keluarlah sebuah pernyataan menarik tentang latar belakang berdirinya KlikDokter dari dokter senior kelahiran 24 Desember 1943 itu.

“Orang Indonesia itu mestinya butuh sehat, tapi kenyataannya tidak. Orang Indonesia itu tidak butuh sehat, tetapi bingung kalau sakit. Kalaupun butuh, prioritasnya rendah."

“Coba saya tanya, kalau Anda punya uang 10 juta, mau tidak disisihkan 500 ribu saja untuk bayar asuransi kesehatan? Pasti tidak, toh? Pasti lebih milih beli arloji, sepatu, tas, atau lainnya. Itu berarti, Anda belum menghargai kesehatan. Ini keadaan yang mesti diubah dan itu tidak gampang,” kata dr. Doddy mengungkapkan keprihatinannya.

Sudah menjadi tugas pemerintah untuk memberikan 'sesuatu' terkait kesehatan kepada masyarakat. Namun, hasilnya akan lebih maksimal bila dibantu pihak lain yang juga fokus pada kesehatan masyarakat.

Berangkat dari situ, pada tahun 2008, dr. Doddy bersama rekan sejawatnya membentuk KIE yang Anda kenal sekarang sebagai KlikDokter.

KIE kesehatan pertama sudah mulai bergejolak

KIE rupanya memang menjadi jawaban atas ketidaktahuan masyarakat tentang kesehatan, khususnya para generasi muda. Dengan penjelasan yang komunikatif, praktis, tidak berbayar, sekaligus dapat memenuhi kebutuhan banyak orang, KIE yang diinisiasi oleh dr. Doddy dan rekannya ini mulai berada di atas angin.

Hadirnya KIE di Indonesia diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat yang awalnya bersifat kuratif (mengobati) menjadi preventif (mencegah). Kesehatan memang semestinya dipelihara dan dijaga sedini mungkin, bukan hanya diobati. Andaikan memang mesti diobati, setidaknya pengobatan dan informasi terkait didapat dari orang-orang tepercaya, dalam hal ini adalah dokter.

Perjuangan dr. Doddy tak berhenti di situ. Meski sempat berjalan sendiri dengan dukungan delapan dokter lulusan Universitas Indonesia, akhirnya pada tahun 2011, mulai muncul kompetitor.

Hal yang perlu digarisbawahi, dr. Doddy dan rekan dokter lainnya hanya ahli soal hal-hal seputar kesehatan, tetapi tidak dengan hal pendukung lainnya seperti IT, marketing, profit, dan lain-lain.

Inisiatif dan usaha dr. Doddy dan tim berbuah manis dengan kehadiran investor pada tahun 2013. Kedatangannya membawa perubahan positif pada aspek-aspek tersebut, tak terkecuali untuk produksi sehingga KIE yang didirikannya memiliki branding yang kuat.

Branding itu sangat diperlukan. Bisa saja saya buat yang generik. Tapi, apa mungkin ada yang lihat? Butuh produk yang menarik agar siap tempur dan punya brand agar orang mau memilih,” tegas dr. Doddy.

Tiga tahun setelah investor datang, akhirnya KlikDokter meluncurkan aplikasi untuk menjangkau masyarakat lebih banyak lagi agar peduli akan kesehatannya.

1 dari 2 halaman

Golf dan melukis: hobi sedari masih muda

Di luar besarnya perhatian dr. Doddy terhadap dunia kesehatan, beliau rupanya memiliki hobi sudah digemarinya sejak muda, yaitu golf dan melukis.

“Golf itu olahraga yang melawan diri sendiri. Anda memukul ke satu tujuan, tapi harus sedikit jumlah pukulannya. Pukulan mesti terarah dan itu tidak gampang. Semuanya Anda yang menghitung sendiri. Anda bohong juga bisa. Tapi kalau bohong dan ketahuan, sudah pasti tak akan diajak main lagi. Menariknya di situ, jadi Anda yang melawan diri sendiri,” katanya sambil tersenyum.

Filosofi tersebut dianggapnya mirip dengan prinsip pelaksanaan KIE kesehatan yang dilakoninya. Dalam artian, seorang dokter punya segudang ilmu yang bisa dan perlu dibagikan kepada masyarakat. Bisa saja, berkat ilmu yang tinggi, seorang dokter hanya memikirkan keuntungan semata, bahkan sampai mengelabui. Maka dari itu , yang dia lawan adalah dirinya sendiri. Sebisa mungkin ilmu yang dimilikinya digunakan sebaik dan sebenar-benarnya agar bermanfaat buat orang banyak.

Harapannya untuk KlikDokter dan para dokter muda di Indonesia

Bohong rasanya jika sebagai seorang pendiri, dr. Doddy tidak menginginkan KlikDokter menjadi layanan e-Health nomor satu di Indonesia. Namun, untuk memberikan produk dan pelayanan paling unggul kepada masyarakat, orang-orang yang berperan di dalamnya harus merasa bahagia terlebih dulu.

“Itu tugasnya seorang team leader, make people happy. Kalau tim tidak happy, susah untuk membuat hal yang menarik dan berbeda dengan yang lain. Untuk redaksi misalnya, saya tahu menulis itu tidak gampang. Saya sudah membuktikannya sendiri. Harus bisa mencampurkan science dan art agar tulisannya enak dibaca dan tersampaikan dengan baik,” pesan dr. Doddy.

Untuk dokter muda, dr. Doddy sangat berharap agar mereka mampu membangun publik supaya lebih menghargai kesehatan dengan berbagai cara. Contohlah negara Kuba. Meski kecil dan tak sekaya Indonesia, tetapi kualitas kesehatan masyarakatnya masuk 10 besar dunia. Karena itu, pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan mesti dilakukan turun-temurun.

Obrolan sore dengan dr. Doddy Partomihardjo, SpM, akhirnya ditutup dengan kutipan favorit beliau yang berasal dari filsuf, astronom, dan fisikawan Italia, Galileo Galilei: “You cannot teach a man anything; you can only help him find it within himself”. Memperingati Hari Dokter Nasional, semoga apa yang diusahakan oleh dr. Doddy dan KlikDokter, yaitu mengubah pola pikir masyarakat tentang kesehatan dari kuratif menjadi preventif, bisa benar-benar terwujud.

(NB/RN)

3 Komentar